Memahami Nilai Likuidasi Dari Mesin dan Peralatan

by redaksi

Wartapenilai.id—Sebagian besar pemilik bisnis, sejatinya alergi mempertimbangkan nilai likuidasi dari aset mesin dan peralatan yang dimiliki. Kenapa itu bisa terjadi. Tidak lain karena likuidasi dianggap sebagian besar pemilik bisnis sebagai tanda kegagalan menjalankan bisnis atau identik kebangkrutan.

Meski demikian ada beberapa keadaan, bagaimana bila bisnis terlilit hutang dan tidak ada jalan keluarnya. Semakin banyak tekanan untuk menjual aset yang ada untuk menyelesaikan beberapa kewajiban pinjaman sebelumnya. Sebelum itu terjadi, pemilik bisnis mungkin perlu memiliki penilaian mesin dan peralatan untuk melakukan penilaian likuidasi, yang tidak ada kaitannya dengan masalah keuangan perusahaan. Sebagai pelaku bisnis, harus memahami cara kerja nilai likuidasi dari mesin dan peralatan.

Nilai likuidasi terjadi antara nilai likuidasi paksa dan nilai pasar wajar. Perhitungannya dengan mengasumsikan mesin dan peralatan itu harus dijual, yang penjualan bisa terjadi dalam beberapa periode waktu lebih lama, seperti beberapa bulan. Dengan begitu pemilik akan menerima kurang dari harga pasar wajar, namun lebih dari nilai likuidasi paksa.

Lalu apa bedanya dengan nilai pasar wajar. Nilai pasar wajar mengasumsikan aset mesin dan peralatan akan berada di bawah harga pasar normal sebelum dijual dengan harga wajar untuk pembeli dan penjual. Namun, penjualan aset tersebut tidak dibatasi waktu yang tegas, berapa lama peralatan akan ditawarkan dijual, sehingga akan dijual dengan harga lebih tinggi daripada dalam skenario likuidasi paksa.

Lalu bagaimana nilai likuidasi mesin dan peralatan bisa berpengaruh terhadap bisnis. Saat pemilik bisnis siap menjual, dengan mengetahui nilai likuidasi paksa memungkinkan pemilik memperoleh uang tunai lebih cepat guna membantu pembiayaan atau memberikan tambahan selama proses penjualan jika segala sesuatu tidak berjalan semulus yang diharapkan.

Begitu juga bagi pihak yang ingin membeli sebuah bisnis, mengetahui nilai-nilai itu memungkinkan untuk pengambilan keputusan cepat untuk menjual beberapa peralatan berlebih untuk membayar utang atau memenuhi kebutuhan selama proses itu.

Lalu dalam situasi seperti apa nilai likuidasi digunakan. Dalam banyak situasi, banyak pemilik bisnis mengharapkan bisa menerima dana lebih cepat dari penjualan aset dari pada penjualan likuidasi paksa.

Sebab, dengan likuidasi asumsinya bisa berengaruh terhadap putusnya kemitraan, bubarkannya kerjasama bisnis dengan pihak lain atau kematian yang tak terduga dari mitra bisnis.

Dengan mengantisipasi penjualan peralatan tanpa likuidasi paksa bisa mengantisipasi penutupan penjualan bisnis. Atau ada tambahan waktu bagi pihak yang meninggalkan bisnis dan ahli waris menerima uang dari peralatan yang dijual tanpa harus kehilangan mesin dan peralatan.

Dengan likuidasi memberikan gambaran bisnis dalam keadaan krisis. Dimana penilai mengasumsikan aset segera dijual dengan cepat, melalui lelang. Penjualan yang masuk lelang, juga mengasumsikan dilakukan dalam keadaan terpaksa dan tergesa-gesa, membuat pemilik bisnis menerima lebih sedikit dari yang seharusnya diterima jika memakai cara konvensional. Dengan memahami nilai likuidasi paksa, bisa memahami di mana bisnis berada, bahkan ketika situasi memburuk. Data dari penilai bisa membantu memutuskan langkah berikutnya.

Penting dipikirkan nilai likuidasi mesin dan peralatan benar-benar memberikan keuntungan ketika perusahaan dalam kesulitan dan perlu menyingkirkan mesin dengan cepat. Tidak ada alasan bagi bisnis yang sehat untuk menggunakan nilai likuidasi paksa untuk nilai-nilai mesin dan peralatan. Bahkan jika perusahaan berencana untuk menjual kompresor yang di lelang.

Bisnis yang sehat dapat memperbaiki peralatan sebelum menjual di pelelangan, sedangkan perusahaan yang menghadapi likuidasi harus menjual peralatan dalam keadaan apa adanya. Untuk kompresor yang sama, perusahaan yang ingin memperbaiki peralatan atau menunggu waktu yang tepat untuk menjual dapat memerintahkan harga yang jauh lebih tinggi daripada perusahaan yang perlu menjual peralatan apa adanya segera. Pengecualian mungkin adalah kebutuhan untuk membersihkan peralatan sehingga saluran baru dapat dipasang di fasilitas.

Banyak situasi yang berbeda bagaimana memahami nilai likuidasi paksa atas aset mesin dan peralatan yang tetap memberikan keuntungan. Ketika pemilik bisnis membutuhkan penilaian mesin dan peralatan, sedianya memilih penilai bersertifikat. Sebab mereka bisa memastikan metodologi yang tepat sesuai standar penilaian yang bisa digunakan disemua situasi. Metodologi yang disyaratkan standar dikembangkan sesuai koridor hukum, asuransi, keuangan, dan pajak. (***/HS)

5 1 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x