SEPAKAT, Hapus Sistem Downgrade

by redaksi

Balon DPN SEPAKAT bakal menghapus sistem downgrade pendidikan dan Ujian Sertifikasi Profesi (USP) di MAPPI. Peserta yang lolos ujian modul tulis (modul 1, 2, 3, dan 4), meski 4 kali ujian lisan belum lolos, tidak harus mengulang dari awal. Peserta dibantu hingga lolos lisan, baik model pemagangan di KJPP atau pola bimbingan seperti di MEP UGM.  

Wartapenilai.id—Itulah komitmen Balon DPN SEPAKAT, mempermudah serta mempercepat jenjang pendidikan dan sertifikasi, tanpa mengurangi kualitas keilmuan penilaian. Peserta yang sudah lolos USP tulis, baik properti dan bisnis (modul 1, 2, 3, dan 4), bisa terus lanjut ujian lisan tanpa khawatir terkena downgrade (mengulang USP dari awal), meskipun lebih dari 4 kali ujian lisan.

Itu disampaikan, Budi Prasodjo, anggota Balon DPN SEPAKAT, saat membuka penyegaran Bimbingan Belajar USP Tulis Properti yang digelar 20 Agustus 2020 lalu. Terkait sertifikasi, Budi Prasodjo menjelaskan Paket SEPAKAT menawarkan perubahan baik di jenjang pendidikan dan ujian sertifikasi bisa dilakukan secara mendasar dengan modul belajar. Mulai PDP 1 hingga PLP2, diubah menjadi sistem modul.

Modul sertifikasi USP, Budi Prasodjo menambahkan akan ditularkan ke jenjang bawah, seperti lulus level USP tulis, tinggal menyelesaikan lisan. Apa mungkin kalau tidak lulus di ujian lisan 4 kali harus mengulang dari awal (ikut tulis kembali). “Ini yang tidak masuk logika, Paket SEPAKAT menawarkan USP tulis selesai close,” terang Budi.

Menurut pengamatan Budi, USP lisan terkait presentasi hasil penilaian. Bisa jadi peserta mampu melukakan praktik penilaian namun kurang mahir mempresentasikan hasil pekerjaannya. Atau peserta dari KJPP yang tidak pernah mengerjakan properti komersial, akan mengalami kesulitan melakukan praktik penilaian komersial. Terkait itu, bisa dilakukan dengan model pemagangan di KJPP yang memiliki pekerjaan properti komersial.

Lebih lanjut, Budi menegaskan pemagangan di KJPP yang memiliki pekerjaan properti komersial (baik hotel, mall, Apartemen, dan lainnya), agar bisa menyerap pengalaman praktik. “Praktik atau bahan penilaiannya cukup bagus, persiapan mental peserta mempresentasi hasil penilaian yang kurang, yang membuat peserta tidak lolos,” terang Budi.

Budi Prasodjo menambahkan terkait hal itu, Paket SEPAKAT memberikan masukan ke tim penguji untuk merubah dan menghilangkan sistem downgrade USP. “Penguji mau menerima masukan dari yang diusulkan, agar sistem pengujian semakin terbuka dan akuntabel,” tambah Budi.

Sistem yang di tawarkan, model di MEP UGM yaitu model pemberian bimbingan peserta yang menghadapi ujian lisan agar cepat menyelesaikan jenjang sertifikasi di MAPPI. “Itu yang kami tawarkan ke penilai anggota MAPPI, cepat menyelesaikan jenjang sertifikasi dan pemberian bimbel agar peserta lebih fokus menyelesaikan ujian lisan mempresentasikan pekerjaan penilaiannya,” terangnya.

Ditempat terpisah, Setiawan menambahkan Balon DPN SEPAKAT akan banyak memberikan bantuan buat  peserta sesuai jenjangnya, dengan memberikan bimbingan belajar gratis mendorong penilai cepat lolos sertifikasi. Dalam diri profesi penilai, terangnya, gabungan antara pengetahuan dan praktik. Untuk itu penilai harus rajin belajar dan banyak mengaplikasikan praktik penilaian membuat semakin mahir. “Penilai bukan sekedar pengetahuan tetapi didukung ketrampilan yang memadai. Sebab ujung dari profesi adalah praktik memberikan jasa penilaian,” terang Setiawan.

Untuk itu, Balon DPN SEPAKAT terus berkomitmen memberikan bimbingan gratis untuk pendalaman dan pembimbingan agar penilai semakin berkualitas baik dari sisi pengetahuan dan praktik penilaiannya. “Melalui bimbel materi yang sulit terus diulang menjadi semakin mudah dan mantap. Bimbel dipahami SEPAKAT sebagai bentuk pengasah ketrampilan untuk menghadapi USP dan sertifikasi lainnya,” jelas Setiawan.

Ujian Sertifikasi Profesi (USP) di MAPPI, peserta harus menyelesaikan 4 modul (modul 1 terkait regulasi, modul 2 terkait teori dan kerangka ekonomi dan aset, modul 3 terkait konsep penilaian, dan modul 4 terkait praktik penilaian) dan ujian lisan terkait dengan presentasi hasil penilaian. Memang sistem yang ada, dinilai banyak pihak bila tidak lolos lisan 4 kali, peserta harus mengulang kembali ke jenjang modul USP tulis. Itu tidak manusiawi dan membuat banyak peserta mengalami down mentalnya.

Terkait itu, Balon DPN SEPAKAT bertekad menghapus sistem downgrade, dan memperbaiki sistem modul serta tidak lolos modul 4 dalam 4 kali kesempatan diminta ikut ujian kembali semua modul, walapun sudah pernah lulus ujian tulis. Sebab, antara modul 1 hingga 4 secara konsep tidak ada kaitannya bila gara-gara tidak lolos modul 4 tulis, harus mengulang dari awal. Lisan tidak lulus 4 kali harus ulang dari ujian modul tulis kembali, ini yang akan dihapus dan tetap mengutamakan kompetensi penilai. Bimbel semakin marak untuk melakukan pembimbingan praktik lisan dilakukan. “Seperti penilaian hotel akan dibimbing dan mengikuti pola MEP UGM,” terang Juniadi Amral.

Juniadi Amral dalam setiap bimbingan mulai PDP-1, 2, PDS, PLP 1 hingga USP tulis selalu menekankan pentingnya peserta terus berlatih. Baik untuk memahami kerangka soal penilaian, mengukur kecepatan waktu mengerjakan soal. Selain itu, Juniadi Amral terus menekankan penting memiliki semangat untuk lulus menjadi penilai publik. “Melalui beberapa kali Bimbel, terlihat banyak peserta yang bersemangat, termotivasi untuk menyelesaikan USP dan menuju jenjang penilai publik,” terang Juniadi Amral.

Pada bimbel USP tulis properti, yang digelar hari Sabtu 22 Agustus 2020, Juniadi Amral bersama Hardinal membahas lima soal yang rumit, tiga soal terkait penilaian hotel, penilaian pusat belanja (mall), dan case HBU. Juniadi Amral memandu penyelesaian soal lebih detail, runtun dan menyeluruh agar mudah dipahami peserta USP Tulis Properti. Sedangkan Hardinal memberikan pemahaman penyelesaian soal cara cepat dan efisiensi menggunakan waktu penyelesaian soal ujian, termasuk teknik menghitung time value of money dengan cara cepat.

Bimbel USP tulis Properti, yang diikuti 89 peserta mengulang lima soal dari pukul 10.00 hingga 18.30. dan respon peserta sangat puas dengan bimbingan belajar USP tulis Properti yang diberikan Balon DPN SEPAKAT ini. “Respon atas bimbel, membuat peserta semakin memahami konsep, kerangka, dan analisa penilaian. Sebelumnya, mereka banyak yang tidak paham, melalui bimbel ini semakin memahami dan mendapatkan teknik penyelesaian soal yang baru. Baik teori dan konsep bimbel diberikan lebih detail,” terang Juniadi Amral.

Timses Balon DPN SEPAKAT menggelar diskusi pendekatan penilaian, 26 Agustus 2020. Materi yang diajarkan studi kasus pendekatan pasar, penerapan biaya teknis bangunan dan latihan soal. Pada sesi ini menghadirkan pembicara, Rizki Novarino (Balon Dewan Penilai No. 15), Anton Abdurahman (KJPP Yanuar Rosye & Rekan), dan dimoderatori Juniadi Amral dan Hardinal.

Memang untuk menempuh USP peserta baik Properti maupun Bisnis harus banyak berlatih. Minimal pengalaman Juniadi Amral menaklukan USP tulis harus tekun berlatih minimal 4 jam dalam satu hari selama empat bulan. Itu semakin memperkaya pemahaman terhadap praktik penilaian yang harus diselesaikan dalam soal. Program bimbel termasuk sharing pengalaman praktik penilaian melalui pembahasan soal banyak memberikan manfaat ke semua anggota. Ke depannya, bimbel akan terus dipertahankan, sebagai ajang belajar bersama dan mempermudah pemahaman penyelesaian soal penilaian. (***/HS)

 

5 1 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x