Wartapenilai.id—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah menyelesaikan peningkatan layanan jalan dan jembatan, Flyover Martadinata (Pamulang) di Simpang Gaplek Jalan Raya Martadinata, Kota Tangerang Selatan. Infrastruktur itu diharapkan mampu mendukung jalur logistic ke Jakarta.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menegaskan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan untuk mempermudah jalur logistik, kelancaran produksi dan distribusi barang kebutuhan pokok, obat-obatan atau alat kesehatan, serta layanan kesehatan/kendaraan medis untuk penanganan pencegahan penyebaran COVID-19.
Basuki menegaskan layanan konektivitas menjadi semakin baik bisa menunjang kelancaran logistik, terutama saat masa Pandemi Covid-19 ini. “Juga menopang perekonomian masyarakat seperti mengangkut hasil bumi dan hasil produksi lainnya, termasuk menjaga agar satu wilayah tidak terisolir karena jalan dan jembatan putus,” terangnya beberapa waktu lalu.
Flyover Martadinata yang berada di Jalan Nasional Batas DKI/Banten – Gandaria/Batas Depok/Tanggerang (Ciputat – Bogor), menjadi satu kesatuan fungsi untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur Provinsi Banten, jaringan jalan primer yang menghubungkan antar Pusat Kegiatan Nasional (PKN) maupun antara Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) untuk memenuhi kebutuhan dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan wilayah.
Dengan selesainya pembangunan Flyover Martadinata bisa mengurai kemacetan persimpangan jalan nasional dan jalan provinsi, dan meningkatkan aksesibilitas pengguna jalan dan mendukung distribusi logistik yang berdampak langsung pada peningkatan laju perekonomian masyatakat.
Flyover Martadinata dibangun Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI Jakarta Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dengan panjang 983,5 meter dan lebar 35 meter. Biaya pembangunannya bersumber dari APBN sebesar Rp 79,9 miliar melalui skema Multi Years Contract (MYC) atau tahun jamak kontrak 2019 – 2020. Saat ini progres fisik pengerjaannya sudah mencapai 100%.
Kepala BBPJN VI Jakarta Hari Suko mengatakan Flyover Martadinata Pamulang sudah kita selesaikan dan saat ini sedang ujicoba lalu lintas (open traffic).”
Flyover itu dibangun dengan menggunakan Teknologi Corrugated Mortar Busa dengan mengkombinasikan dua bahan untuk struktur bangunan atas jembatan yaitu baja struktur bergelombang dengan material ringan Mortar Busa. Pemanfaatan Mortar Busa merupakan optimalisasi penggunaan busa (foam) dengan mortar (pasir, semen dan air) berkekuatan tinggi dan ideal menjadi dasar atau perkerasan jalan pada tanah lunak dengan densitas kering 7 – 8 kN/m3 dan kuat tekan bebas minimal 800 kPA.
Teknologi dan metode yang diterapkan lebih menghemat biaya, keunggulan Mortar Busa lebih efisien waktu pengerjaan jika dibandingkan dengan konstruksi konvensional (antara 40 %) dan ramah lingkungan karena menggunakan lebih sedikit material konstruksi terutama bahan alam.
Pemanfaatan Teknologi Mortar Busa juga diterapkan di beberapa flyover di Indonesia salah satunya di Jalan Layang Antapani di Kota Bandung, Jawa Barat yang merupakan pilot project teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP) pertama di Indonesia. Kemudian disusul flyover lain seperti Klonengan di Tegal serta Manahan dan Purwosari di Solo. (Iwn/***)