Penilai Indonesia, Tentukan Pilihanmu

by redaksi

Panitia Munas XII MAPPI, bakal menggelar dialog interaktif antara Bakal Calon DPN MAPPI (Paket YAD, Paket SEPAKAT, Paket AMG). Dialog itu bakal dipandu panelis independen yang dibagi dalam tiga sesi (pemaparan dari Balon, pertanyaan tertutup dan terbuka). Sedangkan untuk Balon Dewan Penilai (DP) dan Dewan Pengawas Keuangan (DPK), Panitia hanya menayangan videotaping para balon.

Wartapenilai.id—Dialog interaktif ini merupakan program panitia untuk lebih memperkenalkan para Bakal Calon DPN, DP, dan DPK ke calon pemilih anggota MAPPI. Meskipun, sebelumnya panitia juga telah mempublikasikan profil setiap balon DPN, DP, dan DPK di laman Panitia Munas MAPPI.

Panitia Munas XII mencatat ada sekitar 3000-an lebih penilai anggota MAPPI yang mendaftar Munas, dari jumlah total 8000-an anggota yang tercatat di MAPPI. Sampai saat ini proses verifikasi data masih dilakukan Panitia MUNAS dan sudah memasuki tahapan final.

Humas Panitia Munas XII MAPPI, Achmad Huda menjelaskan program itu dilakukan untuk lebih memperkenalkan para Balon, sesuai time line kegiatan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Panitia MUNAS XII MAPPI Tahun 2020 berencana mengadakan kegiatan berupa dialog Interaktif Bakal Calon DPN MAPPI Periode 2020-2024. “Kegiatan itu akan dilaksanakan 4 September 2020 mendatang, diharapkan seluruh anggota MAPPI dan masyarakat umum dapat mengikuti dan menyaksikan via Zoom,” terang Huda.

Tujuan utamanya, Huda menambahkan dari kegiatan ini untuk dapat lebih mendekatkan para bakal calon DPN, DP, dan DPK kepada para anggota, saat pemilihan dilaksanakan 19 September 2020 mendatanng, para pemilik suara semakin memiliki gambaran yang jelas akan figur yang akan mereka pilih. “Inti kegiatan dialog interaktif antara Bakal Calon DPN dengan Panelis Independen serta penayangan videotaping para Bakal Calon DP dan DPK,” terangnya.

Lebih lanjut, Huda menegaskan untuk mempersiapkan acara ini panitia menunjuk Nur Ali Nugroho sebagai koordinator acara diskusi. Dia sudah menjalin komunikasi dengan semua bakal calon dan tim pendukungnya, agar kegiatan dialog interaktif bisa berjalan lancar, tertib, sopan. Dan kegiatan itu bisa menyajikan acara yang bisa mencerdaskan anggota dengan memberikan informasi yang benar, berimbang dan bertanggungjawab. “Kami mengharapkan kerjasama dan dukungan para Balon dan semua pihak yang terlibat,” tambah Huda. “Rencana dialog interaktif ini juga sudah disampaikan dan bisa diterima oleh para Balon melalui timses nya pada rapat koordinasi bberapa hari yang lalu,”

Sekali lagi, Huda menegaskan bukan dalam bentuk debat, kegiatan dialog interaktif dikemas dalam bentuk diskusi antara calon dengan panelis independen. “Ditengah situasi seperti saat ini, kami sangat menghindari adanya polarisasi yang berlebihan diantara anggota,” tambahnya.

Semua pertanyaan disiapkan dan disampaikan oleh panelis independen, panitia juga tidak ada yang tahu isi pertanyaan, hanya memberikan tema sentral saja. “Tema nya akan disampaikan ke para balon, pertanyaan tidak akan keluar dari tema dan organisasi yang tentunya kami yakin sangat dikuasai para balon DPN,” terang Huda.

Seperti apa bentuknya? Huda menjelaskan setelah Balon DPN memaparkan program kerjanya, panelis independen akan memberikan pertanyaan (terbuka dan tertutup), agar audience memiliki gambaran lebih dari para balon. “Pentingnya peran panelis independen untuk menjembatani dan meluruskan jika ada pertanyaan yang belum clear bisa ditangkap oleh para balon,” jelasnya.

Sementara, untuk Balon DP dan DPK, dikarenakan keterbatasan durasi, dan hasil diskusi dengan beberapa pihak, akan dilakukan taping oleh panitia untuk ditampilkan di acara tersebut. Yang dimaksud taping adalah materi kampanye DP dan DPK direkam panitia, lalu kemudian ditayangkan secara bergantian diantara 3 sesi diskusi balon DPN,” terang Huda.

Memang Panitia Munas XII, tidak akan menganulir kembali, terkait peserta munas yang belum terdaftar sebagai peserta dan pemilih. “sesuai timeline yang sudah diputuskan, pendaftaran peserta sudah ditutup, jadi kemungkinan pendaftaran susulan sepertinya tdiak ada lagi,” terang Huda.

Inilah pelaksanaan Munas XII MAPPI Tahun 2020, yang digelar di tengah Pandemic Covid-19, dilakukan secara elektronik hybrid. Peristiwa penting itu, mengiringi MAPPI menginjak 39 Tahuan di Bulan Oktober 2020 mendatang. (***/HS)

5 1 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x