Perintis Profesi Penilai Lampung-Bengkulu Telah Pergi

by redaksi

Inna Lillahi wa inna ilayhi raji’un, telah berpulang ke Rahmatullah, Dr. Ir. Sudiono, M.Si., MAPPI (Cert). Almarhum sosok pribadi sederhana dan bersahaja, saat ini juga tercatat sebagai Anggota Tim Penguji Ujian Sertifikasi Penilai MAPPI.

Wartapenilai.id—Kabar duka itu datang dan anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Lampun-Bengkulu MAPPI, mendung duka menyelimuti kalangan penilai di Indonesia. Almarhum Sudiono adalah sosok penilai yang sederhana dan bersahaja, tidak pelit berbagi ilmu itu telah ber-pulang ke Rahmatullah, meninggalkan dua putra dan seorang istri.

Dr. Ir. Sudiono, M.Si. MAPPI (Cert) meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit Abdul Moeloek. Dekan FP, Prof Irwan Sukri Banua, seperti dilansir dari RMOL Lampung, mengatakan almahurm Sudiono terpapar Covid-19 dari sang istri, bukan dari FP Unila. Sebab, terangnya FP Unila telah menerapkan 70 persen dosen work from home (WHF).

Lebih lanjut, Irwan Sukri menjelaskan pada 10 Februari lalu, almarhum bersama istri dibawa ke Rumah Sakit Adven untuk perawatan intensif Covid-19.  Pada 12 Februari 2021 istri diperbolehkan pulang, namun Pak Sudiono dirujuk ke RS Abdul Moeloek dan pada 14 Februari 2021 pukul 18.00 beliau menghembuskan nafas terakhirnya, jelas Irwan.

Menurut informasi, jenazah Almarhum malam ini direncanakan langsung di kebumikan di TPU Pakis Shehkawat atas permintaan keluarga dengan prosesi pemakaman sesuai prosedur Covid-19.

Alhamhum Sudiono, kelahiran Jatibaru, 27 September 1965 itu sosok sederhana dan bersahaja seperti diakui banyak kalangan penilai di Indonesia. Selain berpraktik menjalani profesi penilai, alharmuh tercatat sebagai dosen tetap Fakultas Pertanian, Jurusan Proteksi Tanaman, Universitas Lampung (Unila).

Ketua DPD Lampung-Bengkulu, Muhammad Syarif, mendengar kabar duka berpulangnya seniornya itu langsung sok. Awalnya, Syarif mengakui hanya sakit seperti pilek dan diare biasa. Tidak mengira, alhmarhum akan berpulang secepat itu. “Alhmarhum sosok yang humble, suka berbagi ilmu pada rekan se-porfesi,” terang Syarif.

Sudiono mengawali karir di dunia penilaian usai menyelesaikan S1 Pertanian, Universitas Lampung tahun 1990, satu tahun berikutnya masuk ke PT Satyatama Graha Tara (SGT) dari 1991- 1994.  Lalu tahun 1994 hingga 2009 berkarya di PT Jasa Advisindo Lestasi Cabang Palembang.

Tahun 2008 Sudiono mendirikan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sudiono dan Rekan dan tahun 2012 berganti nama menjadi KJPP Sudiono Awaluddin & Rekan hingga sekarang. Dr. Ir. Sudiono hingga saat ini menjabat sebagai Managing Partner KJPP Sudiono Awaluddin & Rekan.

Sudiono tergolong perintis profesi penilai masuk di wilayah Lampung Bengkulu, mengembangkan penilai di wilayah itu dan tahun 2015-2019 beliau di percaya menjabat sebagai Ketua DPD Lampung Bengkulu.

Di tengah menjalani profesi penilai, Sudiono juga menyelesaikan S2 dari Instutute Pertanian Bogor (IPB) tahun 2001. Dan tahun 2003, Sudiono mulai terlibat aktif sebagai pengajar (dosen) di almamaternya (Unila) dan mata kuliah yang diembannya adalah Epidemi dan Pengendalian Penyakit Tumbuhan. Juga mata kuliah  Mikro Biologi Pertanian dan kewirausahaan Pertanian hingga sekarang.

Sebagai praktisi penilai dan pendidik, Sudiono pada Januari 2017 mampu menyelesaikan Studi S3 (Doctor) dari Institute Pertanian Bogor (IPB). Itu membuat bangga almamaternya juga profesi penilai yang dia geluti. Beliau tergolong penilai yang hobi mengajar baik di almamaternya juga di profesi penilai ini yang tidak pelit berbagi ilmu penilaian.

Bahkan di periode kepemimpinan di profesi penilai saat ini, beliau juga diberikan amanah menjadi salah satu Anggota Tim Penguji Ujian Sertifikasi Penilai MAPPI.

Ketua DPD Lampung Bengkulu, Muhammad Syarif, saat ditanya apa keinginan almarhum yang belum bisa direalisasikan untuk profesi penilai. Syarif menjelaskan adalah profesi penilai bisa semakin dihargai pengguna jasa, mitra perbankan dan lainnya yaitu dengan mendorong terwujudnya UU penilai. “Itu keinginan beliau yang belum bisa di wujudkan,” terang Syarif.

Hanya melalui regulasi profesi setingkat UU, kewibawaan profesi bisa terangkat, selevel dengan profesi lainnya.

Selamat jalan rekan Dr. Ir. Sudiono, M.Si. MAPPI (Cert), Anggota MAPPI 95-S-00644 dan RMK-2017.00038. Jasamu tak bisa ku lupakan, kau kenalkan aku pada profesi penilai yang bisa menjadi sadaran hidupku dan banyak teman lainnya. Amal ibadahmu akan menuntunmu ke jalan yang terang di sisi-Nya. Amin. (Hari Suharto)

4.6 10 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x