Untuk menilai Aset Biologis di Tanah Datar, Sumatera Barat, bisa dipastikan sulit mencari harga pembanding ternak Sapi, Kerbau atau Kambing. Sebab, harga pasar yang terjadi menjadi rahasia diantara penjual dan pembeli.
Wartapenilai.id—Namannya pasar bisu, di Cubadak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pasar itu hanya beroperasi setiap Hari Selasa dan menjual berbagai jenis ternak, mulai dari Sapi, Kerbau hingga Kambing.
Terbentuknya harga di pasar, meski transaksi dilakukan secara bisu, dengan merahasiakan harga dari pihak lain. Ini masih memenuhi kaedah ada pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berminat menjual. Ikatan transaksi pun terjadi, dan masing-masing pihak memahami dan memiliki kehati-hatian, tanpa paksaan. Meski, transaksi itu dilakukan dengan kode sentuhan ruas jari antara penjual dan pembeli.
Jika ada penilai publik yang menilai aset biologis di daerah Tanah Datar, Sumatera Barat bisa di pastikan gelap menemukan harga ternak pembanding di daerah itu. Harga terjadi dari transkasi ternak yang selalu menjadi rahasia antara penjual dan pembeli.
Sebagaimana diketahui, di pasar bisu ternak di Cubadak, Tanah Datar, semua transaksi dilakukan dengan cara unik yaitu marosok, meraba, dan berjabat tangan. Transaksi marosok ini dilakukan pembeli dan penjual dengan tangan yang disembunyikan di balik kain, handuk, topi atau penutup lainnya, dan saling meraba jari-jari tangan.
Cara meraba ini untuk memberikan kode tawar menawar harga ternak. Tujuannya menjaga kerahasiaan harga agar tidak diketahui orang banyak ketika transaksi sudah deal. Caranya penjual dan pembeli berjabat tangan. Si penjual menyampaikan harga yang dilambangkan dengan ruas-ruas jari dan selanjutnya pembeli menawar dengan memilih jari-jari yang melambangkan jutaan, ratusan ribu dan puluhan ribu. Bila penjual dan pembeli sudah melepaskan genggaman tangan berarti kesepakatan harga dan pembeli menyerahkan sejumlah uang sesuai yang disepakati.
Pasar ini sudah ada sejak jaman kerajaan di Minangkabau Sumatera Barat. Tradisi unik ini tentu memiliki tujuan lain. Transaksi dilakukan tanpa banyak bicara antara penjual dan pembeli, untuk tawar menawar harga ternak yang disetujui. Harga yang ditawarkan tidak pernah berbunyi, hanya kode dari jari jemari yang memberikan isyarat. Setelah kode sepakat harga dicapai, dan masing-masing antara penjual dan pembeli telah setuju, ternakpun dilepas.
Jual beli model ini sudah berlangsung sejak lama sekali, tujuannya tak lain merahasiakan harga ternak yang dibeli agar tidak diketahui pihak lain. Persoalan harga di pasar ini hanya boleh diketahui penjual dan pembelinya. Cara ini dipakai untuk menghargai penjual lain, bila memiliki harga yang lebih tinggi. (***/HS)