Ayo Berinvestasi Ke Blitar

by redaksi

Bupati Blitar, Rijanto tidak main-main mendorong investasi masuk ke wilayahnya. Sudah tiga kali, Pemkab Blitar menggelar Gathering Forum Bisnis di Jakarta untuk mendatangkan investasi ke Blitar. Semua untuk membangkitkan ekonomi daerah, menyerap tenaga kerja, dan mensejahterkan masyarakatnya.  

Wartapenilai.id—Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar gathering forum bisnis bersama stakeholder dan investor.  Kegiatan gathering ini yang ketiga kalinya diselenggarakan untuk menggait dan meningkatkan iklim investasi melalui kemudahan berusaha di Kabupaten Blitar.

Gathering ini diinisiasi Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTPSP) Kabupaten Blitar, yang menghadirkan sejumlah investor dan calon investor DKI Jakarta, Bandung, Bulog, group LIPPO, Ancol Mension, pengusaha hotel, kuliner di Jakarta dan lainnya. Pengusaha dari Blitar diikuti pengelola Kampung Coklat, Pengusaha kulliner, Pengusaha Petelor dan Ayam Kalkun, juga peternak kambing susu. Kegiatan itu berlangsung di Hotel NAM Kemayoran Jakarta Pusat, 1 Maret 2020.

Acara gathering selain menandatangani Perpanjangan MoU dengan Pemprov DKI Jakarta untuk bisnis telor ayam, juga dilakukan MoU dengan Koperasi sebagai kepanjangan tangan Pemkab menjembatani bisnis dengan pelaku bisnis di Jakarta. Setelah itu kegiatan gathering diisi bicang santai Bupati Blitar, Rijanto yang didampingi BPKM Pusat, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito dan Staf Bank Indonesia Cabang Kediri, untuk menyakinkan potensi Blitar kepada calon investor yang hadir.

Bupati Blitar, Rijanto dalam pemaparannya cukup antusias menjual potensi daerah yang di pimpinnya kepada investor dan calon investor untuk menanamkan investasinya di wilayahnya. Blitar memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan baik di bidang pertanian, perikanan, peternahan, produksi dan industri, yang didukung ketersediaanya lahan masih luas di Kabupaten yang memiliki luas 1500 km ini, perijinan mudah serta keamanan terjamin.

Potensi unggulan Kabupaten Blitar diantaranya produsen telor ayam dan cabe keriting unggulan. Dalam satu hari, untuk telor ayam, Blitar mampu menghasilkan 800 hingga 900 ton telor ayam. “Sebelum digalakan kerjasama, potensi telor hanya terserap 400-500 ton, setelah pemerintah daerah menggalakkan kerjasama produksi telor terserap mencapai 800 hingga 900 ton per hari,” terang Riyanto.

Pemda Blitar saat ini sudah menjalin kerjasama untuk memasok telor ayam dengan Pemerintah DKI dan Pemda Tasikmalaya. Kerjasama lainnya dilakukan dengan Pemda Majene dan Pemda Lumajang. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, Pemda Blitar membutuhkan pasokan jagung sebagai bahan makan ternak. Ini untuk menjaga kelangsung produksi telor ayam dan peternakan lainnya. “Kebutuhan Jagung per hari sekitar 1500 hingga 2000 ton, dan masih mengandalkan pasokan dari luar Blitar,” terangnya.

Potensi komoditas lainnya, Rijanto menjelaskan seperti cabe keriting perhari mampu produksi 30 hingga 60 ton, ayam petelor produksinya mencapai 800 hingga 900 ton per hari, susu segar produksi mencapai 120 ton per hari. “Untuk telor, Blitar mampu memenuhi 30 % kebutuhan nasional,” terangnya.  

Dengan adanya kerjasama dan masuknya investor ke Blitar, Rijanto berharap ada perubahan iklim investasi dan berusaha di wilayahnya. Apa yang disampaikan ke calon investor bisa membuat mereka berbondong-bondong datang ke Blitar. “Investor yang masuk akan kami layanan dengan baik untuk tujuan investasi. Dengan begitu blitar semakin maju dan sejahtera,” terang Rijanto.

Rijanto menyadari membangun Kabupaten Blitar tidak bisa menghandalkan APBD yang hanya sebesar Rp 2,3 triliun. Disinilah dibutuhkan inovasi untuk menggerakan ekonomi daerah, di bawah kepemimpinannya lebih memilih menggandeng investor untuk membangun Blitar. Rijanto mengutip penyataan Presiden Joko Widodo, bahwa masuknya investor ke daerah menjadi penting. Sebab, pembangunan tidak bisa hanya digerakan APBN yang hanya menyumbang 16 % dan APBD sebesar 7 % dan total hanya mencapai 23 %. Kekurangan yang 77 % inilah yang harus melibatkan dunia usaha mendorong masuknya investasi ke darah. “Betapa pentingnya investasi masuk ke daerah,” terangnya.

Sementara investasi yang sudah berhasil di dorong masuk ke Blitar diantaranya, investasi peternakan sapi susu segar PT Green Field mencapai investasi Rp 1.6 triliun, NSA untuk buah pisang sebesar Rp 50 miliar, Rejoso Manis Indo Rp 1.1 triliun, pabrik gula alam Rp 917 miliar. “Dengan masuknya investor bisa menggerakan ekonomi lokal. Pemda akan terus membuka kerjasama untuk mempermudah pelaku bisnis mengembangkan bisnisnya. Dan masyarakat Blitar sudah siap menerima masukan investasi dari luar,” jelasnya.

Tidak hanya kemudahan regulasi yang ditawarkan, Kabupaten Blitar juga memiliki tenaga usia produktif yang melimpah. Masuknya investasi diarahkan untuk menyerap tenaga kerja, memperkenalkan potensi Blitar, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat biltar, jelas Rijanto.

Sementara Ketua DPRD Blitar, Suwito yanag hadir dalam Gathering siap mendukung kerja keras Pemerintah Kabupaten Blitar mengembangkan potensi daerah dengan mendatangkan investor masuk ke wilayah. “Kami mendukung penuh upaya kerja keras dan saya juga membantu menjual potensi Blitar agar banyak diminati investor,” terang Suwito.

Investasi Di Blitar

Pengusaha lokal yang terlibat dalam gathering adalah Pimpinan Kampung Coklat, Kholid Mustofa, Peternak Kambing Perah, Mansur; Pt Jatinom Indah, peternak ayam petelor dan ayam kalkun,  serta pengusaha kuliner dan olahan CV Mois Rasa Nusantara.

Pimpinan Kampung Coklat, Kholid Mustofa memaparkan kalau ingin meningkatkan kekayaan atau aset tanamlah invetasi di Blitar. Sebab, Blitar memiliki banyak potensi yang sedang tumbuh. Blitar sudah menjadi daerah yang layak dikunjungi sebelum melanjutkan kunjungan wisata ke daerah lain.  Potensi destinasi saat ini sudah mencapai 71 destinasi yang layak dikunjungi. Di bidang  wisata kota ini sudah mengintegrasikan stakeholder pariwisata yang ada. Mulai destinasi, travel, PHRI, kuliner, dan pusat oleh-oleh. “Lintas stakeholder wisata saling terintegrasi,” terang Mustofa.

Disinilah Mustofa menawarkan adanya kebutuhan untuk rest area yang dibutuhkan pengunjung untuk istirahat sejenak. Saat ini lahan rest area sudah dipersiapkan, tinggal mengandeng pelaku bisnis yang ingin masuk ke Blitar berinvestasi di bidang hotel, pusat oleh-oleh, dan lainnya. “Kami siap dengan pola kerjasama yang saling munguntungkan, investasi aman. Terganrasi dengan adanya kunjungan ke Kampung Coklat. Sebab, pada hari libur di Kampung coklat memiliki kunjungan sebanayk 15 ribu orang,” terangnya.

Potensi Blitar bukan hanya kampung coklat, ada peternak kambing susu dan petelor juga mempresentasikan potensi produksi telor dan susu, serta daging ayam kalkun yang siap mendukung dunia kuliner, baik di Blitar maupun di luar blitar. Bahkan pemilik ayam petelor yang mencapai 1 juta ekor dan peternak ayam kalkun ini siap mensunplay kebutuhan daging kalkun. “Kami siap mensuplai kebutuhan daging kalkum dan menerima pola kerjasama untuk pengembangan peternakan ayam,” terangnya.

Selain pengusaha dan produksi lokal yang di tampilkan pada gathering, Kabupaten Blitar masih memiliki potensi produk unggulan lain mulai sambel olahan, sambel pecel, keripik, olahan laut dan produksi rumahan lainnya yang siap menerima kerjasama dari calon investor yang berminat. Baik itu untuk penjualan langsung maupun kerjasama dalam jangka panjang yang saling menguntungkan.

Blitar memiliki potensi penghasil susu, gula, telor yang berlimpah. Mungkin ini juga menarik pengusaha tepung terigu untuk mendirikan pabrik tepung di Blitar. Dengan begitu Blitar bisa menjadi produsen makanan olahan yang lengkap. “Telor, gula, susu adalah bahan baku utama bahan manakanan termasuk roti. Dan tinggal satu tepung yang perlu digait masuk ke Blitar,” terang Kepala Diskominfo Kabupaten Blitar, Eka Santa.

Gathering ini banyak diminati calon investor, namun ada beberapa investor yang masih terlihat ragu. Keraguan ini tidak lain, mungkin mereka belum memahami kondisi wilayah dan calon mitra yang cocok untuk kerjasama. Mungkin Pemerintah Kabupaten Blitar, ke depan mengadakan kunjungan investor yang berminat berinvestasi ke Blitar dengan cara mengajak mereka datang dan berkunjung ke Blitar dengan transportasi dan akomodasi di tanggung Pemda. Siapa tahu, dengan cara itu calon investor semakin berminat dan mengenal mitra kerjasama, mengenal wilayah Kabupaten Blitar dan membenaman investasi di Blitar. Dengan Begitu masyarakat Blitar semakin sejahtera. (HS)

 

0 0 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x