Setelah terpilih menjadi orang nomor satu di DPD Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Suherwin bertekad membenahi pendidikan yang berkualitas dan berbiaya murah, menelorkan database penilaian, hingga meningkatkan kompetensi pengajar. Itulah program kerja yang bakal direalisasikan untuk membuat penilai berjaya di Sumbagut.
Wartapenilai.id—Anggota Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sumatera Bagian Utara, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), mendapat harapan baru dengan terpilihnya Suherwin, ST, M.Si, MAPPI (Cert) sebagai Ketua. Suherwin akan merealisasikan janji-janji program kerja yang diusungnya.
Di tengah pandemi Covid-19, Suherwin bukan mengatasi masalah wabah, namun akan merealisaikan program kerja yang ditawarkan. Empat program kerja yang ditawarkan Suherwin seperti bidang keprofesian/pendidikan, keorganisasian, sinergi dan eksistensi serta regulasi.
Bapak dua anak (putra dan putri) ini, saat ditemui Wartapenilai.id, mengatakan akan terus menggaungkan pentingnya pengembangan profesi penilai di Sumbagut. “Prioritas kami untuk mengembangkan profesi dengan terus berusaha meningkatkan kompetensi penilai, khususnya di Sumut dan Aceh melalui pendidikan, baik itu pendidikan designasi maupun non-designasi,” terang Suherwin di Sekretariat DPD MAPPI Sumbagut, Ira Building, Kompleks Taman Setia Budi Indah, Medan, 25 Februari 2021.
Lebih lanjut, Suherwin selaku Ketua DPD MAPPI Sumbagut menegaskan pengembangan profesi, selain menggelar pendidikan juga akan diuji coba peningkatkan mutu dan kompetensi para pengajarnya. “Yang kita laksanakan murni sebagai bentuk kepedulian pada anggota, sehingga kita coba dengan biaya pendidikan terjangkau, itu dari sisi kependidikan,” jelasnya.
Selain itu, lebih lanjut Suherwin menjelaskan juga akan mencoba untuk meningkatkan mutu atau kompetensi dari instruktur atau pengajar-pengajar lokal. Selama ini, selain mengandalkan pengajar dari pusat, untuk di lokal kita akan coba untuk meningkatkan kompetensinya.
“Kita juga mencoba untuk menjaring beberapa instruktur-instruktur baru yang memiliki potensi bisa memberikan hal yang baru pada anggota. Dan untuk menjaga kualitas pengajar akan terus dilakukan review secara berkala terhadap pengajar-pengajar dari DPD MAPPI Sumbagut,” tegas Suherwin.
Suherwin bukanlah sosok baru di MAPPI, memasuki profesi penilai sejak tahun 2004, saat dia bekerja di PT Satyatama Graha Tara—sebelum berganti menjadi KJPP Doli Siregar & Rekan. Pada tahun 2010, Suherwin menyelesaikan sertifikasi penilainya di MAPPI. Kemudian setelah jadi penilai publik, Suherwin berganbung ke KJPP MBPRU sebagai Kepala Cabang Medan hingga sekarang.
Perjalanan karir di organisasi penilai terbilang mulus, pada tahun 2011-2012 Suherwin dipercaya memegang jabatan Sekretaris FKJPP. Di tahun 2012-2016 Suherwin juga dipercaya menjabat Sekretaris DPD MAPPI Sumbagut pada kepemimpinan Hilal Rasyad. Lalu pada tahun 2016-2020 dia menjadi dipercaya sebagai Sekretaris DPD MAPPI Sumbagut, di bawah kepemimpinan Taslim.
Dan pada Musda 2020, Suherwin memberanikan diri mencalonkan sebagai Balon Ketua DPD MAPPI Sumbagut. Puncaknya, pada Musda-VII DPD MAPPI Sumbagut, yang digelar di Raz Plaza Hotel Medan, 4-5 November 2020 lalu, dia dipercaya oleh anggota menduduki posisi orang nomor satu dan memimpin DPD MAPPI Sumbagut 2020-2024. Suherwin didampingi Sekretaris, Gandung Atmaji.
Suherwin sangat menyadari dunia kepenilaian tak bisa lepas dari database, ditambah lagi di Indonesia belum ada satu lembaga pun yang memfasilitasi database. Untuk itu, di bawah kepemimpinannya di DPD MAPPI Sumbagut akan fokus pada pengembangan riset. “Jadi kami juga mencoba memfasilitasi anggota agar mendapat informasi terkait perkembangan penilaian, baik dari sisi perkembangan secara nasional ataupun internasional.
Lebih lanjut, menurut Suherwin yang tidak kalah penting keberadaan database penilaian yang bisa mendukung profesi ini. Database penilaian seperti data pasar properti, menjadi target DPD MAPPI Sumbagut satu dua tahun ke depan untuk direalisasikan dan dibereskan.
Untuk melengkapi pengembangan database harus didukung informasi, yang didukung pengembangan informasi itu melalui website DPD MAPPI Sumbagut, tambah Suherwin Alumnus S1 Teknik Industri dan S2 Study Ekonomi Pembangunan USU ini.
Terkait program kerja yang diusungnya, Suherwin menegaskan telah mendapat restu dari MAPPI Pusat. Ini masih in-line dengan program MAPPI Pusat yang juga konsen mengembangkan database untuk penilian. ”Database pusat sifatnya skala nasional maupun internasional. Untuk di Sumbagut kita coba yang sederhana, database yang ada di daerah.
Suherwin juga berharap, pembangunan database secara lokal juga bisa dikembangkan teman di DPD lain. Bisa dibayangkan bila semua DPD MAPPI bergotong royong membangun database di lokalnya, bisa di tarik menjadi database scara nasional pula. Bisa kita bayangkan bila dari Sumatera sampai ke Sulawesi semua bisa berkontribusi terhadap database, ya mudah-mudahan, pusat akan memiliki bank data cukup besar,” katanya.
Suherwin mengakui selama ini, salah satu kelemahan penilai jika terjadi masalah bisa dipastikan terkait database. Suherwin berharap setelah pengembangan media, fasilitas berupa program dan website-nya, KJPP-KJPP di daerah bisa membantu mengisi database, agar nantinya bisa dimanfaatkan semua penilai yang ada di Sumbagut, sehingga bisa bertukar-tukar data.
Bisa jadi nanti harga-harga TBS atau harga CPO, kurs, itu kan memang di internet ada, namun itu tidak ter-rekap dengan baik. “Kita akan coba isi sehingga nanti kita punya data time series yang cukup panjang, itu kalau bisa dimulai dari sekarang. Insya Allah dalam 10 tahun mendatang, penilai telah memiliki data 10 tahun, sehingga nanti penilai memiliki prefensi yang kuat terhadap penilaiannya,” tegas Suherwin. (Arief Maulana)