Mendekatkan Dua Profesi

by redaksi

Wartapenilai.id—Terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) pada 2014, Virgo Eresta Jaya ingin membangun sinergi dengan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), agar profesi land surveyor dan penilai bisa saling menunjang.

Sebenarnya, sosok Virgo Eresta Jaya sudah tak asing bagi kalangan penilai. Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam dan Surabaya II ini pernah menduduki jabatan Kepala Subdit Kasubdit Penilaian Bidang Tanah, Deputi bidang Survei Pengukuran dan Pemetaan BPN RI, yang membuatnya harus sering bersinggungan dengan profesi penilai. Bahkan, beberapa kali Virgo menjadi nara sumber dari kegiatan yang diselenggarakan oleh MAPPI.

“Memang, sebenarnya profesi land surveyor dan penilai itu sangat dekat, bisa saling menunjang atau bersinergi,” ujar Virgo. Namun begitu, ia menyadari profesi surveyor belum memperoleh tempat terhormat atau selayaknya di Indonesia. “Jadi, saya dipercaya menjadi Ketua Umum ISI mengemban tugas berat, membangun profesi ini agar punya marwah di negeri sendiri,” Virgo menjelaskan.

Lahir di Kendari, 16 September 1969, Sarjana Teknik Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini meraih gelar Master of Engineering Science in Land Administration dari The University of New South Wales pada 1997. Kini, di BPN RI, ayah dari tiga orang anak ini menduduki jabatan Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Penerapan Teknologi Informasi Pertanahan.

Virgo terbilang sudah cukup lama aktif di ISI. Pada periode 1999-2002, ia dipercaya menjadi Kepala Bidang Penelitian. Vakum pada satu periode berikutnya, pada 2008-2011, Virgo menjadi Sekretaris Jenderal II ISI. Kemudian, untuk periode 2011-2013, ia menjadi Wakil Ketua Dewan Geomatika Indonesia. Dan, akhirnya sejak 2014 dipercaya menjadi Ketua Umum ISI.

Virgo sadar, kini ia memimpin asosiasi tempat berhimpunnya para profesional yang profesinya belum begitu dikenal publik atau belum memperoleh tempat yang selayaknya. Ia mencontohkan, ketika sebuah proyek pembangunan selesai dibangun, yang pertama memperoleh perhatian atau apresiasi adalah siapa arsiteknya atau isinyurnya. “Tidak pernah orang bertanya siapa surveyornya,” ujar Virgo.

Padahal, menurutnya, dalam seluruh rangkaian proyek pembangunan, surveyor adalah orang yang pertama kali terlibat dalam pengerjaannya. Surveyor yang melakukan survei terhadap tanah yang akan dijadikan tempat suatu proyek bangunan. Pendek kata, surveyor bekerja paling awal, di depan, setelah itu baru dilanjutkan oleh profesi-profesi lain, seperti arsitek, misalnya.

Contoh lain dalam hal penilaian, misalnya. Dalam menilai sebidang tanah, profesi penilai akan membutukan sertifikat lengkap dengan petanya. Sertifikat ada, peta tersedia, karena surveyor telah beres melakukan pekerjaannya. “Karena bekerja paling depan, jadi peran surveyor sering luput dari perhatian,” ujar Virgo.

Mengangkat marwah profesi surveyor agar memperoleh tempat yang layak itulah salah satu tugas yang akan dituntaskan Virgo selaku Ketua Umum. Itulah, menurut Virgo, yang menjadi tantangan pertama dalam upaya pengembangan profesi surveyor di Indonesia. “Tantangan pertama ke dalam adalah bagaimana semakin mengenalkan profesi surveyor ke publik,” kata Virgo.

Tak sekadar mengenalkan, yang dimaksud Virgo adalah bagaimana membangun kesadaran dan pemahaman kepada publik akan pentingnya peran profesi surveyor dalam setiap kegiatan yang, baik secara langsung maupun tidak, berkaitan dengan masalah pertanahan.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana meningkatkan kompetensi dan profesionalitas survefor anggota ISI. Karena itulah, di bawah kepemimpinan Virgo, ISI akan terus menggenjot atau memperbanyak program-program pendidikan profesi, termasuk penataan dan penyempurnaan uji kompetensi dan sertifikasi profesi.

Untuk ini pun, ada banyak kendala yang dihadapi ISI. Sebab, induk regulator profesi ini ada di banyak lembaga pemerintah yang masing-masing menerbitkan lisensi sendiri, belum di bawah satu atap. Misalnya, Kementerian Pekerjaaj Umum dan Perumahan Rakyat menerbitkan lisensi untuk surveyor, begitu juga dengan BPN dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

“Jadi, belum jelas kita ini harus menginduk ke mana,” ujar Virgo. “Kalau profesi penilai sudah jelas, hanya menginduk ke Kementerian Keuangan. Nah, surveyornya ini banyak bosnya,” imbuhnya.

Namun demikian, dengan segala keterbatasan yang ada, Virgo bertekad untuk terus memperkuat asosiasi yang dipimpinnya agar memberi lebih banyak manfaat kepada para anggotanya. Misalnya, ia akan membangun sinergi dengan profesi-profesi lain yang bersinggungan dengan bidang kerja survei dan pemetaan, seperti penilai.

Misalnya, untuk kegiatan penilaian, jika belum ada data dan peta tanah di BPN, penilai bisa meminta kepada surveyor untuk menyediakan data dan peta yang diperlukan. Untuk penilaian kebun, misalnya, penilai juga bisa meminta bantuan surveyor yang telah dilengkapi teknologi canggih pemindaian tanaman. “Dengan sinergi seperti ini, kerja penilai akan lebih mudah,” tandas Virgo.

Bahkan, MAPPI dan ISI, demikian menurut Virgo, menggelar pendidikan profesi lanjutan (CPD) bersama. Selain untuk bertukar ilmu, kerja sama pendidikan seperti ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi kedua profesi tersebut. Menurut Virgo, untuk mempermudah pekerjaannya, surveyor juga membutuhkan pengetahuan di bidang penilaian. Sebaliknya, penilai pun membutuhkan pengetahuan di bidang survei dan pemetaan.

“Dua-duanya saling membutuhkan,” ujarnya. Bahkan, lanjut Virgo, sinergi juga bisa dilakukan di tingkat praktis. Ia memberi contoh, untuk menentukan nilai tanah suatu kawasan di daerah tertentu, misalnya, surveyor yang bertugas membuat garis zonasinya. Setelah itu, baru penilai yang mengisi atau menentukan nilainya. “Ini akan menjadi kolaborasi yang bagus,” tandasnya.

Dengan berbagai terobosan dan program yang dicanangkannya, Virgo yakin ke depan ISI mampu berperan penting tidak hanya dalam pengembangan profesi surveyor di dalam negeri, namun juga memberikan “peta” yang jelas bagi pelaksanaan pembangunan nasional. “Kalau mau pembangunan terlaksana dengan baik, peta tanahnya harus benar, dan itu menjadi tugas surveyor,” pungkas Virgo. (***)

0 0 votes
Article Rating
0
FacebookTwitterPinterestLinkedinWhatsappTelegramLINEEmail

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
  1. https://palembang-pos.com/
  2. https://dongengkopi.id/
  3. https://jabarqr.id/
  4. https://wartapenilai.id/
  5. https://isrymedia.id/
  6. https://onemoreindonesia.id/
  7. https://yoyic.id/
  8. https://beritaatpm.id/
  9. https://www.centre-luxembourg.com/
  10. https://jaknaker.id/