Pelaksanaan Munas XII MAPPI, pertengahan September 2020, sukses memilih tampuk kepemimpinan di organisasi penilai ini, juga menjadi role model pelaksanaan Musda DPD MAPPI. Setidaknya, ada 5 DPD MAPPI yang bakal menggelar pelaksanaan Musda hingga akhir tahun 2020 ini.
Wartapenilai.id—Dewan Pengurus Daerah (DPD) MAPPI, merencanakan menggelar Musda, diantaranya DPD Jawa Barat, DPD Jawa Tengah, DPD Sulamapua, DPD Sumbangut dan DPD Sumbagsel. Terkait pelaksanaan Musda di tengah Pandemi Covid-19 ini, Panitia berharap anggota lebih aktif memantau pelaksanaan kegiatan baik terkait jadwal, agenda, hingga informasi pendaftaran. Sebab, di tengah PSBB informasi pelaksanaan bisa cepat berubah dan anggota jangan tertinggal agenda penting Musda.
Sesuai di Anggaran Dasar (AD) MAPPI disebutkan Musda merupakan kekuasaan tertinggi organisasi ini di daerah yang diselenggarakan 4 tahun sekali. Musda sebagai ajang mengambil keputusan strategis anggota penilai di daerah, ajang menerima atau menolak LPJ pengurus sebelumnya, menetapkan kebijakan organisasi dan yang penting ajang suksesi pergantian tampuk kepemimpinan di DPD.
Sementara, terkait waktu pelaksanaan antara satu DPD dengan yang lain memang berbeda, tergantung kesiapan masing-masing panitia Musda. Seperti DPD Sulamapua bakal menggelar Musda 19-20 Oktober 2020. Sedangkan dua DPD yaitu DPD Jawa Barat dan DPD Sumbangut, menggelar Musda dalam waktu yang sama yaitu 30-31 Oktober 2020.
Untuk DPD Jateng melakukan musda tanggal 3-4 nopember 2020 dan DPD Sumbagsel, hasil rapat anggota 27 Agustus 2020 memutuskan menunda pelaksanaan Musda. Dan terkait penundaan itu, 3 September 2020 pengurus DPD telah berkirim surat ke MAPPI Pusat. Intinya DPD Sumbagsel akan sesegera mungkin menggelar Musda sebelum akhir tahun ini dengan mempersiapkan pembentukan SC, OC dan penentuan Jadwal Musda.
Pelaksanaan Musda, di setiap DPD akan digelar secara elektronik hybrid, memakai zoom atau webinar. Itu dilakukan dengan membenchmak kesuksesan pelaksanaan Munas XII MAPPI menjadi role model pelaksanaan Musda di setiap DPD. Namun untuk pelaksanaan pemilihan tetap dilakukan kehadiran secara fisik anggota untuk menentukan pilihan Ketua DPD periode 2020-2024.
Ketua Steering Committee Musda, DPD Jawa Barat, Sjariet Hidajat saat dikonfirmasi mengatakan agenda Musda sebagai ajang laporan pertanggung jawaban Ketua DPD periode 2016-2020, juga melakukan suksesi kepemimpinan di DPD Jawa Barat. “Di Jawa Barat Musda dilakukan berbasis elektronik mengingat masih ketatnya peberlakuan PSBB dengan menerapkan protokol kesehatan,” terang Sjariet.
Sjariet melanjutkan pelaksanaan Musda dipusatkan di suatu Hotel, namun dengan jumlah yang datang masih terbatas dan menerapkan protokol kesehatan. Di Jawa Barat, setiap hotel masih membatasi jumlah peserta yang hadir. “Hotel melakukan pembatasan setengah dari kapasitas yang bisa dipakai, terangnya.
Sementara anggota Penilai DPD Jawa Barat yang terlibat di Musda yang sudah mendaftar, belum memenuhi 50% plus 1atas undangan pertama yang berakhir 30 September ini. jika belum memenuhi, Sjariet akan membuat undangan kedua untuk anggota. “Posisi peserta Musda per 25 September 2020 mencapai sekitar 115 peserta, belum ada 50% plus 1 dari total anggota penilai di Jawa Barat yang mencapai sekitar 400 anggota,” terangnya.
Lebih lanjut, untuk suksesi kepemimpinan DPD Jawa Barat, Sjariet mengakui belum ada anggota secara pribadi yang mencalonkan diri, namun ada satu usulan calon Ketua DPD hasil aspirasi anggota yang didukung 20 surat dukungan. Sjariet berharap di awal Bulan Oktober 2020, Bakal Calon Ketua DPD Jawa Barat muncul balon dan mendaftarkan diri sebelum Musda di gelar. “Hasil usulan dan aspirasi dari anggota juga akan dikomunikasikan ke calon akan kesediaannya. Jangan sampai diusulkan namun si empu tidak bersedia,” jelasnya.
Lebih lanjut, terkait dukungan anggota terkait pencalonan Balon Ketua DPD Jawa Barat saat ini sedang di godok panitia. “Kita baru menjaring dari usulan anggota dan menginformasikan usulan nama-nama. Dan untuk Balon Ketua DPD yang akan bersaing di pemilihan Musda harus memenuhi syarat yang ditentukan. Mudah-mudahan semua lancar,” pinta Sjariet.
Panitia Musda baik SC dan OC DPD Jawa Barat telah mempersiapkan pelaksanaan Musda dengan baik, mulai dari tahapan, kesiapan IT, bahkan penetapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan sudah dipersiapkan dengan baik. “Sekali lagi mudah-mudahan tidak ada kendala,” jelasnya.
Sementara, Ketua Steering Committee, Musda DPD Sulamapua, W. Supriyono menjelaskan pelaksanaan agenda empat tahunan Penilai di daerah itu sudah dilakukan persiapan dengan matang. Undangan Musda pertama mampu menjaring lebih 50 % plus 1 penilai di daerah itu terlibat Musda. Dari total anggota penilai di DPD Sulamapua sebanyak 162 penilai yang sudah mendaftar mencapai 96 peserta.
Meski undangan pertama telah melampaui quarum Musda, Supriyono tetap akan menerbitkan undangan yang kedua, agar pelaksanaan kegiatan itu bisa maksimal menjaring masukan dan saran dari anggota demi DPD Sulamapua menjadi lebih baik. “Harapannya dengan menerbitkan undangan kedua, kita memberikan kesempatan pada anggota yang belum mendaftar bisa terlibat di musda yang istimewa ini,” terangnya.
Terakhir Bakal Calon Ketua DPD Sulamapua, Panitia SC ini mengakui telah menerima dua pencalonan dari anggota yang bersedia bersaing pada pemilihan di Musda yang digelar pada 18-19 Oktober mendatang. Dua anggota yang mencalonkan menjadi Ketua DPD Sulamapua pun sudah diundi nomor urut pemilihannya. Balon Ketua DPD nomor urut 1 Iki Pasero dan Balon Ketua DPD nomor urut 2, Abdullah Najang. “”Kami sudah sampai pada mengundi nomor urut balon Ketua DPD, dan dilanjutkan dengan sosialisasi program kerja balon,” terang Supriyono.
Pada Musda kali ini selain sebagai ajang pertanggung jawaban LPJ Ketua DPD Sulamapua 2016-2020, juga akan di gelar pemilihan Ketua DPD pada 19 Oktober 2020, yang di pusatkan di Hotel Claro. “Dalam musda ada sidang pleno 1 terkait dengan penyusunan dan pengesahan tata tertib sidang, pleno 2 pertanggung jawaban LPJ, dan sidang pleno 3 perumusan program kerja DPD Sulamapua periode 2020-2024. “Sidang pleno dilakukan secara on-line, sedangkan pemilihan dilakukan secara langsung dengan kehadiran pemilih, yang terkumpul di satu titik Hotel Claro,” terang Supriyono.
Penilai yang tergabung di setiap DPD harus terlibat helatan empat tahunan organisasi ini. Profesi bisa maju bila anggotanya aktif berkontribusi memberikan masukan demi perbaikan organisasi ini ke depan dan mampu berevolusi dengan perkembangan dan kebutuhan jaman. Semua demi memberikan kontribusi terbaik pada profesi yang kita cintai bersama. Selamat ber-Musda. (***/HS)