Pentingnya Analisis Penilaian

by redaksi

Wartapenilai.id—Analisis penilaian merupakan proses untuk memperkirakan perkiraan nilai suatu aset, bisnis, ekuitas, jaminan pendapatan tetap, komoditas, real estat, atau aset lainnya. Penilai menggunakan pendekatan berbeda untuk analisis penilaian yang disesuaikan jenis asetnya.

Pendekatan itu sangat bergantung beberapa metodologi dan model yang berbeda untuk menghasilkan harga tunggal berdasarkan input atau variabel yang berbeda. Proses penilaian yang diterapkan sangat tergantung jenis aset apakah menghasilkan arus kas atau berdasarkan tujuan penilaian.

Analisis penilaian sebagian besar adalah sains (angka-angka), tetapi ada juga sedikit seni yang terlibat karena penilai dipaksa membuat asumsi untuk input model. Nilai aset pada dasarnya adalah nilai sekarang (PV) dari semua arus kas masa depan diperkirakan bakal dihasilkan aset tersebut. Yang melekat dalam model estimasi suatu perusahaan, misalnya, adalah segudang asumsi mengenai pertumbuhan penjualan, margin, pilihan pembiayaan, belanja modal, tarif pajak, tingkat diskonto formula PV dan lainnya.

Setelah model disiapkan, penilai memainkan variabel untuk melihat bagaimana penilaian berubah dengan asumsi yang berbeda ini. Tidak ada model yang sesuai untuk ukuran kelas aset. Sedangkan penilaian untuk perusahaan manufaktur mungkin sesuai dengan model DCF multi-tahun, dan perusahaan real estat paling baik dimodelkan dengan pendapatan operasional bersih (NOI) saat ini dan tingkat kapitalisasi, komoditas seperti bijih besi, tembaga, atau perak akan tunduk pada model lebih tepat mendasarkan pada perkiraan permintaan dan penawaran.

Keluaran dari analisis penilaian bisa dalam berbagai bentuk. Ini bisa berupa angka tunggal, seperti perusahaan yang memiliki penilaian sekitar Rp 5 miliar, atau bisa juga berupa kisaran angka jika nilai aset sangat bergantung pada variabel yang sering berfluktuasi, seperti obligasi perusahaan dengan durasi yang tinggi memiliki kisaran penilaian antara par dan 90% dari nominal tergantung hasil dari obligasi 30 tahun.

Penilaian dapat dinyatakan sebagai kelipatan harga. Misalnya, sebagai saham teknologi diperdagangkan pada harga dengan laba (P/E) beberapa dari 40 x, saham telekomunikasi senilai 6x nilai perusahaan ke laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EV / EBITDA ) atau bank diperdagangkan dengan harga 1,3x lipat dari harga ke buku (P/B) rasio. Analisis penilaian juga dapat berbentuk akhir sebagai nilai aset per saham atau nilai aset bersih (NAB) per saham.

Analisis penilaian penting bagi investor untuk memperkirakan nilai intrinsik saham perusahaan agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi. Nilai wajar obligasi tidak menyimpang banyak, jika sama sekali, dari nilai intrinsik, tetapi peluang memang muncul sesekali dalam kasus tekanan keuangan dari perusahaan yang berhutang banyak. Analisis penilaian, alat yang berguna untuk membandingkan perusahaan dalam sektor yang sama atau memperkirakan pengembalian investasi selama periode waktu tertentu. (***/Atur)

5 1 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x