Kapitalisasi pasar dan nilai pasar hasil kalkulasi sederhana yang secara eksklusif mendasarkan diri pada aset perusahaan. Namun, kedua istilah itu kerap menjebak saat digunakan bersamaan.
Wartapenilai.id—Menilai, nilai perusahaan secara tepat menjadi suatu penting, bagi seorang keuangan, ekonom, akuntansi maupun investor. Banyak cara untuk mengukur dan menentukan nilai perusahaan. Namun mereka kerap terjebak pada dua istilah yang membingunkan antara kapitalisasi pasar dan nilai pasar.
Keduanya biasa di gunakan untuk mengukur aset perusahaan, namun berbeda kalkulasi dan presisi-nya. Seperti kapitalisasi asa merupakan jumlah saham perusahaan yang beredar dikalikan dengan harga satuan saham saat ini. Sedangkan nilai pasar, lebih rumit dinilai menggunakan berbagai metrik dan kelipatan, seperti harga atas pendapatan, harga atas penjualan, laba atas ekuitas.
Kapitalisasi pasar pada dasarnya adalah jumlah saham perusahaan yang beredar dikalikan dengan harga satu saham saat ini. Nilai pasar lebih tidak berbentuk dan lebih rumit, dinilai menggunakan berbagai metrik dan kelipatan, seperti harga-ke-pendapatan, harga-ke-penjualan, dan laba atas ekuitas.
Kebingungan kerap muncul, saat merujuk ke salah satu perusahaan, kapitalisasi pasar kerap digunakan secara sinonim dengan nilai pasar. meski secara teknis berarti nilai pasar dari ekuitasnya, bukan nilai pasar seara keseluruhan.
Kapitalisasi pasar merujuk ke harga saham, untuk menghitung kapitalisasi pasar perusahaan dengan mengalikan jumlah saham beredar dengan harga satu saham saat ini. Sebagai ilustrasi, perusahaan dnegan 50 juta saham dengan harga saham Rp 2.500 akan memiliki kapitalisasi pasar Rp 125 miliar.
Kapitalisasi pasar kerap dimanfaatkan untuk menentukan nilai perusahaan saat menganalisis peluang perdagangan yang potensial. Namun, harga saham itu sendiri sangat subjektif dalam banyak hal. Harga saham tidak mengikuti rumus matematika apa pun dalam pergerakannya (meskipun pedagang harian selalu mencoba membuat persamaan penghasil uang). Faktor-faktor yang berbeda ditimbang dalam harga dengan cara yang sangat berbeda, dengan begitu kapitalisasi pasar pun masih merupakan ukuran nilai yang subjektif.
Sementara kapitalisasi pasar kerap disebut sebagai nilai perusahaan, nilai pasar sebenarnya perusahaan jauh lebih kompleks. Nilai pasar ditentukan oleh penilaian atau kelipatan yang diberikan oleh investor kepada perusahaan, seperti harga untuk penjualan, harga untuk pendapatan, nilai perusahaan terhadap EBITDA, dan sebagainya. Metrik yang berbeda ini memperhitungkan beberapa faktor selain ekuitas pemegang saham, seperti obligasi yang beredar, potensi pertumbuhan jangka panjang, hutang perusahaan, pajak, dan pembayaran bunga. Semakin tinggi valuasinya, semakin besar nilai pasarnya.
Nilai pasar perusahaan dapat sangat berfluktuasi dari waktu ke waktu dan sangat dipengaruhi oleh siklus bisnis; nilai pasar jatuh selama pasar keuangan yang menyertai resesi dan naik selama pasar naik yang terjadi selama ekspansi ekonomi.
Nilai pasar dapat bergantung pada banyak faktor lain, seperti sektor tempat perusahaan beroperasi, profitabilitas, beban hutang, dan lingkungan pasar secara keseluruhan. Ini juga mencerminkan opini investor atau analis.
Sebagai contoh, Perusahaan A dan Perusahaan B mungkin keduanya adalah perusahaan teknologi dengan penjualan tahunan Rp 100 miliar, tetapi jika A termasuk perusahaan teknologi yang cepat tumbuh dengan jor-joran berinvestasi di R&D, nilai pasar A umumnya akan jauh lebih tinggi dibanding Perusahaan B karena investor mengharapkan inovasi yang lebih besar, produk yang lebih baru dan lebih baik dari Perusahaan A.
Kapitalisasi pasar dan nilai pasar tidak menjadi bingung hanya karena kedengarannya mirip. Orang kerap menggunakan keduanya secara bergantian merujuk pada kapitalisasi pasar perusahaan sebagai “nilai pasar” atau “nilai pasar saham” atau “nilai di pasar”. Tetapi ketika mereka melakukannya, mereka mengacu pada jenis nilai pasar tertentu. Kapitalisasi pasar pada dasarnya sinonim untuk nilai pasar ekuitas.
Juga, karena ini hanyalah jumlah saham beredar yang dikalikan harga, kapitalisasi pasar perusahaan satu angka yang tidak dapat disangkal. Penilaian pasar dapat bervariasi, tergantung pada metrik dan kelipatan yang tepat yang digunakan analis.
Untuk itu, tidak ada satu pun dari metrik ini yang harus disamakan dengan nilai buku perusahaan, yang merupakan kekayaan bersihnya. Nilai buku dihitung dengan mengurangkan aset dan kewajiban non-moneter atau hutang dari total aset perusahaan. Nilai buku suatu perusahaan mungkin lebih rendah atau lebih tinggi dari nilai pasar atau kapitalisasi pasarnya. (***/Toto)