Pertamina dan Rosneft Lanjutkan Kerja Sama Pembangunan Kilang Minyak di Tuban

by redaksi

Proyek Tuban NGRR, yang memproduksi bahan bakar berkualitas Euro V. Proyek ini untuk mendukung kemandirian energi nasional dengan kapasitas produksi 300 ribu barel per hari.

WartaPenilai—PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) telah menandatangani perjanjian kontrak dengan Spanish Tecnicas Reunidas SA (TRSA) di Moskow, Rusia, 28 Oktober 2019 lalu.

Perjanjian kerjasama itu ditandatangani Kadek Ambara Jaya, Koordinator Proyek NGRR Tuban Pertamina; Pavel Vagero, Rosneft PT. Direktur Keuangan PRPP; dan Miguel Paradinas, Direktur Jenderal TRSA.

Penandatanganan itu disaksikan Deputi Koordinasi Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Montty Giriana dan Kuasa Usaha Penanggulangan Bencana Indonesia Ad Interim / Wakil Kepala Misi ke Federasi Rusia dan Republik Belarus, Azis Nurwahyudi.

Penandatanganan ini menandai kerja sama berkelanjutan antara Pertamina dan Rosneft dalam pembangunan dan pengoperasian kilang minyak baru, yang terintegrasi di the New Grass Root Refinery and Petrochemical (NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. PRPP adalah perusahaan patungan antara Pertamina dan Rosneft, dengan 55% saham milik Pertamina dan 45% untuk Rosneft.

Perjanjian tersebut, yang ditandatangani oleh PRPP dan TRSA, menargetkan penerapan Desain Rekayasa Dasar (BED) dan Desain Rekayasa Front-End (FEED) yang relevan dengan proyek.

Proyek Tuban NGRR akan menghasilkan bahan bakar nasional berkualitas Euro V untuk meningkatkan kemandirian dan keamanan energi nasional. Kilang minyak yang dikembangkan di Tuban diperkirakan memiliki kapasitas produksi harian 300.000 barel.

Pada pertemuan dengan Delegasi Pertamina di Kedutaan Besar Indonesia di Moskow pada 29 Oktober 2019, Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi menyatakan penghargaannya atas penandatanganan kontrak.

“Proyek ini adalah hasil dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sochi, Rusia pada Mei 2016, dan Alhamdulillah, kedua belah pihak dapat menyelesaikan semua masalah yang ada,” kata Duta Besar Wahid.

Menurut Duta Besar Wahid, kerja sama ini membuktikan hubungan yang erat antara Indonesia dan Rusia, yang akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatik mereka pada tahun 2020. Duta Besar Wahid mengharapkan bahwa proyek ini akan mendukung kemandirian energi di Indonesia.

“Kami berharap proyek ini dapat selesai pada tahun 2025 karena akan semakin penting sebagai salah satu proyek strategis dan prioritas nasional pemerintah Indonesia,” tambah Dubes Wahid. (***/Tim)

0 0 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x