Anggaran Kementerian PUPR, Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi

by redaksi

Melalui pagu indikatif sebesar Rp 115,58 triliun, Kementerian PUPR terus membangun SDA, konektivitas, infrastruktur kawasan permukiman dan lainnya. dampaknya diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi.

Wartapenilai.id—Pagu indikatif RAPBN Kementerian PUPR Tahun 2021 sebesar Rp115,58 triliun, lebih kecil dari pagu usulan sebesar Rp 140,33 triliun. Anggaran sebesar itu difokuskan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial akibat dampak abah covid-19.

Hal itu terungkap pada rapat kerja kementerian PUPR dengan Komisi V DPR RI, membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2021, di Gedung DPR RI, 24 Juni lalu.

Rapat kerja itu dihadiri Menteri Basuki, Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto, Dirjen Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, Dirjen Cipta Karya Danis Sumadilaga, Dirjen Perumahan Khalawi AH, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Eko Djoeli Heripoerwanto, Dirjen Bina Konstruksi Trisasongko Widianto, Kepala BPIW Hadi Sucahyono dan Kepala BPSDM Sugiyartanto.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menjelaskan pagu indikatif ini dialokasikan berdasarkan Surat Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan pada 8 Mei 2020 lalu. Upaya percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial, terang Basuki yang dilakukan Pemerintah telah menetapkan tujuh prioritas nasional agenda pembangunan (program prioritas ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, pengembangan wilayah untuk kurangi kesenjangan, SDM berkualitas dan berdaya saing, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, infrastruktur untuk ekonomi dan pelayanan dasar, lingkungan hidup serta perubahan iklim, dan stabilitas Polhukhankam dan transformasi pelayanan publik, terangnya.

Dari tujuh prioritas, Basuki menjelaskan enam terkait agenda pembangunan di Kementerian PUPR, kecuali revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Guna mendukung prioritas nasional 2021, pagu indikatif sebesar Rp 115,58 triliun, peruntukkan pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp 44,46 triliun, pembangunan konektivitas Rp 38,89 triliun, pengembangan infrastruktur kawasan permukiman Rp 22,33 triliun, perumahan Rp 7,48 triliun dan sisanya untuk perencanaan, pengawasan, pembiayaan infrastruktur, pembinaan konstruksi, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), dan layanan manajemen.

Target prioritas tahun 2021, infrastruktur SDA, dilaksanakan pembangunan bendungan dan embung, irigasi dan rawa, pembangunan pengendali daya rusak, penyediaan air tanah dan air baku untuk mengantisipasi kekeringan, operasi dan pemeliharaan infrastruktur yang telah selesai dibangun, pengadaan tanah non Proyek Strategis Nasional (PSN), pengendalian Lumpur Sidoarjo, dan untuk dukungan teknis lainnya.

Lebih lanjut, Basuki menjelaskan pembangunan 47 bendungan, terdiri atas 4 bendungan baru dan 43 bendungan lanjutan (on-going) antara lain Keureuto, Tapin, Bener, Way Sekampung, Leuwikeris, Bendo, Pamukkulu, dan Budong-Budong.

Sedangkan pembangunan embung antara lain Sriwijaya, Sanur, Natuna, Bandara Bungo, kemudian revitalisasi 5 danau yakni Rawapening, Limboto, Tondano, Poso, dan Sipin. Khusus untuk Sipin disiapkan sebagai arena atau venue perlombaan dayung baik nasional dan internasional, terang Basuki.

Untuk pembangunan konektivitas, juga akan dilanjutkan pembangunan jalan sepanjang 662 Km diantaranya di Perbatasan Kalimantan, NTT dan Papua, Trans Papua, Pansela Jawa (Jawa Tengah & Jawa Timur), missing link seperti pada ruas Geumpang – Pameu di Aceh), Trans Kepulauan Terluar, Exit Tol Mesuji di Lampung, Lingkar Utara Brebes, Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Mandalika NTB, Akses Bandara Syamsudin Noor (Kalsel), Manado Outer Ring Road, Lingkar Kota Kendari, & Kabupaten Asmat di Papua.

Sedangkan pembangunan jembatan baru atau duplikasi jembatan (18.588 meter) yang diprogramkan 2021 antara lain Jembatan Peureulak (Aceh), Nilo (Riau), Talang Pangeran dan Dusun Anyar (Sumsel), Merangin (Jambi), Kretek (Pansela DIY), Yeh Otan (Bali), Sambas Besar (Kalbar), Pile Slab Bukit Rawi (Kalteng), Pulau Balang (Kaltim), di ruas Trans Papua dan Trans Maluku. Pembangunan Flyover (FO)/Underpass (UP)/ Terowongan (2.466 meter) pada tahun 2021 antara lain, UP Bulak Kapal (Bekasi), FO Kopo (Jawa Barat), FO Purwosari (Jateng), Jalan Layang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang (Jateng), dan FO Simpang Kabil (Kepulauan Riau).

Sementara, infrastruktur permukiman yang dikerjakan 2021 seperti prasarana dan sarana air minum, sanitasi, penataan kawasan permukiman, bangunan gedung, pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan, olahraga dan pasar. Terkait program perumahan untuk mendukung Program Satu Juta Rumah, Kementerian PUPR menargetkan tahun 2021 pembangunan Rumah Susun dengan jumlah unit satuan Rusun 7.724 unit, bantuan rumah swadaya 111.200 unit di 33 provinsi, rumah khusus 2.640 unit serta bantuan prasarana sarana utilitas (PSU) 40.000 unit. (***/Harya)

0 0 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x