Melakukan Penilaian Bisnis Sendiri

by redaksi

Penilai bisnis awalanya tidak atau kurang akrab dengan bisnis. Saat melakukan penilaian di perlu waktu memahami bisnis, pasar, dan prospek ekonominya. Makanya butuh kunjungan lokasi, analisa data ekonomi eksternal dan studi spesifik bisnis. Sebagai pemilik bisnis, yang pernah memakai jasa professional, seharusnya sudah bisa menilai bisni anda sendiri.

Wartapenilai.id—Penilaian bisnis bisa digunakan untuk mengetahui nilai bisnis yang anda miliki sendiri. Penilaian adalah cara mengukur nilai bisnis, yang ukurannya tergantung kemampuan bisnis menghasilkan manfaat ekonomi bagi pemiliknya. Dan risiko yang dimiliki bisnis itu sendiri, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Para professional kerap menyebut proses penilaian bisnis. Toolkit yang digunakan mencakup tiga metode pendekatan penilaian. Yang menjadi kunci adalah aset, pasar, dan pendapatan. Untuk mengukur nilai bisnis, jelas ada prosedur yang harus diikuti.

Sebagai pelaku bisnis, mendapatkan ukuran nilai bisnis yang akurat sanag penting dan itu tergantung beberapa faktor. Pertama, alasan mengapa nilai bisnis perlu ditentukan dan siapa yang perlu tahu nilai bisnis itu. Sebagai pemilik, penilaian dibutuhkan untuk menetapkan harga yang diminta guna transaksi penjualan bisnis, membangun penawaran untuk membeli bisnis, mendapatkan pinjaman bank, perjanjian jual beli, menyelesaiakan perselisihan dengan mitra, atau untuk mempertahankan nilai bisnis dalam sengketa hukum.

Kedua, situasi di sekitar penilaian bisnis. Penilaian bisnis ini jelas untuk menentukan nilai bisnis yang diharapkan bisa terus beroperasi. Gambaran nilai bisnis akan terlihat sangat berbeda jika bisnis ini akan ditutup dan asetnya dijual. Ketiga, rekam jejak keuangan dan operasional bisnis dan propsek masa depan. Penilaian bisnis sangat penting untuk mengetahui yang telah dilakukan bisnis di masa lalu. Tetapi nilai bisnis lebih tergantung pada apa yang akan dapat dilakukan bisnis di masa depan.

Keempat, struktur kepemilikan bisnis. Penilaian bisnis untuk mengetahui nilai seluruh bisnis, saham kemitraan, kepentingan kepemilikan untuk mengendalikan. Kelima, pendekatan dan metode yang digunakan untuk mengukur nilai bisnis. Ada sejumlah metode sesuai standar penilaian bisnis untuk dipilih dari pendekatan aset, pasar, dan pendapatan. Keenam, prosedur menyimpulkan nilai bisnis. Tidak ada satu metode penilaian bisnis yang terbaik. Juga, hasil masing-masing dapat bervariasi. Jalan tengahnya mendamaikan perbedaan-perbedaan untuk menentukan nilai bisnis.

Para profesional penilai bisnis biasanya dilibatkan untuk melakukan penilaian bisnis dan melaporkan kesimpulannya. Klien mereka adalah pebisnis atau profesional lainnya. Proses penilaian bisnis yang dilakukan profesional yang selalu dilakukan adalah mendiskusikan dan menyepakati ruang lingkup, tujuan, dan penerima penilaian bisnis; membuat garis besar dan negosiasikan pengaturan biaya; mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk analisis nilai bisnis; melakukan analisis bisnis dan data ekonomi terkait lainnya. Ini penting untuk memahami potensi penghasilan dan risiko yang terkait dengan bisnis.

Lalu, melakukan rekonstruksi laporan keuangan perusahaan untuk mengungkapkan kekuatan penghasilan bisnis. Memilih dan menerapkan metode penilaian bisnis yang sesuai. Menggunakan hasil dari metode penilaian untuk menyimpulkan nilai bisnis, mengkompilasi dan melaporkan temuan kepada klien.

Melihat langkah tersebut, penilai bisnis menghabiskan banyak waktu dan upaya untuk memahami penugasan penilaian, mengumpulkan dan menganalisis bisnis dan informasi terkait lainnya dan merekonstruksi laporan keuangan historis perusahaan.

Karena penilai awalnya tidak akrab dengan bisnis, dia perlu waktu memperoleh pemahaman mendalam tentang bisnis, pasarnya, dan prospek ekonominya. Yang biasanya ini memerlukan kunjungan ke lokasi, analisis data ekonomi eksternal dan studi spesifik bisnis. Hanya dengan demikian penilai bisa membuat penilaian yang terinformasi mengenai pendekatan dan metode yang digunakan untuk mengukur nilai bisnis.

Dengan begitu, penilaian bisnis yang dilakukan secara profesional membutuhkan waktu. Dan waktu membutuhkan uang. Selanjutnya penilai akan memilih satu atau lebih metode penilaian bisnis di bawah pendekatan penilaian standar. Penilai biasanya memulai dengan laporan keuangan historis perusahaan sebagai titik awal. Kemudian membuat penyesuaian dan proyeksi pendapatan untuk mengungkapkan potensi penghasilan bisnis. Dengan penyesuaian ini, penilai menerapkan metode penilaian bisnis yang dipilih.

Untuk menyimpulkan nilai bisnis, penilai menggunakan penilaian yang diberitahukan untuk menetapkan bobot relatif untuk setiap hasil. Akhirnya, penilai mengkompilasi temuan nilai bisnis dalam laporan penilaian yang dikirimkan kepada klien.

Pengalaman Pemilik Bisnis

Memperhatikan proses penilaian bisnis yang dilakukan profesional mengharuskan pemilik bisnis menjelaskan kebutuhan dan keadaan penilaian bisnis kepada penilai. Penilai professional mendidik penilai tentang struktur keuangan, operasional, dan kepemilikan bisnis. Bertemu dengan penilai untuk membahas penugasan penilaian, menyepakati biaya profesional dan tabel waktu. Memberikan informasi bisnis yang diperlukan oleh penilai untuk melakukan penilaian. melakukan tinjauan dan memahami laporan penilaian dan kesimpulan nilainya.

Sebagai pemilik bisnis, tentunya sadar akan kebutuhan dan keadaan yang menuntut penilaian bisnis. Dari situ pemilik telah memiliki pengetahuan tentang kinerja keuangan dan operasional bisnis. Pengetahuan itu bisa digunakan untuk melakukan proyeksi keuangan dan menyesuaikan keuangan bisnis per periode. Dengan begitu anda bisa menilai prospek ekonomi bisnis berdasarkan pemahaman mendalam akan operasi dan pasarnya. Anda dapat menghitung nilai bisnis menggunakan metode penilaian bisnis standar. Dan bisa menyimpulkan nilai bisnis berdasarkan hasil analisis dan perhitungan Anda.

Dengan begitu, pemilik bisnis bisa mengambil manfaat bisa melakukan penilaian sendiri. Dan itu bisa menghemat uang, waktu, mendapat pemahaman apa yang bisa menciptakan nilai bisnis dan bagaimana hal itu diukur. Ini jelas berbeda dengan mendelagsikan penilaian bisnis pada seorang profesional memiliki efek samping penting namun kurang jelas: penilai memperoleh pemahaman bagaimana nilai bisnis dibuat dan diukur. Dengnan melakukan penilaian bisnis anda sendiri memberikan pengetahuan yang optimal.

Lalu manfaat berikutnya berada dalam posisi yang kuat mengetahui nilai bisnis. Pengetahuan yang Anda peroleh dari mengukur sendiri nilai bisnis adalah aset yang sangat berharga. Pengetahuan ini menempatkan pada posisi yang kuat – ketika bernegosiasi dengan mitra, pemberi pinjaman dan investor, pihak berwenang atau pihak-pihak dalam transaksi penjualan atau pembelian bisnis. Dengan bisa meningkatkan nilai bisnis, pemilik bisa menjadikan alat perencanaan. Sebab, pemilik sudah tahu bagaimana mendorong nilai bisnis. (***/Toto)

5 1 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x