Engineer Indonesia mampu membuat Jembatan Lengkung LRT yang berkualitas, dengan bentang terpanjang dan radius terkecil dengan beban terbesar. Jembatan Lengkung itu [un mendapatkan Rekor Muri Indonesia.
Wartapenilai.id—Kementerian PUPR menggelar workshop Jembatan Lengkung LRT. Workshop itu diikuti 1000 engineer dari berbagai daerah, untuk mengikuti sharing pengetahuan dari para ahli desainer dan spesialist yang merancang pembangunan Jembatan Lengkung LRT Kuningan.
Workshop itu juga diarahkan memberikan inspirasi dan motivasi pada insinyur, professional, generasi muda PUPR, serta masyarakat umum, bahwa engineer Indonesia mampu merancang jembatan kereta box beton lengkung dengan bentang terpanjang dan radius terkecil di Indonesia serta melakukan Pengujian Axial Statistic Loading Test pada Pondasi Bored Pile dengan Beban Terbesar di Indonesia. Keunggulan yang dimiliki Jembatan Lengkung LRT itu berhasil meraih Rekor Muri Indonesia.
Jembatan lengkung LRT Kuningan, mendapat apresiasi Presiden Jokowi. Jembatan itu hasil didesain alumni ITB yang tergabung di tim yang dipimpin Dina Alvira Delitriana dan Manajemen Konstruksi didukung tim yang diketuai Yunaldi. Keduanya profesional muda yang membuktikan karyanya terhadap bangsa Indonesia. “Hal ini harus dicontoh teman-teman generasi muda agar tetap tekun berkarya dan mencetak inovasi-inovasi baru dan out of the box,” terang Danis H. Sumadilaga, selaku Ketua Alumni Sipil (Alsi) ITB pada pembukaan acara workshop di Jakarta, 29 Nopember 2019.
Dalam Workshop Jembatan Lengkung LRT ini, terang Danis langkah awal mencetak inspirator berikutnya. “Saya berharap agar pertemuan ini menghasilkan bahan pemikiran dalam mewujudkan Indonesia Maju berlandaskan Nawacita,” tegasnya.
Sementara Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasinya terhadap insinyur lokal yang berperan dibalik perencanaan pelaksanaan konstruksi jembatan Lengkung Bentang Panjang 148 meter Kereta Light Rail Transit atau Laju Raya Terpadu (LRT) Jakarta Bogor Depok dan Bekasi (Jabodebek). “Saya sampaikan apresiasinya, sebab jembatan lengkung ini didesain baik oleh Ibu Arvilla Delitriana sebagai insinyur lokal dari ITB. Saya akan hadiahi satu bulan DOM (Dana Operasi Menteri). Desain ini sangat unik dan bisa dipatenkan,” kata Menteri Basuki.
Prestasi Dina, tambah Basuki bisa menjadi pemicu insinyur lain mengikuti jejak langkahnya. Sebelumnya, Dina juga merancang Jembatan Kali Kuto Semarang, Jembatan Layang khusus Busway ruas Adam Malik di Jakarta, Jembatan Pedamaran 1 dan 2 di Provinsi Riau, dan Jembatan Kereta Api Cirebon-Kriya, serta Jembatan Perawang di Provinsi Riau.
Dalam workshop juga dilakukan penyerahan penghargaan disampaikan oleh Ketua Umum ALSI ITB, Danis H Sumadilaga, kepada kedua narasumber sebagai pemegang Rekor MURI dan menjadi inspirator insinyur lain. Danis juga mengajak para engineer generasi muda dan para mahasiswa sipil agar terus berkarya, bekerja keras dan tekun berinovasi. (Atur Toto)