Sebanyak 13 KEK, dan 10-nya Sudah beroperasi

by redaksi

Itulah komitmen pemerintah terus melakukan pemerataan ekonomi dan mengenjot pembangunan di daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Wartapenilai.id—Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di seluruh Indonesia telah mampu meraup invetasi mencapai Rp 85,3 triliun serta menyerap tenaga kerja sebanyak 8.686 orang. Kehadiran KEK terbukti mampu meningkatan ekonomi daerah dan nasional, serta menyediakan lapangan kerja baru.

KEK memang terus dikembangkan oleh pemerintah pusat untuk mendorong pemerataan ekonomi dan peluang berusaha. Sejak tahun 2012, yang baru ada 2 KEK yaitu KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara dan KEK Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten. Jumlah KEK terus meningkat menjadi 8 pada 2014, dan hingga Oktober 2019 telah berkembang menjadi 13 KEK.

KEK yang sudah beroperasi sebanyak 10 KEK yaitu Sei Mangkei (Sumatera Utara), Tanjung Lesung (Banten), Palu (Sulawesi Tengah), Bitung (Sulawesi Utara), dan Morotai (Maluku Utara).

Selain itu juga KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (Kalimantan Timur), KEK Mandalika (Nusa Tenggara Barat), KEK Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), KEK Arun Lhokseumawe (Aceh), serta KEK Galang Batang (Kepulauan Riau).

Selanjutnya, KEK Sorong (Papua Barat) akan menjadi KEK kesebelas yang rencananya akan diresmikan operasionalnya esok hari, 11 Oktober 2019.

Dua KEK lainnya, yakni KEK Singhasari baru saja ditetapkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2019, serta KEK Tanjung Api-api di Sumatera Selatan yang telah lebih dahulu ditetapkan statusnya sebagai KEK, kini sedang bersiap masuk tahap operasional.

Selain 13 KEK yang telah ditetapkan, empat KEK dalam proses untuk ditetapkan yaitu KEK Kendal (Jawa Tengah), KEK Likupang (Sulawesi Utara), KEK Nongsa (Batam), dan KEK MRO (Maintenance, Repair and Overhaul) di Batam. ”Pemerintah punya target pengembangan 17 KEK hingga akhir tahun 2019 dan target tersebut bisa dicapai,” kata Menko Perekonomian.

Darmin Nasution pun menjelaskan, KEK menjadi penggerak perekonomian daerah. Dia mencontohkan, KEK Galang Batang di Kepulauan Riau akan menjadi pusat hilirisasi bauksit terintegrasi dengan komitmen investasi Rp 36,250 triliun hingga tahun 2023.

Dengan hadirnya KEK Galang Batang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepulauan Riau meningkat 25,80 persen dalam kurun waktu 2015 hingga 2017. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat 15,58 persen dalam kurun waktu 2015 hingga 2018 dan akan terus meningkat seiring perkembangan investasi yang masuk ke KEK Galang Batang.

Di KEK Mandalika (Lombok, NTB) sedang dibangun hotel-hotel kelas dunia seperti Pullman, Royal Tulipe, dan Paramount; serta sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah pergelaran MotoGP pada 2021.

Komitmen investasi di kawasan wisata ini mencapai Rp17,5 triliun. Data perkembangan kunjungan wisatawan Kabupaten Lombok Tengah 2015-2018 menunjukkan kunjungan wisatawan manca negara meningkat 361 persen dan wisatawan nusantara naik 170 persen. (Toto)

0 0 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x