Menilai Paten, Bagaimana Caranya?

by redaksi

Pendekatan pasar untuk menilai paten, mengarahkan nilai paten kurang lebih sama dengan nilai paten sejenis atau produk yang telah dipatenkan yang telah dijual dan dibeli sebelumnya. Syarat ada pasar aktif untuk paten, atau yang serupa dan transaksi masa lalu dari properti yang sebanding.

Wartapenilai.id—Inovasi adalah cara bagi bisnis agar bisa tetap kompetitif di pasar. Salah satunya menjaga keunggulan kompetitif itu dengan melindungi ide-ide inovatif dan mencegah perusahaan lain memanfaatkan. Dengan mematenkan (paten) penemuan, inovasi, ide, si penemu atau perusahaan itu tetap aman dari pengguna lain, dalam jangka waktu tertentu.

Paten merupakan aset bagi perusahaan, dan investor sangat berkepntingan bagaimana teknik dan cara menghitung nilai paten. Paten memberi hak bagi penemu secara eksklusif atas proses, desain, atau penemuan yang dipatenkan untuk jangka waktu tertentu. Sedangkan bagi bisnis, paten masuk kekayaan intelektual, yang berbentuk aset tak berwujud.

Sifatnya yang tak berwujud, sejatinya sulit menilai paten dengan benar, namun tetap harus diperhitungkan dan dicatat dalam laporan keuangan perusahaan. Paten bisa dinilai dengan menggunakan berbagai metodologi tergantung jenis paten, apakah paten itu kemungkinan besar akan menghasilkan arus kas di masa depan atau tidak.

Hak eksklusif yang di lindungi paten sejatinya diberikan pada penemu untuk jangka waktu tertentu. Paten mengecualikan orang lain untuk membuat, menggunakan, atau menjual item yang dipermasalahkan selama masa paten tersebut. Setelah paten diberikan, penemu memiliki kewenangan secara hukum melarang orang lain membuat atau menjual penemuan di negara tempat paten diberikan.

Paten dilindungi, tetapi untuk membuat paten, penemuan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan UU. Penemuan itu masuk kategori mesin, produk buatan manusia, metode pengolahan.

Sedangkan kriteria inovasi mensyaratkan penemuan harus tidak diketahui. Investasi untuk membiayai penemuan itu tidak bisa menjadi salah satu yang telah diperlihatkan pada publik sebelumnya atau yang masuk kategori paten. Suatu invensi tidak akan dipatenkan jika invesi itu berbeda dari invensi yang telah dipatenkkan sebelumhya dengan membuat modifikasi yang jelas.

Dimana penemu medeskripsikan penemuannya secara memadai denngan cara yang memungkinkan orang dengan ketrampilan biasa bisa memahami penemuan itu.

Jenis paten banyak ragamnya seperti paten tanaman. Sebuah paten tanaman diberikan pemerintah untuk seorang penemu yang telah menciptakan atau menemukan varietas baru tanaman. Paten ini berlaku selama 20 tahun sejak tanggal pengajuan dan mencegah orang lain menjual atau menggunakan tanaman.

Lalu Paten Utilitas, paten ini diberikan kepada penemu yang menemukan atau menemukan proses, perangkat lunak atau mesin yang baru dan berguna, atau peningkatan fungsional baru apa pun pada penemuan yang sudah ada. Sebuah paten utilitas biasanya berlangsung 20 tahun sejak tanggal pengajuan. Sedangkan paten desain melindungi desain hias penemuan ini, ditingkatkan penampilan dekoratif atau bentuk. Paten ini tepat jika produk fundamental sudah ada dan tidak ditingkatkan fungsinya tetapi hanya dalam gaya. Paten ini berlaku selama 14 tahun sejak tanggal paten diberikan.

Bagaimana menilai sebuah paten. Paten bagi bisnis merupakan kekayaan yang harus dilindungi dan diperhitungkan nilai paten untuk dicatat di laporan keuangan. Apalagi nilai paten ini sangat penting bila perusahaan melakukan transaksi bisnis yang melibatkan merger dan akuisisi, pembubaran bisnis atau perusahaan mengalami kebangkrutan.

Bagian penting menilai paten untuk mendapatkan nilai dari invensi tersebut. Tidak masuk akal bisnis yang baik untuk mendapatkan paten atas suatu penemuan yang tidak akan menghasilkan pengembalian yang sesuai bagi penemunya. Karena paten merupakan asest tak berwujud, seringkali sulit untuk menetapkan nilai moneternya. Metode penilaian paten yang paling umum adalah metode analisis ekonomi.

Metode penilaian analisis ekonomi memiliki tiga pendekatan: biaya, pendapatan, dan pasar. Seperti pendekatan biaya mengasumsikan nilai paten tidak jauh dari biaya penggantian atau jumlah yang diperlukan untuk mengganti hak perlindungan atas penemuan. Biaya penggantian suatu barang mengacu pada jumlah uang yang akan dibayarkan, saat ini, untuk mengganti barang tersebut. Jika seorang penemu memiliki barang yang telah dipatenkannya, nilai patennya adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk menggantikan penemuan tersebut. Calon klien tidak akan bersedia membayar lebih untuk paten daripada jumlah yang harus dia bayarkan untuk mendapatkan hak perlindungan yang setara.

Sedangkan pendekatan pendapatan, melihat dari sisi arus kas masa depan dalam menentukan penilaian. Nilai paten sama dengan nilai sekarang dari arus kas atau penghematan biaya yang akan diberikannya. Ketika suatu perusahaan atau individu mengembangkan suatu produk yang berpotensi untuk dipatenkan, harapan produk yang dipatenkan berpengaruh terhadap peningkatan penjualan, atau setidaknya menjadi tolak ukur penghematan biaya di perusahaan tersebut. Pendekatan ini menegaskan nilai paten sama dengan nilai tunai saat ini dari manfaat masa depan ini.

Lalu pendekatan pasar, menekankan metodologi yang melibatkan penentuan berapa pembeli bersedia membayar untuk properti serupa. Dengan kata lain, nilai paten kurang lebih sama dengan nilai paten sejenis atau produk yang telah dipatenkan yang telah dijual dan dibeli sebelumnya.

Dua hal harus ada agar pendekatan ini digunakan untuk penilaian paten: adanya pasar aktif untuk paten, atau yang serupa dan transaksi masa lalu dari properti yang sebanding.

Penilai akan mencari nilai yang serupa untuk item berikut saat mencari paten yang sebanding: seperti karakteristik industry, pangsa pasar atau potensi pangsa pasar serta prospek pertumbuhan.

Baik bisnis maupun investor harus dapat mempertanggungjawabkan nilai paten. Lagi pula, penemuan dan inovasi baru sering kali membuat perusahaan berada di puncak. Sebagai aset tak berwujud, paten menghadirkan tantangan dalam hal penilaian, tetapi paten dapat menjadi sangat penting dalam menentukan keberhasilan perusahaan – dan keberhasilan investor yang membeli saham perusahaan tersebut. (***/Toto Aribowo)

0 0 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x