Perbedaan Reproduksi Dan Biaya Penggantian Baru

by redaksi

Wartapenilia.id—Pemikiran yang logis bagaimana menentukan nilai sebongkak mesin atau peralatan bekas—tidak lain dengan mengetahui berapa biaya penggantian dengan sebongkak mesih atau peralatan baru. Tentunya dengan fungsi dan kapasitas yang sama dimiliki mesin lama itu.

Baru kemudian penilai mesin dan peralatan menyesuaikan biaya penggantian baru dengan mengurangi dengan kemunduruan fisik, keusangan ekonomi dan lainnya. Menghitung dan mengurangi biaya-biaya tersebut dari biaya penggantian baru akan memberi perkiraan yang baik akan nilai mesin dan peralatan bekas.

Bila di putuskan dibuat mengganti peralatan, baik karena kebutuhan atau keinginan, pemilik mesin dan peralatan tentu akan mencari biaya penggantian terendah. Apakah lebih masuk akal membeli peralatan baru atau lebih hemat biaya mereproduksi replika yang hampir identik dengan peralatan yang diganti.

Biaya penggantian baru bisa dianggap sebagai biaya saat ini untuk membeli peralatan serupa yang memiliki fungsi dan utilitas yang sama dengan peralatan yang dinilai. Peralatan baru tidak harus menjadi model yang persis sama, tetapi memiliki fungsi yang sama dengan peralatan yang diganti.

Sedangan reproduksi baru adalah biaya saat ini mereproduksi replika baru peralatan sambil menggunakan bahan yang sama atau mirip. Mereproduksi replika yang tepat seringkali lebih mahal daripada mengganti peralatan.

Dengan melakukan penilaian peralatan membantu untuk menentukan nilai peralatan dan bisa memberikan informasi untuk pemilik apakah akan mereproduksi peralatan yang dimaksud. Jika biaya memproduksi replika lebih mahal dari biaya untutk mengganti baru, membuat pilihan semakin jelas.

Setelah penilaian mesin dan peralatan dilakukan, nilai pasar wajar yang sangat rendah dapat diberikan. Penilai mesin mungkin akan memberi tahu karena usia mesin, tidak ada komponen pengganti yang tersedia. Akan sangat mahal untuk memalsukan komponen baru dan merakit mesin baru dari awal, tetapi masih bisa melakukan fungsinya.

Mengapa penilai menggunakan penggantian atau biaya reproduksi baru. Ketika penilai dengan mudah mengumpulkan biaya penggantian baru dari suatu aset, nilai itu akan digunakan saat memulai pendekatan biaya. Ini membutuhkan waktu dan penelitian tambahan untuk mengetahui berapa banyak aset yang dijual dipasar. Dalam beberapa kasus baik karena keunikan, usia peralatan, atau karena tingkat penelitian yang diminta untuk penilaian, biaya reproduksi bisa digunakan juga.

Penilai mesin dan peralatan bisa memperkirakan biaya peralatan baru dari peralatan saat ini serta nilai peralatan saat ini. Biaya penggantian baru, sebagai contoh bisa diambilkan dari polis atau kerugian asuransi untuk mengganti biaya penggantian atau nilai actual dari suatu aset.

Dimana biaya penggantian akan mengakibatkan peralatan menjadi pembelian baru untuk menggantikan yang lama. Nilai tunai aktual akan melihatnya dalam kondisi dan usia saat ini sebagai kerugian. Ini setara dengan nilai pasar wajar. (***)

1.5 2 votes
Article Rating
0
FacebookTwitterPinterestLinkedinWhatsappTelegramLINEEmail

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
  1. https://palembang-pos.com/
  2. https://dongengkopi.id/
  3. https://jabarqr.id/
  4. https://wartapenilai.id/
  5. https://isrymedia.id/
  6. https://onemoreindonesia.id/
  7. https://yoyic.id/
  8. https://beritaatpm.id/
  9. https://www.centre-luxembourg.com/
  10. https://jaknaker.id/