SEPAKAT Bawa Perubahan

by redaksi

Komitmen bimbel gratis membantu penilai lolos Sertifikasi di MAPPI, patut diacungi jempol. Selain itu, Balon Paket SEPAKAT juga melakukan silaturahmi ke sejumlah KJPP untuk meminta restu dan dukungan, maju ke pesta pemilihan Balon DPN MAPPI yang digelar 19 September 2020 mendatang.

Wartapenilai.id—Silaturahmi ke senior penilai itu dilakukan, sebagai wujud apresiasi Paket SEPAKAT menyerap aspirasi, juga mensosialisasikan program kerja yang diusungnya. Silaturahmi itu untuk meminta restu dan dukungan dari para senior  dan unior penilai,  maju menjadi DPN MAPPI.

Sebelum Covid-19, Paket ini melakukan kunjungan ke KJPP Antonius Setiady & Rekan (sebelum Antonius Setiady Almarhum), KJPP Felix Sutandar  & Rekan, KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan, KJPP Rengganis Hamid & Rekan, KJPP Jimmy Prasetio & Rekan, KJPP Suhartanto Budhihardjo & Rekan serta bersilaturahmi dengan Ketua MAPPI Pertama, Rasoeli Moeloek.

Kali ini usai membuka Bimbel PDP-2 Properti, Abdullah Fitriantoro didampingi Timses SEPAKAT Firmansyah, mengunjungi ke KJPP Aksa Nelson dan Rekan, di bilangan Kebayoran Lama, 13 Agustus 2020.

Abdullah Fitriantoro atau biasa di sapa Kak Toyo diterima managing Partner KJPP Aksa Nelson & Rekan, Aksa Nurdin bersama seluruh staf penilainya. Dalam pertemuan itu, Aksa Nurdin merasa tersanjung, mendapat kehormatan kedatangan Balon DPN Paket SEPAKAT.

Aksa menilai apa yang dilakukan SEPAKAT seperti Bimbel penyegaran sangat membantu perkembangan profesi penilai di masa mendatang, dengan meningkatkan kompetensi melalui bimbingan belajar gratis. “Penilai disini selalu mengikuti bimbel yang di gelar Paket SEPAKAT. Sangat bagus serta banyak membantu staf disini menempuh sertifikasi MAPPI untuk mendapat RMK,” terang Aksa Nurdin.

Sementara, Kak Toyo dalam pertemuan itu membeberkan niatnya silaturahmi untuk minta restu bahwa Paket SEPAKAT akan membawa perubahan di MAPPI. Toyo memaparkan tiga pilar konstruksi program kerja yang diusung, saling berkaitan satu sama lain. Seperti Pilar-1, perlindungan, keamanan dan kepastian hukum. Pilar-2, pembangunan profesionalisme penilai maju, berintegritas dan kompeten. Dan Pilar-3, menciptakan lingkungan profesi yang bermanfaat, sejahtera dan berkesinambungan.

Dalam pemaparannya, Toyo menegaskan akan memberikan pembekalan penilai yang turun dilapangan memahami hukum terkait data pembanding dengan benar. Bagaimana survey dan inspeksi lapangan dilakukan untuk memperoleh data pembanding yang bisa dipertanggungjawabkan. Dokumentasi data pembanding harus dilakukan dengan benar, sebab itu sudah menjadi dokumen hukum, baik nara sumber data dan dokumentasi dilakukan dengan benar. “Data pembanding harus memenuhi kaedah hukum, bila dikemudian hari timbul masaah, dilakukan kaji ulang masih bisa dipertahankan,” terangnya.

Oleh karena itu, Paket SEPAKAT lebih memillih memperkuat sisi pendidikan dan menamakan integritas pada penilai yang melakukan survey dan inspeksi dilapangan. Dengan membekali kompetensi pada penilai di lapangan, hasil penilaian yang dikeluarkan KJPP bisa minim risiko. Ini dilakukan melalui Bimbel penyegaran untuk meraik RMK. Baru memperkuat kompetensi dengan update perkembangan terkini terkait penilaian.

Itu gambaran yang mencakup pilar-1 dan 2, profesi aman dan nyaman serta kompetensinya terus terjaga. Baru pilar-3 meningkatkan bisnis KJPP lebih kondusif. Untuk menghindari risiko hukum atas hasil penilaian, Toyo mendorong setiap KJPP mulai melirik bisnis jasa diluar penilaian yang diatur di PMK. Setidaknya ada 9 jenis jasa yang bisa dimainkan, untuk menambah pundi-pundi KJPP. Dan pekerjaan diluar penilaian, nyaris minim risiko risiko hukum dikemudian hari. “Kami dorong penilai banyak bermain diluar penilaian, dan membekali kompetensi yang dibutuhkan. Ini menjawab penurunan omset 50% sampai 60% akibat Pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap pekerjaan penilaian. Juga mendorong KJPP yang kecil tumbuh menjadi besar,” terang Toyo.

Apa yang disampaikan Abdullah Fitriantoro, mendapat sambutan dari Aksa Nurdin. Aksa menilai program kerja yang ditawarkan sangat ideal membawa perubahan penilai di MAPPI. Baik dari segi pendidikan lebih meningkat, kompetensi terjaga, profesi terlindungi, bisnis KJPP bertambah pekerjaannya. “Saya sepakat dengan program kerja yang ditawarkan, dan kami mendukungnya,” terangnya.

Program kerja, yang ditawarkan sudah terasa melalui Bimbel yang digelar SEPAKAT mulai penyegaran PDP-1, PDP-2, PDS, PLP-1 Bisnis dan bimbingan USP untuk meningkatkan kompetensi penilai. Mudah-mudahan, Aksa Nurdin berharap bisa menjadi kenyataan. Tiga pilar kosntruksi yang ditawarkan jelas bisa menjawab masalah dan tantangan yang dihadapi profesi ini.

Aksa Nurdin menambahkan selain pendidikan, peningkatan kompetensi dan integritas, juga menaruh perhatian pentingnya profesi ini diatur oleh UU Profesi. Aksa mengakui dengan belum adanya UU Profesi memang sedikit terombang ambing profesi ini lantaran belum ada UU. Juga MAPPI nanti lebih genjar melakukan sosialisasi peran profesi ini yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa. Sebab disemua lini pekerjaan penilaian mulai butuh pendanaan, kredit macet, hingga lelang ada peran profesi penilai.

“Intinya, bila memiliki kompetensi dan sertifikasi penilai, pekerjaan itu mudah datang, tanpa butuh marketing,” terang Aksa Nurdin.

Gratis Buat Anggota

Lebih lanjut Aksa menjelaskan terkait pendidikan designasi di MAPPI banyaknya peserta yang tidak lulus, harus menjadi perhatian bersama. Apa yang diajarkan dan di uji bila kelulusannya kurang dari 50% harus dilakukan kaji ulang. Apakah peserta didiknya yang kurang bisa memahami, pengajarnya yang tidak mahir menyampaikan, pembuat soalnya yang terlalu berputar-putar atau pengujinya yang bermasalah, jelasnya. Pertanyaan serupa juga dilontarkan staf penilai P di KJPP Aksa Neslon & Rekan menyikapi sulitnya kelulusan di MAPPI.

Tidak hanya itu, diskusi menarik terkait adanya niat jahat pengguna jasa, apakah semua bisa di deteksi dari awal, lalu cara menghindari. Yang ini tidak ada di pendidikan, namun bisa dirasakan dan trik untuk menghindari kembalikan ke empaty. Ilmu dan teknik penilaian tetap penting, bila menemukan kejanggalan dalam praktik kembalikan ke nurani diri. Apakah pantas, misalnya nilai bangunan itu sekian, apakah saya mampu membelinya. Itu salah satu cara mengendalikan diri dan sebelum mengeluarkan nilai review berulang kali agar tidak ada kesalahan yang lolos.

Menjawab pertanyaan itu, Toyo berjanji akan mencari akar masalahnya dan mensinkronkan materi dan pengajar, pembuat soal, serta penguji bisa sinkron. Selama ini, banyaknya kegagalan, mungkin, disebabkan kurang sinkron diantara ketiga pihak itu. “Itu akan kita bereskan, bila dipercaya memimpin MAPPI dan tetap menjaga kualitas kelulusan,” terang Toyo memberikan jaminan.

Lebih lanjut, Toyo menegaskan terkait dengan sistem downgrade Ujian Sertifikasi Profesi (USP) akan dihilangkan. “Itu tidak fair, memberatkan anggota. Masak kurang satu mata ajar, tiga kali tidak lulus bisa gugur dan harus mengulang dari awal,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Toyo memberikan garansi akan mengupayakan KEPI dan SPI gratis buat anggota, melalui aplikasi  khusus anggota aktif yang mendapatkan dan umum tetap berbayar. Mengakses KEPI dan SPI  dengan login ke website organisasi. Lebih lanjut, Dia menegaskan pedistribusikan ke anggota secara gratis akan dibahas dengan KPSPI, tanpa mengurangi hak cipta. “Penyusunan KEPI dan SPI menggunakan uang anggota, seharusnya anggota bisa mendapatkan gratis bukan membeli,” teran Toyo.

Tidak hanya itu, staf penilai Aksa Nelson & Rekan yang sedang giat menempuh pendidikan designasi di MAPPI berharap pelaksaan bimbel yang digelar Paket SEPAKAT terus dilanjutkan. Tidak berhenti sampai di situ. Staf penilai itu mengakui banyak membantu peserta bisa lolos ujian sertifikasi di MAPPI.

Terkait pertanyaan itu, Abdullah Fitriantoro menegaskan akan mempertahankan bimbel penyegaran untuk membantu penilai lolos sertifikasi dan membantu KJPP membuka cabang dengan memenuhi RMK. Tentunya akan dilakukan via on-line lebih murah, tanpa kehadiran dan tatap muka peserta tetap bisa memahami materi penyegaran.

Diakhir kesempatan itu, Toyo menegaskan dan mengingatkan penilai di lapangan yang melakukan survey dan inspeksi jangan mudah tergoda iming-iming pemberian klien. “Yang penting jangan terima apapun di luar fee penilaian,” terangnya Toyo untuk menjaga independensi dan marwah profesi ini.

Selain itu, penilai yang melakukan survey dan inspeksi menjadi mata dan telingga penilai publik. Kerja sesuai KEPI, SPI, dan aturan yang berlaku, menjaga dan selalu meningkatkan kompetensi. “Sekali lagi jangan terima apapun dari klien, kecuali fee penilaian,” tegas Toyo.

Bimbel PDP-2 Properti

Di hari yang sama, Timses Paket SEPAKAT menggelar Bimbingan Belajar (bimbel) PDP-2 Properti. Materi penyegaran yang diajarkan mulai dari analisa pasar, aplikasi penerapan biaya teknis bangunan (BTP), dan diselingi pembahasan soal. Kegiatan itu dipancarkan dari Kebayoran Lama, dan disiarkan via Zoom yang diikuti 154 peserta dan live streaming YouTube sebanyak 605 peserta, mulai pukul 10.00 hingga 16.16, 13 Agustus 2020.

Bimbel itu menghadirkan Anton Abdurahman (Rekan KJPP Yanuar, Rosye & Rekan) membahas teori dan praktik penerapan biaya teknis bangunan (BTP) dan Albert Chen (Managing Partner KJPP Rinaldi Albert, Baroto & Rekan), juga Hardinal (KJPP Pung’s Zulkarnaen & Rekan Cabang Tangerang Selatan). Kegiatan itu dipandu Juniadi Amral dan Firmansyah.

Dalam pemaparannya, Anton Abdurahman menjelaskan materi dasar aplikasi penerapan biaya teknis bangunan BTP). Seperti bagaimana menentukan klasifikasi rumah tinggal (sederhana, menengah, mewah), terutama jika masuk ranah abu-abu. Perlakuan jenis bangunan dan jenis materi yang belum di temui di BTB. Bila hasil penilaian di BTB berbeda jauh dengan RAB Pengembang. Lalu cara melakukan adjustment perbedaan kualitas material antara obyek dan model BTB.

Lebih lanjut, pembahasan mengulas perlakuan bangunan dalam bangunan (mezanin), melakukan penyesuaian BTB yang belum update di tahun sekarang.Bagaimana perlakuan bangunan belum memiliki IMB atau IMB tidak sesuai fisik. Menilai sarana pelengkap bangunan dan menentukan besaran entrepreneurial insentive. menghitung depresiasi secara simple dan akurat. Menilai bangunan yang melanggar tata kota/sempadan.

Sementara, Albert Chen menjelaskan cara membuat analisa pasar yang tidak rumit, bagaimana mendapat data dan informasi di lapangan sebagai dasar analisa pasar, merangkum data pasar yang bersumber dari riset seperti BI dan BPS. Penilai mengambil analisis pasar dari berita berita dan seberapa besar pengaruh analisis pasar dalam penilaian. Lalu dilakukan pembahasan soal time value of money. Setidaknya ada 13 soal yang diberikan dan dibahas secara bersama-sama peserta. Saat pembahasan  peserta lebih aktif melontarkan diskusi yang menarik.

Bimbel PDP-2 Properti, yang disampaikan memudahkan peserta mencerna. Pembahan materi mulai analisis pasar, BTP, hingga pembahasan soal PDP-2 properti ini banyak membantu. “Good luck, pengajarnya sangat bagus dan mudah menyampaikan. Saya semakin mudah memahami dan berani ikut ujian” terang Joko Hermanto. Selain itu, banyak peserta berterima kasih, baik pada Timses SEPAKAT, juga pengajar yang memberikan pemaparan materi gratis. Ini banyak membantu memahami materi lebih mudah, SEPAKAT lulus PDP-2 Properti. (***/HS)

3 2 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x