Sejak diberlakukan MRA Jasa Akuntan, Asean CPA pertama digelar di Indonesia. Melalui conference itu penyandang gelar Asean CPA mulai dipromosikan keberadaannya, baik dikalangan industry, bisnis, pemerintah hingga akademisi.
WartaPenilai.id—Indonesia menjadi tuan rumah The 1st Asean Chartered Professional Accountant (CPA) Conference 2019. Konferensi CPA, yang digelar di Hotel Inaya Putri Bali, Badung, Bali, 16 Oktober 2019 lalu, diikuti 350 akuntan se-Asean.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, membuka konferensi itu dan mengatakan sertifikasi CPA perlu terus digaungkan serta dikembangkan untuk menghasilkan para akuntan yang kompatibel, dan mendorong akuntan lokal setara dengan akuntan di negara lain di Asean. “Tujuannya Akuntan Indonesia bisa menggarap potensi market Asean yang begitu sangat besar,” terang Sri Mulyani di Bali,
Sebagai mana diketahui, konferensi ini pertama digelar, sejak akuntan se-Asean saling mengakui atau Mutual Recognition Arrangement (MRA), yang diteken Menteri dari 10 negara Asean di Myanmar 13 Nopember 2014.
Kegiatan ASEAN CPA Conference pertama ini hasil kerjasama Kementerian Keuangan dan Sekretariat ASEAN, yang didukung Insitute Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Institute Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dan ASEAN Federation of Accountants (AFA).
Dengan adanya MRA Asean CPA, Akuntan Indonesia berpeluang menggarap potensi ekonomi Kawasan Asean. Asean sebagai satu kesatuan sebagai pasar yang memiliki pertumbuhan cepat dan menjadi kekuatan sekono baru di dunia. Tahun 2030 Asean diprediksi menjadi Kawasan ekonomi keempat terbesar dunia.
“Oleh karena itu, profesi anda sebagai akuntan penting untuk memastikan ekonomi terus tumbuh kuat, bisnis terus berkembang dan akuntabilitas tetap teratas. Sehingga, untuk masa depan ASEAN yang lebih baik, mari kita sama-sama menyambut the era Asean CPA,” terang Sri Mulyani.
Sri Mulyani menuturkan, dalam hal ini baik negara, institusi maupun korporasi membutuhkan laporan keuangan yang balance dan realibel yang dapat dilaporkan kepada publik sebagai tanggung jawab pengelolaan keuangan. “Sehingga publik khususnya para pemegang saham di korporasi bisa mengetahui kesehatan keuangan dari lembaga tersebut,” tuturnya.
Hingga saat ini, anggota ASEAN CPA telah mencapai 3770. Indonesia menduduki peringkat pertama, sebanyak 1291 ASEAN CPA. Posisi kedua ditempati Malaysia berjumah 873, lalu Thailand 593, Singapore 592, Myanmar 403, dan Philipina 18.
Proses MRA ini dilakukan, dimana seluruh akuntan yang mendapatkan lisensi/sertifikat profesi yang diakui regulator atau organisasi profesi berhak memperoleh Chartered Professional Accountant atau ASEAN CPA.
Seperti gelar Certified Accountant (CA) dari IAI, Certified Professional Management Accountant (CPMA) dari IAMI, dan Certified Public Accountant CPA dari IAPI, menjadi Asean CPA. Tentu melalui rekomendasi Association monitoring Community Indonesian (AMCI)— terdiri Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK), IAMI, IAI, dan IAPI.
Asean CPA, indetitas tunggal akuntan professional di Kawasan Asean, mengambil peran penting pengembangan pasar ASEAN, guna mendukung pengembangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Asean CPA, secara legal diizinkan memberikan layanan akuntansi, akuntan professional bersertifikat di negara Asean mencakup Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.
Dengan begitu mereka bisa praktik lintas negara di kawasan Asean, tentunya melalui proses registered Foreign Profesional Accountant dari setiap negara tujuan. “Jika berpraktik di Asean sudah tidak dipertanyakan lagi sertifikasi proffesinya,” terang Adji Suratman, anggota Dewan CPMA.
Konferensi ini dirancang sebagai wadah diskusi akan kebutuhan dan tantangan akuntan dari masa ke masa. Dengan gelar ASEAN CPA, akuntan Indonesia yang jumlahnya terbilang banyak dari negara lain, bisa mewarnai praktik akuntansi dan audit di Kawasan Asean.
Konferensi ini memperkenalkan dan mempromosikan keberadaan ASEAN CPA baik di kalangan industri, pemerintah, pengusaha, akademisi.
Dimana korporasi pengguna jasa, membutuhkan akuntan profesional untuk menyajikan informasi transparan dan bisa dibuktikan kewajarannya. Asean CPA menjawab tantangan laporan keuangan berkualitas hanya bisa dihasilkan oleh pelaku yang memiliki sertifikasi jelas. Selain itu, konferensi juga meresmikan logo Asean CPA dan menetapkan pelaksaan konferensi tahun depan digelar di Filipina.
Melalui Konferensi ini, terjalin komunikasi yang baik diantara pelaku jasa akuntansi dan audit, bahkan membangun jejaring perluasan pasar jasa akuntansi dan audit di wilayah Asean lainnya. juga sebagai ajang tukar best practice industri Accounting Services, roadmap ASEAN CPA dan Blueprint ASEAN Economic Community 2025. (HS/***)