Penilai yang hadir pada silaturahmi itu mendukung SEPAKAT memimpin organisasi profesi penilai. Hasil testimoni menunjukan figur Trio SEPAKAT mampu membawa perubahan dan layak memimpin MAPPI 2020-2024.
Wartapenilai.id—Silaturahmi penilai dengan Balon DPN SEPAKAT (Setiawan Prasodjo Kak Toyo) itu mengambil tema harapan peluang dan tantangan profesi penilai di masa mendatang. Silaturahmi, yang dipandu Tim Sukses SEPAKAT, Firmasnyah bersama Silvi Dwiyanti, itu digelar di Sheraton Grand Jakarta—Gandaria City dan disiarkan via Zoom dikuti sekitar 315 peserta, 13 September 2020.
Kegiatan Silaturahmi dihadiri Managing Partner KJPP Toha Okky Heru & Rekan, Okky Danuza dan Managing Partner, KJPP Anas Karim Rivai & Rekan (AKR), Anas Karim Rivai serta 4 Balon Dewan Penilai MAPPI (Safrinal Firdaus (16), Pungs Zulkarnaen (13), dan Robinson Tampubolon (10). Termasuk dua Balon Dewan Pengawas Keuangan (DPK) MAPPI, Ferdinand Pardede (3) dan Juniadi Amral (4).
Dalam testimoni, Okky Danuza, mengakui saat didaulat menjadi Ketua Umum MAPPI-IX Periode (2005-2008) baru menginjak usia 36 tahun, sebelumnya menjabat Sekjen MAPPI. Yang mendorong dan men-support menjadi Ketua Umum MAPPI tidak lain adalah Almarhum Toha Abidin. Itu menunjukan bahwa Toha Abidin sebagai senior penilai kala itu berandil besar mendorong generasi muda terlibat memajukan profesi penilai di tanah air. “Modal keberanian saya mengelola MAPPI dari beliau, saat itu MAPPI memiliki anggota sekitar 3.000 penilai,” terang Okky.
Tidak hanya itu, Almarhum Toha Abidin sangat peduli generasi muda mampu berkontribusi membangun MAPPI ke depan. Seperti suksesi pemilihan DPN MAPPI 2020-2024, Almarhum juga menginisiasi terbentuknya Balon DPN SEPAKAT. “Trio SEPAKAT yang menyemangati dan menyatukan adalah Almarhum. Dibentuknya SEPAKAT bukan hanya sekedar maju dan menang, namun membawa misi memajukan profesi penilai di tanah air,” jelas Okky.
Terkait figur Trio SEPAKAT, Okky menyebutnya karakter saling melengkapi. Dua berasal dari Dewan Penilai (Setiawan dan Abdullah Fitriantoro) sangat peduli memperjuangkan dan membela kepentingan anggota secara eksternal. Setiawan tukang pasang badan jika ada anggota yang dikriminalisasi atau bahasa kerennya menjadi pendekar bagi kalangan penilai. Sedangkan Abdullah Fitriantoro sangat piawai mengelola organisasi dan berpengalaman luas. Di tambah Budi Prasodjo yang menguasai seluk beluk organisasi MAPPI secara mendalam. “Trio SEPAKAT ini komposisi yang tepat membawa perubahan di MAPPI menjadi lebih baik,” terang Okky. Okky juga merasa bersyukur saat dulu menjabat Ketua Dewan Penilai mendapat Sekretaris Abdullah Fitriantoro yang selalu tanggap dan cekatan dalam mempersiapkan segala sesuatu, juga bersyukur saat sekarang mendapat tandem Budi Prasodjo yang banyak membantu segala kegiatan DPN.
Sementara, penilai senior, Andang Kosasih sangat mengenal figur Trio SEPAKAT (Setiawan Prasodjo Kak Toyo), memiliki semangat dan daya juang tinggi memajukan profesi penilai di tanah air. Andang mengakui selama berkarir di profesi penilai kurang lebih 30 tahun, secara umur dengan Trio SEPAKAT memang berbeda 12 sampai 15 tahun, tetapi dari sisi pengalaman mereka sangat mumpuni. “Tidak salah mendukung SEPAKAT sama dengan mendukung anak muda. Trio SEPAKAT ini mewakili generasi muda memiliki semangat dan kegigihan, yang terlihat dalam program kerjanya yang sangat saya inginkan diterapkan di MAPPI. Mudah-mudahan SEPAKAT mendapatkan amanah dan Program kerjanya bisa dijalankan membawa MAPPI lebih baik,” jelas Andang.
Sedangkan penilai senior Eddy S. Surkat menambahkan SEPAKAT menurutnya susunan sangat tepat. Trio ini bersedia menjadi pengurus MAPPI periode 2020-2024, akan membawa profesi penilai lebih maju lagi di banding tahun sebelumnya. Dia ingin menyampaikan beberapa keluhan dari anggota mengenai pendidikan yang hendaknya di tingkatkan kualitas serta pendidikan berbiaya murah untuk penilai.
Eddy Surkat melihat belum sampai menjadi pengurus DPN itu sudah dilaksanakan dengan bimbingan belajar berkali-kali dan itu sangat menguntungkan anggota penilai. “Saya kira program bimbel perlu di tingkatkan lagi. Ini sudah kelihatan calon DPN baru untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme penilai,” terang Eddy Surkat.
Eddy Surkat berharap ke depan SEPAKAT menjadi pengurus DPN 2020-2024 dan dia yakin akan bisa meningkatkan profesi penilai di masa mendatang. “Mudah-mudah profesi ke depan lebih dilihat penguna jasa sebagai profesi yang memberikan bermanfaat baik bagi bangsa dan negara. SEPAKAT mampu menuju ke sana, pesan saya pada teman, rasanya tiba saatnya menentukan pilihan pada SEPAKAT. Saya yakin tidak salah dan Insya Allah profesi akan maju,” terangnya.
Pung Zulkarnaen sebagai tim pendukung SEPAKAT mengatakan masih solid dan senang menjadi pendukung Trio SEPAKAT. Pung sangat mengenal figur Trio SEPAKAT yang sama-sama di DP. “Saya mengenal bertiga dengan baik dan figur pemikir. Pekerja keras, memiliki semangat luar biasa sebagai modal memimpin MAPPI,” terangnya.
Pendidikan harus dilakukan secara berkualitas dan berbiaya murah. Lalu keanggotaan diperbaiki menjadi lebih baik lagi. Serta mengusahakan ruang kerja di sekretariat MAPPI untuk DPN dan DP. Khusus untuk DP harus memiliki ruang khusus, sebab banyak dokumen rahasia yang harus tersimpan dengan baik. “SEPAKAT terpilih bisa mengadakan itu dan mari kita dukung SEPAKAT,” jelas Pungs.
Sementara Giri Bayu Kusumah, Mantan Ketua DPD MAPPI Jatim mengatakan pastinya memilih SEPAKAT. Giri sangat mengenal karakter SEPAKAT sejak menjadi anggota MAPPI tahun 1996. Mereka figur, yang dinilai cukup kompeten dan semua terwakili di SEPAKAT. Abdullah Fitriantoro, Giri memberikan contoh salah satu yang mewakili generasi muda. Jiwanya masih muda sering nongkrong bareng penilai muda. Sedangkan dengan Setiawan, Giri mengenal baik bahwa Setiawan memiliki karakter dan merakyat. Setiawan kerap turun ke bawah menyapa anggota, dua figur ini saling melengkapi. Di tambah dengan Budi Prasodjo yang sangat menguasai organisasi dan pendidikan profesi di MAPPI. Giri berpendapat, Budi murah ilmu, sangat gampang berbagi ilmu, tidak sulit bahkan saat diuji pak Budi sangat asik. “Ketiga calon yang tergabung di SEPAKAT ini calon pilihan saya, pilihan rekan semua sudah tepat ke sepakat,” terang Giri.
Pemimpin Berkarakter
Begitu juga Hari Purwanto, 59 tahun Penilai Publik di Jawa Timur ini telah lama memperhatikan sepak terjang Trio SEPAKAT. Dalam penilaiannya, Setiawan tergolong memiliki banyak prestasi. Itu diketahui saat membawakan materi PPL Standar Pengendalian Mutu (SPM) KJPP. “Setiawan itu kalau bicara glenah gleneh, namun tlaten, sabar dan orangnya open,” terang Hari Purwanto.
Menurut penilaianya, Setiawan sosok pemimpin yang lugas dan tanggap terhadap masalah yang dihadapi anggota. Hari menceritakan Setiawan saat menjalankan peran di DP MAPPI, mampu melayani anggota di tengah padatnya aktivitas tetap memiliki perhatian yang tinggi. Untuk memilih pemimpin, Hari Purwanto menegaskan yang utama mengenal karakter pemimpin dan memilih karakter pemimpin cepat tanggap dan melayani. Hari memberikan ilustrasi saat menghadapi kasus hasil penilaian, dia hanya berkirim melalui wa dan Setiawan langsung tanggap terhadap masalah yang dihadapinya. “Kalau tidak ada informasi dari beliau mungkin saya sudah montang-manting. Setiawan terbukti mampu sebagai pemimpin yang tanggap dan memahami masalah yang di hadapi anggota,” jelasnya.
Sementara, penilai senior Suhartanto ini juga jauh-jauh hari sudah memberikan dukungan pada Balon DPN SEPAKAT. Dia mengakui track record Balon DPN SEPAKAT sangat bagus tidak perlu diragukan lagi. Bagaimana memajukan profesi penilai dan mampu mendukung penilai yang ada mengalami kesulitan bisa dibanggakan.
Suhartanto melihat program kerjanya bagus, namun dia menekankan bisa dipercaya anggota mampu menjadi pemimpin yang merakyat. “Kita harus tahu kalangan penilai yang banyak itu dimana, baik regulasi dan standar harus memihak. Ketiga Calon Paket DPN ini baik semua, dan pilihlah yang terbaik,” jelas Suhartanto. Sementara Toto Suharto, yang dalam satu tim di DP, sangat mengenal trio SEPAKAT ini. Seperti Setiawan memiliki karakter peduli terhadap sesama. Saat di bandara, Toto melihat Setiawan memberikan bantuan pada seorang ibu dengan minyak angin. Padahal Setiawan tidak mengenal sebelumnya. “Apalagi Penilai anggota MAPPI, jelas sangat peduli, saat di DP Setiawan tergolong teliti dan seksama tegas konsiten dengan pemikiran dan prinsipnya. Secara umum, Setiawan berpengalaman, banyak jabatan di dudukinya, baik di organisasi dan di pemerintahan. Semoga di MAPPI bisa menjadi eselon satu,” terangnya.
Sedangkan Budi Prasodjo pribadinya kalem, tidak diragukan integritasnya, gesit dalam bekerja. Budi itu gesit, berpengetahuan luas, mumpuni berorganisasi, pasangan ini serasi dengan Setiawan dan Abdullah Fitriantoro yang secara penampilan dan pemikiran milenial. “Toyo bisa menyuarakan kalangan milenial, banyak pengalaman organisasi yang ditekuni, termasuk di organisasi motor. Saya rasa Toyo tidak bisa diam, seperti apa yang disampaikan pak Okky,” jelas Toto Suharto.
Trio SEPAKAT ini yang mengusung semangat egaliter bisa menjawab pertanyaan menjadi pemimpin yang merakyat. Mudah-mudahan teman yang mengikuti secara virtual dan hadir di Sheraton bisa mendukung terlaksananya munas dengan baik. “SEPAKAT karakter berbeda dan saling melengkapi, Abdullah Fitriantoro jiwa muda, Setiawan yang sangat peduli dan Budi kalem dan gesit,” terangnya.
Anas Karim memberikan penekanan bahwa Trio SEPAKAT diisi figur yang kompeten dan pengalaman yang mumpuni. Saat Setiawan berkarir di PT Indoprovita mampu membawa perusahaan mencapai kemajuan pesat. “Trio SEPAKAT kalau memimpin DPN MAPPI bisa membawa MAPPI mencapai kejayaan,” terang Anas Karim.
Robinson Tampubolon menambahkan bila SEPAKAT diberikan amanah bisa memberikan dukungan komunikasi dan informasi ke anggota lebih baik. Juga jangan lagi ada sertifikat palsu lagi. “Harapan ke depan bisa diwujudkan ke depan dengan terpilihnya SEPAKAT ke depan,” terangnya.
Sedangkan pandangan penilai yunior, Agung Laksana, dari Yogyakarta saat diminta membantu salah satu tugas DP sangat mengenal lebih dekat figur DPN SEPAKAT. Seperti Setiawan dan Toyo bersemangat membantu dan melindugi anggota. Dedikasinya untuk profesi tidak perlu diragukan lagi. Pembahasan kasus anggota yang dilakukan DP hingga berlarut pagi, itu biasa dilakukan, bahkan yang muda sulit mengimbangi cara kerja DP. Besok paginya, terang Agung Laksana, anggota DP sudah harus berada di Medan, Semarang atau Makassar. “Saya beberapa kali diajak membela anggota, dan SEPAKAT terlihat memberikan kesempatan penilai muda untuk semakin maju. Seperti untuk pengembangan sistem penilaian otomatis, diberikan dukungan penuh. Penilai muda diberikan kesempatan yang luas untuk bisa berkembang,” terangnya.
Sementara perwakilan Penilai Perbankan Dedi (Bank Jtrust) dan Mia (Bank Mega), sangat mengenal figur SEPAKAT bisa membawa perubahan di MAPPI. Saat menghadapi case dan terbentur masalah, perbankan di bantu DP MAPPI. Ketua DP, Setiawan langsung merespon membahas masalah yang dihadapi dan perbankan menang dibantu saksi ahli dari DP MAPPI. Begitu juga Mia sependapat dengan temannya itu bahwa perbankan banyak dibantu DP saat saat menghadapi kasus dengan saksi dari DP bisa menang di pengadilan. “Pengalaman membina perbankan sudah ok dan terus di tingkatkan untuk pendidikan. SEPAKAT merakyat dan tanggap masalah yang di hadapi anggota. Ke depan penilai perbankan yang minim ilmu bisa diberikan kesetaraan berkembang seperti penilai kompartemen lain. Dan SEPAKAT bisa terpilih membawa aspirasi perbankan bukan anak tiri, dan selalu diperjuangkan kepentingan perbankan,” terangnya.
Dengan begitu SEPAKAT bisa mendapat amanah anggota, mampu membawa profesi lebih baik dari sebelumnya. Kasus hukum yang menimpa anggota semakin berkurang dan profesi berjalan normal. Itu harapan anggota pada SEPAKAT bisa memimpin MAPPI ke depan lebih baik. ***/HS)