Innalillahi Wainaillaihi Rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah Rekan Penilai Hadi Sumarsono dengan nomor keanggotaan MAPPI No. 10-T-02513. Satu minggu yang lalu, Hadi Sumarsono terlihat masih semangat menjalankan inspeksi lapangan di bilangan Merak, Banten dan tutup umur pada 3 Maret 2021, di tengah menjalani inspeksi penilaian di Mamuju, Sulawesi Barat.
Wartapenilai.id—Mendung duka menyelimuti kalangan penilai di Indonesia, khususnya jajaran penilai dan staf di KJPP Sugianto Prosodjo & Rekan (SPR) yang sangat kehilanganmu. Kesetiaanmu menjalani profesi penilai tak perlu diragukan lagi, semangatmu membara penuh keiklasan. Engkau meninggalkan banyak kenangan yang indah dan menyejukan. Hingga nafas terkahirmu, masih tetap setia menjalani profesi penilai ini.
Almarhum Sumarsono, kelahiran Kediri 30 Juni 1970, dikabarkan terkena serangan jantung mendadak di tengah menjalani inspeksi penilaian di Mamuju, Sulawesi Barat. Almarhum meninggalkan seorang istri. Jenazahnya diberangkatkan dari Mamuju menuju Makassar dan rencananya malam ini atau keesok harinya diterbangkan menuju Surabaya. Lalu langsung di bawa ke rumah duka di Pare, Kediri dan dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat keluarga besarnya.
Senior Partner, KJPP SPR, Budi Prasodjo mengatakan almarhum Hadi Sumarsono adalah salah satu penilai mesin yang loyaitasnya tak perlu diragukan di bisnis penilaian. “Almarhum terkena serangan jantung secara mendadak lalu pinsan di tengah menjalani inspeksi lapangan di Mamuju. Memang almarhum memiliki penyakit bawaan, namun sebelum melakukan penugasan selalu kami pastikan dan menanyakan soal kesehatannya,” terang Budi Prasodjo.
Hadi Sumarsono tercatat sebagai penilai mesin di KJPP SPR dan sosok yang humble, ringan tangan membantu sesama rekan penilai. Mudah diajak kerja sama dan apapun pekerjaan penilaian yang disodorkan tidak pernah ditolaknya. “Istilahnya kerja 24 jam selalu siap dan tidak pernah menolak pekerjaan,” terang Budi Prasodjo.
Atas tutup umurnya, Budi Prasodjo mengakui sangat kehilangan yang mendalam. Sebab almarhum bisa dikatakan menjadi andalan di KJPP nya. Dan saat ini almarhum sedang mempersiapkan ujian sertifikasi profesi penilai. “Semua review mesin selalu dikerjakannya,” tambah Budi.
Hadi Sumarsono adalah alumnus S1 Teknik Mesin, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) tahun 1995. Usai lulus S1 bergabung di PT Rutrainda Perkasa Industri dan PT Kreasi Laksana Konsultan sebelum mengenal profesi penilai. Pada tahun 2001 baru mengenal profesi penilai melalui perusahaan penilai PT Karminda Apprakon Appraisal. Di Tahun 2002, masuk ke PT DNU menjabat sebagai tenaga penilai bidang tanah, bangunan, mesin dan peralatan.
Baru tahun 2011 hingga sekarang bergabung di KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan (SPR) sebagai tenaga ahli bidang penilaian tanah, bangunan, mesin dan peralatan, pengawasan dan studi kelayakan.
Pada tahun 2009 Hadi Sumarsono mulai mengambil sertifikasi P1 dan P2. Training lain yang diikuti diantaranya pelatihan penilaian Pesawat Terbang, PPL Perkebunan, Pelatihan Penilaian Mesin dan Peralatannya, Workshop Analisis dan Implementasi Perhitungan Tingkat Diskonto pada Penilaian Properti dan Bisnis Dalam Penggunaan Metode DCF, Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) Mesin, Workshop Penilaian Kapal dan masih banyak lagi.
Almarhum adalah sosok yang tidak sombong, menikmati pekerjaan profesi penilai, penuh dengan keilkasan hingga tutup umur di tengah menjalani inspeksi dan survey penilaian di lapangan.
Selamat jalan Rekan Penilai, Hadi Sumarsono, semoga amal ibadahmu diterima disisi-Nya. Dan keluarga yang ditinggalkan serta penilai di KJPP SPR selalu diberikan ketabahan. Amin. (Hari Suharto)