Sejak Indonesia dilanda wabah Virus Corona (Covid-19), Komite Pendidikan MAPPI menghentikan pelaksaan pendidikan designasi. Penutupan yang berlangsung empat bulan lebih itu, berpengaruh terhadap pasokan tenaga penilai bersertifikast, yang dibutuhkan KJPP guna melebarkan sayap bisnisnya. Itu disadari Komite Pendidikan MAPPI, untuk segera membuka kembali Pendidikan digsinasi pada pertengahan Juli 2020.
Wartapenilai.id—Tersendatnya pasokan tenaga penilai bersertifikat MAPPI, sangat mengganggu perkembangan bisnis Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Meski selama wabah Covid-19, banyak pekerjaan penilaian yang hilang, namun ada sebagian KJPP yang justru mempersiapkan diri melebarkan sayap bisnisnya.
Apalagi akhir tahun 2019 lalu, Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kementerian Keuangan, sebagai regulator menerbitkan PMK 228 Tahun 2019 tentang Penilai Publik. Regulasi itu melengkapi regulasi sebelumnya untuk praktik profesi penilai di Indonesia. Dimana PMK itu mensyaratkan pendirian Cabang KJPP, minimal dua penilai beregister, namun karena pasokannya terganggu banyak KJPP yang menunda pembukaan cabang.
Wakil Ketua, Komite Pendidikan, MAPPI, Benny Supriyanto saat dikonfirmasi mengatakan akan membuka Pendidikan degsinasi penilai semua kelas (PDP1, PDP2, PLP1, PLP2 dan PDS), baik konsentrasi property dan bisnis. Namun pendidikan degsinasi itu tidak dilakukan tatap muka langsung, namun dilakukan secara on-line memakai aplikasi Zoom. “Pendidikan akan kita lakukan on-line memakai Zoom, dan ujiannya dilakukan secara off-line (tatap muka) dengan menerapkan protokol kesehatan,” terang Benny.
Pendidikan digsinasi secara on-line memang sesuatu yang baru di MAPPI dan Komite Pendidikan sedang mempersiapkan pengajar, merumsukan biaya pendidikan yang layak. Pengajar yang dilibatkan di pendidikan degsinasi adalah pengajar yang senior-senior untuk membekali ilmu penilaian. Untuk materi, Benny menjelaskan tidak ada perubahan, masih memakai materi yang lama, cuma bedanya cara belajar mengajar dilakukan dengan memakai Zoom. “Kalau dilakukan perubahan materi, akan membutuhkan waktu yang lama,” terangnya.
Waktu dan jam belajar, pendidikan digsinasi on-line ini seperti pendidikan sebelumnya, tidak ada perubahan signifikan, bedanya hanya dilakukan secara on-line. Benny memberikan ilustrasi Pendidikan dilakukan dalam satu minggu, dan diteruskan dengan ujian. “Pelaksanaan Pendidikan setiap hari, seperti yang berlaku selama ini, pertemuan dilakukan secara on-line,” terangnya.
Terkait Pendidikan dilakukan on-line, bagaimana pengaruhnya terhadap biaya pendidikan yang harus dibayar peserta. Benny menegaskan jelas aka nada penyesuaian biaya, tentunya dibawah biaya Pendidikan sebelumnya, karena tidak ada biaya ruang kelas, biaya makan, dan coffee break. Saat ini Komte Pendidikan sedang mengkaji ulang besaran biaya pendidikan digsinasi secara on-line ini yang sesuai. “Peserta harus menyiapkan sendiri makan dan minumnya, saat mengikuti pendidikan on-line ini,” terang penilai paling senior di MAPPI saat ini.
Meski demikian, mengajar lewat aplikasi on-line ini jeas membutuhkan kesiapan pengajar, maupun peserta. Pertama, Benny menjelaskan baik pengajar dan peserta harus terkoneksi dengan jaringan internet kecepatan tinggi. Ini dibutuhkan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Untuk pengajar yang tidak memiliki jaringan internet yang bagus bisa dilakukan di Kantor MAPPI, begitu juga untuk peserta yang tidak memiliki jaringan internet yang baik bisa dilakukan dari kantornya.
Lalu berikutnya, Benny juga menjelaskan untuk mengajar on-line, jelas ada tambahan waktu, yang biasanya per sesi dilakukan 45 menit untuk on-line bisa memakan waktu 1 jam. “Tambahan waktu itu untuk menyajikan materi dari laptop, dan pengajar harus banyak memberikan arahan agar peserta tidak jenuh,” terangnya.
Itulah yang dipersiapkan komite pendidikan MAPPI, untuk menggenjot ketersediaan penilai bersertifikat yang dibutuhkan anggota maupun jasa penilaian. Peserta yang terlibat dalam kelas pendidikan designasi mungkin tidak dibatasi seperti sebelumnya, pendidikan on-line bisa menampung lebih banyak peserta. Peserta yang terlibat Pendidikan ini akan mendapatkan materi yang dikirim melalui e-mail masing-masing. (***/HS)