Kebutuhan manajer aset profesional sangat dinanti pemerintah guna mengoptimalkan aset negara yang terbangun. Optimalisasi aset negara selain meningkatkan penerimaan negara bukan pajak, diharapkan mampu menggerakan ekonomi dan manfaat sosial.
Wartapenilai.id—Itu diungkapkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pada acara Grand Final Kompetisi The Asset Manager 2020 yang digelar Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), di Jakarta, 24 September 2020.
Sri Mulyani menegaskan pengelola aset negara harus dilakukan secara kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan guna mengoptimalkan nilai dan fungsi aset yang mampu memberikan manfaat dan nilai bagi negara.“Seorang manajer atau kelompok manajer harus memiliki ide kreatif, inovatif, selalu berpikir produktif tapi kritis, bagaimana caranya aset bisa optimal,” terangnya.
Lebih lanjut, Sri Muyani menegaskan optimalisasi aset negara harus ada di DNA seluruh para manajer aset. Apalagi manajer aset tidak hanya di Kementerian Keuangan, termasuk Kementerian, lembaga, pemerintah daerah (pemda), badan layanan umum (BLU), dan badan usaha milik negara (BUMN). Manajer aset memiliki pemahaman yang baik akan terjadinya perubahan, melihat kesempatan baru, memahami risiko, dan semua mampu di formulasikan dalam manajemen aset yang bisa memberikan nilai tambah bagi penerimaan negara, termasuk masyarakat.
Sri Mulyani memberikan contoh, pemerintah telah membangun dan memperbaiki Stadion Gelora Bung Karno (GBK) menjadi sangat megah dan memiliki fasilitas lengkap untuk pagelaran Asian Games beberapa tahun lalu.
Pengelola aset negara itu, terangnya harus mampu memberikan solusi dan terobosan bagaimana fasilitas dan kemegahan Stadion GBK tidak hanya dipakai saat pagelaran Asian Games saja. Tetapi nilai tambah akan aset negara it uterus diciptakan, meskipun tida selalu dalam bentuk uang. Lokasinya strategis, menjadi ruang publik sampai tempat jualan. Itu bisa untuk menggerakan ekonomi dan memberikan manfaat sosial lainnya. Dia berharap aset negara yang sudah terbangun bisa di optimalkan nilai tambahnya, baik memberikan penerimaan bukan pajak, maupun kemanfaatan lainnya.
Tidak hanya itu, Sri Mulyani berharap dengan peralihan sistem kerja dari kantor menjadi work from home (WHF), manajer aset juga harus mampu berinovasi mengelola aset, termasuk mengarahkan ke office space. Optimalisasi seperti itu memberikan nilai tambah dan fungsi aset negara bisa membantu penerimaan negara.
Sri Mulyani berharap melalui kompetisi ini, bisa muncul semangat saling bertukar gagasan, menularkan kreatifitas, edukasi pada seluruh asset managers di Indonesia sehingga asset managers memiliki talents, skill, dan juga sikap produktif, dan akan sangat membantu Indonesia membangun serta mencapai cita-cita menjadi negara maju,” pungkasnya.
Sementara Direktur Utama LMAN Basuki Purwadi berharap kompetisi The Asset Manager 2020 bisa menjadi ajang berkolaborasi, bersinergi, berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan dan menjadi ajang menimbulkan kesadaran dan mengobarkan semangat melakukan optimalisasi aset negara. “Ke depan, ini akan menjadi wadah komunitas yang membesar di seluruh nusantara supaya aset negara bisa dioptimalisasi dengan sebaik-baiknya,” terang Basuki.
Kompetisi ketiga kali digelar ini, diikuti 58 tim, diarahkan untuk mencari pengelola aset negara yang professional. Penilaiannya terbagi dalam dua kategori. Pertama, kategori Maestro untuk K/L, BLU non Kawasan, dan pemda. Kategori kedua kategori Master untuk BUMN dan BLU Kawasan.
Penjurian babak Grand Final The Asset Manager 2020 dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti, dan Guru Besar Arsitektur Institut Teknologi Bandung Prof. Danisworo.
Enam finalis yang masuk babak akhir, pemenang kategori maestro Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) sebagai juara pertama, Universitas Andalas juara kedua, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika juara ketiga. Sementara kategori Master juara pertama PT Wijaya Karya (Persero), juara kedua Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), dan juara ketiga PT Perusahaan Gas Negara. (***/Tim)