Mengembangkan Bisnis Jasa Konsultan Di Tengah Ketidakpastian

by redaksi

Panuturi L. Tobing sosok pekerja keras, mampu membangun kampium bisnis jasa konsultan. Setidaknya dibawah PT Paroha Topaz Sejahtera—Holding perusahaan yang dibangun, Tobing mampu mengembangkan berbagai bisnis jasa konsultan. Mulai Jasa Konsultan Perpajakan (PT Topaz Inti Sedaya), Konsultan Manajemen Bisnis (PT Paroha Topaz Sejahtera), dan Konsultan Jasa Penilaian (KJPP Tobing Panuturi & Rekan).

Wartapenilai.id—Panuturi L Tobing adalah professional yang mampu mengkolaborasi berbagai kemampuan menjadi bisnis konsultan yang memberikan jasa pada klien. Pengalaman hampir 20 tahun bergerak di bisnis jasa konsultan, mulai manajemen aset, penilaian properti, studi kelayakan, monitoring proyek, analisis keuangan, budgeting dan lainnya, menghantarkan pada puncak tangga karir bisnis jasa konsultan yang digeluti.

Alumnus, S1 Pertanian, Program Studi Klasifikasi dan PemetaannTanah, Universitas Sumatera Utara, 1998, yang juga Sarjana Hukum ini, adalah sosok pekerja keras dan pembelajar ulung. Disaat menjalani kuliah, Tobing nyambi kerja di perusahaan dosennya PT Alles Klar Prima, sebagai asisten lapangan. Dia banyak menangani pekerjaan studi kelayakan kebun sawit, pekerjaan pemetaan hingga monitoring proyek.

Pria kelahiran, Pematang Siantar, 16 September 1974 silam ini menyadari untuk mengembangkan karir lebih cemerlang harus hijrah ke Jakarta. Tepatnya awal tahun 2000 Tobing pun hijrah ke Jakarta. Berbekal pengalaman dan pengetahuan yang di miliki, Tobing masuk di PT Dwi Valuina, dengan jabatan senior appraiser. Karirnya terbilang moncer dan kerja kerasnya membuahkan hasil dan Tobing di percaya menduduki posisi Direktur Utama hingga tahun 2009. “Meskipun belum sertifikasi penilai, saat itu saya dipercaya menjabat sebagai direktur Utama,” terangnya.

Bapak satu putra dan satu putri ini, mengakui di perusahaan yang dipimpinnya selain menyediakan konsultan bisnis, juga banyak menangani pekerjaan perkebunan dan jasa penilaian. Dari situ Tobing baru mulai mengenal bisnis penilaian. Namun, dia terlihat kurang tertarik menekuni profesi penilai kala itu, dimana ilmu dan cara bekerjanya dinilai kurang menantang. “Yang pasti saat itu saya kurang pede menjalani profesi penilai yang bernaung di bawah PT, saya lebih senang disebut sebagai konsultan,” terangnya.

Tobing membandingkan profesi penilai dulunya masih kalah pamor dengan karir sebagai karyawan di BUMN. Namun lambat dan pasti sejak profesi penilai lepas dari PT dan berdiri Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang memberlakukan sertifikasi, profesi penilai mulai mendapat tempat dan terhormat. “Terimakasih sebesar-besarnya pada PPPK (dulu PPJP) Kemenkeu RI dan Senior-senior MAPPI atas jasa-jasanya akhirnya mengangkat profesi Penilai lebih terhormat”, ungkap Tobing.

Selepas dari PT Dwi Valuina, Tobing bergabung ke PT Ubis Agro Foresia yang bergerak di bidang perkebunan dan menjabat sebagai agronomist and assets management advisor. Ini dilakukan selama kurang lebih tiga tahun. Lalu dia pindah ke PT Panton Prima Mandiri, sebagai Wakil Direktur di perusahan yang bergerak di perkebunan dan industri kelapa sawit itu.

Melihat perkembangkan profesi penilai, sangat menggembirakan, Tobing mulai tertarik menekuni pendidikan sertifikasi Penilai MAPPI. Tekad memasuki profesi penilai, dibulatkan tahun 2012 dengan mengambil S2 Magister Ekonomika Pembanguan (MEP), konsentrasi Manajemen Aset dan Penilaian Properti (MAPP), Universitas Gadja Mada (UGM). Dan tahun 2014, Panuturi L Tobing mampu menyelesaikan Sertifikasi Penilai Properti di MAPPI. Untuk praktik sebagai penilai publik, Tobing bergabung ke KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan, sebagai Kepala Cabang di Jakarta 1.

Sebagai penilai publik, sejatinya Panuturi L Tobing juga menjalankan bisnis Jasa Konsultan Perpajakan (PT. Topaz Inti Sedaya). Pekerjaan yang dilakukan memang tidak fokus di bidang penilaian, namun Tobing mampu membagi waktu dan perhatian untuk mengembangkan bisnis penilaian maupun bisnis konsultan pajak. “Kuncinya berkolaborasi dengan rekan yang bisa di percaya,” terang Tobing.

Menjalani profesi penilai, terang Tobing menegaskan banyak menimba ilmu dan pengetahuan baru, bagaimana penilai terus harus mampu memahami bisnis klien. Dari situ dia banyak belajar pengalaman baru, yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. “Di profesi penilai sangat menyenangkan untuk terus belajar, bagi yang senang mempelajari pegetahuan baru cocok di profesi penilai,” terangnya.

Selain itu, Tobing juga menyampaikan dukanya menjalani profesi penilai. Sebagai profesi yang independen, dia mengakui saat hasil penilai tidak sesuai dengan apa yang diharapkan klien, penilai dianggap menghambat pekerjaan klien. Padahal penilai itu juga dibayar klien, namun harus tunduk pada KEPI dan SPI dalam menjalankan pratik profesinya. “Ini jelas berbeda dengan jasa konsultan yang selalu mengikuti harapan klien. Dimana konsultan memastikan keinginan klien terpenuhi,” terangnya.

KJPP Tobing Panuturi & Rekan

Banyak pengalaman praktik di penilaian, sebagai kepala Cabang Jakarta 1, KJPP Pung’s Zulkarnain. Di tahun 2019, Tobing mendirikan PT Paroha Topas Sejahtera. Perusahaan ini didirikan dengan menyediakan jasa-jasa umum, Studi kelayakan, monitoring proyek, studi HBU, pemetaan atas dan bawah tanah, IT, konsultan membangun desa dan Kawasan Desa dan jasa lainnya.

Di tahun 2020, Tobing mendirikan KJPP Tobing Panuturi & Rekan, yang bergerak di bidang penilaian dan konsultan manajemen. Berdirinya KJPP Tobing Panuturi & Rekan ini juga mendapat restu dari managing Partner KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan, Pung S. Zulkarnaen. “Pak Pung sebagai pimpinan, orang tua dan sahabat memberikan support penuh berdirinya KJPP Tobing Panuturi & Rekan,” terang Tobing.

Bentuk support, Tobing menambahkan bukan hanya di berikan padanya, namun rekan di KJPP Pung’s Zulkarnain lain yang ingin mandiri selalu mendapat dukungan penuh. Ini sejatinya bagian dari mitigasi risiko, dimana KJPP semakin besar, besar pula risiko. “Risiko itu tanpa di sengaja bisa selalu datang, namun pisah dari KJPP Pung’s lebih karena keinginan mandiri. Saat peresmian Pak Pung’s juga hadir,” tambahnya.

Dengan banyaknya usaha jasa yang didirikan tidak lain strategi bisnis yang di bangun di Holding perusahaannya. Ujungnya, Tobing menjelaskan bila ada order yang tidak bisa masuk ke KJPP, bisa dikelola dan dikerjakan perusahaannya. Mulai jasa konsultan Studi kelayakan, monitoring proyek, konsultan manajemen, hingga perpajakan. Bahkan di PT. Topaz Inti Sedaya yang bergerak di jasa konsultasi pajak, menggandeng partner asing IC Advisor. Itu untuk memudahkan pekerjaan jasa konsultan pajak dari perusahaan lokal dan asing yang ada di Indonesia.

Ketiga divisi usaha jasanya, Tobing mengakui tidak pernah ada benturan kepentingan untuk menjalankan peran masing-masing. Sampai untuk mendapatkan pekerjaan seperti jalur terputus. Untuk KJPP dan bidang jasa konsultasinya, Tobing di dua perusahaan itu menjabat sebagai Direktur Utama dan di KJPP Tobing Panuturi & Rekan sebagai Managing Partner, berencana melebarkan sayap bisnis jasanya di Banjarmasin dan Medan. “Medan bagian untuk mengabdi di kampung halaman. Saat ini sedang proses, mohon doanya ya,” jelasnya.

Perjalanan karir di bisnis jasa konsultan, selama kurang lebih 20 tahun, Tobing mampu mengembangkan bisnis jasa konsultan mulai jasa pajak, konsultan bisnis, hingga konsultan penilaian. “Semua ini hasil kerjasama seluruh tim dan rekan, maju bersama dan saling percaya,” terangnya. Melalui bisnis yang dibangun, Tobing sadar memberikan tempat yang layak untuk SDM mampu mengembangkan karir profesional.

Sebagai profesional yang mampu membangun imperium bisnis jasa konsultan, Panuturi L Tobing tercatat sebagai anggota MAPPI, penilai publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan, penilai di pasar modal (OJK), penilai yang terdaftar di IKNB (OJK). Juga pemegang Certified Securities Analyst (CSA), Certified Assesor CSA/RSA di LSP-PM. Pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen di MAPPI, pengajar di MAPPI, pernah mengajar di kampus D3 Penilai STAN dan  PWK Podomoro University.

Bisa Dioptimalkan KJPP Lain

Tobing di PT Paroha Topas Sejahtera juga melengkapi SDM-nya dengan keahlian pemetaan yang melibatkan pesawat tanpa awak (UAV). Bisnis pemetaan itu diarahkan untuk mengerjakan pekerjaan dari pemerintah, perkebunan, swasta dan lainnya. Dan di perusahaan itu juga dilengkapi dengan sertifikasi pilot pesawat tanpa awak.

Dari situ Tobing menjelaskan profesi penilai ke depan, harus mampu melakukan transformasi konvensional ke digital. Dimana di profesi penilai harus mengadopsi artificial intelligence (AI). Bila ini dikaitkan dengan pesawat tanpa awak (drone) digunakan untuk membuat kecerdasan ruang (spatial intelligence). Dimana setiap ruang menyediakan bukan hanya peruntukan tetapi hingga nilai. Tentunya tetap membutuhkan verifikasi. Sebab di penilaian bukan matematika pasti, dimana A ditambah B lebih kurang C,” terang Tobing.

Data spatial intelligence itu, lebih lanjut Tobing menjelaskan tetap membutuhkan penilai berpengalaman untuk memperdalam investigasi dan survey objek penilaian. Teknologi sebatas alat bantu yang mempermudah pekerjaan penilaian. Seperti untuk menilai objek lelang, Tobing memberikan contoh bila ada pembatasan untuk memasuki objek, bisa dilakukan dengan menerbangkan pesawat tanpa awak (drone) untuk memastikan objek, sepanjang diijinkan. Atau untuk memastikan ketinggian gedung. Meski demikian, penilai tetap harus melakukan survey lebih dalam lagi.

Kemampuan drone yang dimiliki perusahaannya, memang untuk mengerjakan pekerjaan pemetaan atau survey penilaian untuk objek yang luas dan besar. Kapasitas drone yang dimiliki PT Paroha bisa mencapai radius lebih dari 25 km dari titik kendali. Juga bisa untuk memastikan ketinggian Gedung perkantoran, pembukaan dan tutupan lahan, melakukan survey dan pemetaan perkebunan yang luas. “Hasil pemotretan drone sangat presisi, karena dipandu dengan titik ikat koordinat BM/GCP yang lebih presisi atau dengan GPS Geodetik,” terang Tobing lagi.

Untuk KJPP yang memerlukan jasa pemetaan atau survey objek yang mengharuskan menggunakan drone (pesawat tanpa awak), namun masih enggan untuk berinvestasi di infrastruktur itu, bisa memanfaatkan drone milik PT Paroha. “Bila ada teman penilai atau KJPP yang butuh tetapi masih ragu untuk investasi bisa memanfaatkan,” terang Tobing.

Bila sudah siap berinvestasi, Tobing menyarankan spek yang paling minim dan bisa untuk mendukung pekerjaan penilaian DJI Spark. Harganya masih terjangkau dan hasilnya sudah cukup baik untuk skala kecil seperti untuk pengamatan objek properti yang tidak dapat terinspeksi karena keterbatasan akses.

Untuk pengamatan lahan yang lebih luas dapat menggunakan spesifikasi yang kebih tinggi seperti Fixed Wing, DJI P4 dan lain-lain. “Infrastruktur ini bisa mendukung PT dan KJPP untuk membantu pekerjaan penilaian,” tutupnya. (Hari Suharto)

5 1 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x