Ini bentuk kepedulian Balon DPN SEPAKAT, membekali anggota melalui bimbel penyegaran materi untuk menempuh Ujian sertifikasi di MAPPI. Bimbel serupa, ke depan, bakal semakin ditingkatkan membantu anggota meningkatkan kompetensi, agar lolos sertifikasi MAPPI.
Wartapenilia.id— Tim sukses Balon DPN SEPAKAT menggelar bimbingan belajar PDP-1 Properti sesi ke 2 “Persiapan Ujian HER PDP-1 Properti”. Bimbel ini dibawakan Juniadi Amral bersama Hardinal, yang berlangsung via Zoom, diikuti 72 peserta dari 98 pendaftar. Bimbel ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 16.30, 10 September 2020.
Peserta bimbel sangat antusias mengikuti jalannya bimbel, yang membahas materi umum PDP-1, pembahasan tata kota dan skala, menghitung lahan parkir dan disertai latihan soal. Pada sesi kedua pembahasan KEPI juga disertai pembahasan soal. Peserta menang banyak bimbel gratis bisa dinikmati dan membantu kesulitannya menyelesaikan berbagai kisi-kisi soal ujian yang sulit selama ini menjadi mudah dengan bimbel seperti itu.
Materi peyegaran PDP-1 ini membahas peruntukan (Kkt, Kpd, Kin, dan Kpg), tinggi bangunan yang diperbolehkan, koefisien lantai bangunan (KLB), dan koefisien dasar bangunan (KDB).
Hardinal menjelaskan KDB merupakan prosentase luas tanah yang maksimal diizinkan untuk luas lantai dasar bangunan. Dia memberikan contoh misal luas tanah 1000 m2 dengan ketentuan KDB 50%. Luas lantai dasar bangunan yang diperbolehkan menjadi 50% kali 1000 m2 menjadi 500 m2 .
Sedangkan KLB merupakan luas bangunan yang maksimum diizinkan per m2 luasan tanah. Dimana angka pembandingan antara luas seluruh lantai bangunan Gedung dengan luas lahan/daerah perencanaan yang dikuasasi. Untuk KDH menjelaskan prosentase perbandingan lua seluruh ruang terbuka hijau di luar bangunan gedung dengan luas tanah/daerah perencanaan yang dikuasai.
Lebih lanjut, Hardinal menjelaskan rancang bangun berhubungan dengan persyaratan bangunan Gedung. Seperti Garis Sempadan Bangunan (GSB) adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh bangunan, yang biasanya lebarnya setengah lebar jalan plus satu.
Setelah itu baru pembahasan soal terkait perbandingan luas lantai bangunan dengan daerah perencanaan, luas tanah 5000 m2 dengan KLB 5 dan KDB 50% berapa luas lantai yang diperbolehkan.
Untuk perhitungan skala membahas berbagai soal, seperti diketahui sebuah bangunan memiliki ukuran kamar tidur utama 1.2 cm x 1.6 cm, dua kamar tidur anak 1 cm x 1.2 cm, ruang tamu 1.28 cm, ruang keluarga 1.6 cm, dapur 0.96 cm, kamar mandi 0.64 cm dengan skala 1:250. Atas pertanyaan itu peserta diminta menghitung luas rumah, luas kamar tidur utama, luas kamar anak, luas dapur, dan kamar mandi. Dan masih banyak pembahasan lainnya.
Sedangkan pembahasan KEPI, lebih banyak diskusi secara interaktif untuk menyelesaikan 39 soal KEPI. Sebagai ilustrasi soal KEPI prinsip dasar etik mencakup, prinsip etik kompetensi mensyaratkan penilai untuk, prinsip ketepatan waktu dan efisiensi dalam melaksanakan penilai dalam lingkup penugasan masuk prinsip etik,kecermatan dalam memberikan layanan masuk prinsip etik, dan lainnya. Pembahasan secara diskusi itu dengan melibatkan peserta, membuat pemahaman soal KEPI lebih mendalam. Seakan-akan peserta terlibat dalam soal yang di bahas. (***/HS)