Menentukan Nilai Bisnis Sebuah Perusahaan

by redaksi

Penilaian bisnis adalah cara menentukan nilai ekonomi suatu perusahaan, bermanfaat untuk menjual bisnis yang selama ini digeluti, menambah modal, hingga mencari investor baru.

WartaPenilai.id—Bagaimana cara menilai menentukan nilai sebuah perusahaan. Tema ini banyak ingin diketahui pelaku bisnis yang baru memulai berbisnis. Apakah lebih baik membeli perusahaan yang sudah ada atau merintis perusahaan baru. Jika merintis perusahaan baru, di titik mana perusahaan itu layak di jual ke pihak investor lain, agar mendapatkan sisa nilai dari perusahaan yang dibangun.

Untuk menilai perusahaan, bisa dihitung dengan menentukan nilai ekonomi dari perusahaan itu.  penilaian bisnis itu bis digunakan untuk beberapa situasi. Bisnis perusahaan bisa dijual lantaran ingin pensiun, karena menghadapi kesehatan yang menurn, penceraian dengan mitra bisnis atau dengan istri jika bisnis itu dibangun bareng, atau karenal alasan lain.

Penilaian bisnis perusahaan juga bisa dimanfaatkan untuk mencari atau menambah kredit dan pembiayaan ekuitas untuk mendanai ekspansi, dimana perusahaan selama ini menghadapi arus kas yang bermasalah. Penilaian bisnis itu diperlukan investor untuk melihat bisnis yang dijual itu memiliki nilai yang cukup dan fisibel untuk diinjeksi modal.

Bisa juga, penilaian bisnis itu dibutuhkan untuk menambah jmlah pemegang saham (satu atauu lebih pemegang saham bisa meminta pembelian. Artinya penilaian bisnis ini digunakan untk menentkan nilai saham.

Apa pun alasannya, bagi pelaku bisnis atau ingin memasuki bisnis yang baru, penilaian bisnis bisa membantu untuk menetapkan harga yang sesuai untuk penjualan bisnis. Tiga metode penilaian bisnis yaitu pendekatan aset, pendapatan dan pasar. Setiap penedekatan memiliki karakter sendiri, namun untuk kepemilikan tunggal dari bisnis, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.

Seperti pendekatan berbasis aset. Ini pada dasarnya, penilaian bisnis berbasis aset akan menjumlahkan semua investasi di perusahaan. Pendekatan ini bisa dilakukan dengan satu dari du acara. Sebuah pendekatan berbasis aset dengan cara melihat neraca perusahaan, dari total aset bisnis, dikurangi total kewajiban, yang biasanya disebut nilai buku. Bisa juga memakai pendekatan berbasis likuiditas aset untuk menentukan nilai likuidasi atau kas bersih yang akan diterima, jika semua aset yang dijual dan kewajiban dilunasi.

Selain itu, bisa juga penilaian kemepilikan tunggal berbasis aset. Metode ini lebih sulit. Dalam sebuah perusahaan, semua aset dimiliki perusahaan yang akan dimasukan dala penjualan bisnis. Aset kepemilikan perseorangan, di sisi lain, ada atas nama pemilik dan memisahkan aset bisnis dari yang dimiliki pribadi menjadi sulit.

Kepemilikan bisnis secara tunggal bisnis perawatan kebun bisa memiliki berbagai peralatan peraatan kebun untuk keperluan bisnis dan pribadi. Calon pembeli bisnis perlu memilah aset mana yang ingin dijual oleh pemiliknya sebagai bagian dari bisnis.

Pendekatan pendapatan mendasarkan diri pada konsep nilai bisnis terletak pada kemampuannya menghasilkan kekayaan di masa depan. pendekatan ini memakai capitalizing past earning dengan menentukan tingkat arus kas yang diharapkan untuk perusahaan menggunakan catatan pendapatan masa lalu, menormalkannya pendapatan atau pengeluaran yang tidak biasa, dan melipatgandakan arus kas yang dinormalisasi dengan faktor kapitalisasi.  Faktor kapitalisasi ini cerminan dari tingkat pengembalian yang diharapkan pembeli yang wajar atas investasi , serta ukuran risiko atas pendapatan yang diharapkan tidak akan tercapai.

Selain itu, juga discounted future earnings, tidak lain pendekatan nilai perolehan lain untuk penilaian bisnis di mana alih-alih rata-rata pendapatan masa lalu, prediksi rata-rata tren pendapatan masa depan digunakan dan dibagi dengan faktor kapitalisasi.

Namun, penilaian kepemilikan perseorangan, terkait pendapatan masa lalu bisa rumit, sebab loyalitas pelanggan secara langsung terkait dengan identitas pemilik bisnis.  Apakah pelanggan yang ada secara otomatis berharap pemilik baru bisa memberikan tingkat layanan dan profesionalisme yang sama. Penilaian kepemilikan perseorangan berorientasi layanan perlu melibatkan perkiraan persentase bisnis yang mungkin hilang karena perubahan kepemilikan.

Pendekatan pasar untuk penilaian bisnis, menetapkan nilai bisnis dengan membandingkan perusahaan yang serupa dan baru dijual. Idenya mirip dengan menggunakan perusahaan real estat, yang sebanding, untuk menghargai rumah. Metode ini hanya berfungsi dengan baik jika ada cukup banyak bisnis serupa untuk dibandingkan.

Namun, untuk penilaian pasar kepemilikan tunggal juga mengalami kesulitan tersendiri. Dimana,  kepemilikan perseorangan dimiliki secara individual, jadi berusaha mencari informasi publik tentang penjualan sebelumnya dari bisnis serupa buka pekerjaan mudah.

Meskipun pendekatan pendapatan lebih popular dalam penilaian bisnis, untuk sebagian besar bisnis beberapa kombinasi metode penilaian bisnis akan lebih fair menetapkan harga jual. (***)

5 1 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x