Ketidakpastian Pasar, Pengaruhnya Ke Penilaian

by redaksi

Pandemic virus corona (covid-19) membuat pasar guncang, terjadi panic buying, penawaran dan permintaan tidak berimbang. Itu membuat ketidakpastian dalam penilaian. Sebab, pasar menghadapi gangguan yang berpengaruh terhadap ketersediaan data yang relevan. Pada gilirannya bisa menciptakan ketidakpastian pemilihan metode yang digunakan secara tepat.

Wartapenilai.id—Menjelang akhir 2019, coronavirus novel (Covid-19), muncul menjadi pandemi secara global, yang telah menciptakan ketidakpastian di seluruh dunia. Ketidakpasian itu membuat volatilitas pasar yang sangat besar menjadi tidak pasti. Imbasnya, profesi penilai menghadapi pasar yang tidak pasti, untuk menemukan bukti yang sebanding banyak menghadapi kendala dan pembatasan.

Meski demikian, penilai harus tetap mengungkapkan dalam laporan penilaian terkait ketidakpastian, kondisi pembatas secara langsung yang mempengaruhi penilaian. The International Valuation Standards Council (IVSC), melalui Dewan Standar Teknis, mengeluarkan surat untuk penilai terkait ketidakpastian, Maret 2020.

IVSC mengingatan laporan penilaian harus mengkomunikasikan informasi yang layak bisa dipahami dalam penilaian. Laporan harus memberikan informasi pada pengguna dengan jelas akan penilaian, manfaaat, lapporan harus menetapkan deskripsi ruang lingkup yang jelas, penugasan yang akurat, tujuan penggunaan penilaian, dan mengungkapkan semua asumsi, ketidakpastian yang signifikan, dan kondisi yang membatasi secara langsung mempengaruhi penilaian.

Tujuan surat itu, seperti diungkap IVSC, memberikan tambahan informasi, faktor-faktor yang dapat menimbulkan ketidakpastian penilaian secara signifikan yang bermanfaat bagi penilai untuk mempersiapkan dan mengandalkan hasil penilaian.

Masalah utama berhadapan di penilaian, ketidakpastian dalam penilaian bukan fakta, melainkan estimasi kisaran paling mungkin dari kemungkinan berdasarkan hasil asumsi yang dibuat dalam proses penilaian. Penilaian pasar merupkan perkiraan harga paling mungkin dibayarkan dalam transaksi pada tanggal penilaian.

Bahkan asetnya identik dan dipertukarkan dalam transaksi kontemporer, fluktuasi harga yang disepakati antara transaksi yang berbeda sering bisa diamati. Fluktuasi bisa disebabkan faktor seperti perbedaan tujuan, pengetahuan atau motivasi para pihak. Akibatnya, sebuah unsur ketidakpastian melekat di sebagian besar pasar penilian karena jarang ada harga tunggal penilaian dapat dibandingkan.

Ketidakpastian penilaian tidak harus disamakan dengan risiko. Risiko merupakan eksposur yang dimiliki pemilik aset yang berpotensi untung atau rugi di masa depan. Risiko bisa disebabkan berbagai faktor yang mempengaruhi aset itu sendiri atau pasar di mana aset di perdagangkan. Seperti pengurangan aset berwujud dalam harga pasar setelah tanggal akuisisi atau penilaian, penurunan pendapatan yang diproyeksikan di masa depan keamanan, likuiditas yang hiang dibandingkan dengan aset lain, biaya pemeliharaan dan pengembangan aset lebih tinggi dadri yang diantisipasi saat inni, fisik aset yang usang lebih tinggi dari saat ini diantisipasi.

Risiko sudah diperhitungkan pembeli/penjual saat mempertimbangkan tawaran untuk suatu aset dan seimbang terhadap keuntungan yang dirasakan kepemilikan. Risiko biasanya sudah tercermin dalam harga pasar.

Untuk risiko pasar yang bisa diukur, dengan menerapkan teknik statistik untuk pola fluktuasi harga sebelumnya, atau mengasumsikan skenario pasar yang berbeda untuk model hasil yang berbeda. Teknik untuk mengidentifikasi risiko dan mengkuantifikasinya adalah metode yang digunakan untuk menentukan tingkat diskonto yang digunakan pada penilaian.

Risiko bisa dianggap sebagai ukuran masa depan akan ketidakpastian yang bisa menyebabkan peningkatan atau penurunan harga atau nilai suatu aset. Ketidakpastian penilai hanya berkaitan dengan ketidakpastian yang muncul sebagai bagian dari proses estimasi nilai pada tanggal tertentu.

Kepastian penilaian dan risiko pasar bersifat independent satu sama lain. Penilaian saham yang likuid memiliki sedikit ketidakpastian, tapi saham itu mungkin masih dianggap membawa risiko pasar yang tinggi.

Ketidakpastian penilaian tidak harus disamakan dengan stress testing, dengan mengukur dampak pada arus harga atau nilai dari suatu peristiwa atau serangkaian peristiwa tertentu. Ketidakpastian penilaian dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti gangguan pasar, ketersediaan input, pilihan metode atau model.

Penyebab ketidakpastian penilaian ini bukan saling eksklusif. Seperti, gangguan pasar yang bisa mempengaruhi ketersediaan data yang relevan yang, gilirannya bisa menciptakan ketidakpastian yang paling banyak metode atau model yang tepat untuk digunakan.

Penyebab ketidakpastian kemungkinan ada dan akun harus diambil selama ini proses penilaian. Ketidakpastian penilaian bisa saja muncul, ketika pasar mendapat gangguan yang berpengaruh pada tanggal penilaian saat ini, atau terganggu peristiwa saat ini. Sebagai contoh, pembelian atau penjualan terjadi kepanikan, atau perusahaan kehilangan likuiditas karena kecenderungan pelaku pasar yang berdagang pada kondisi tidak wajar.

Peristiwa yang menyebabkan gangguan pasar, yang terjadi pada ekonomi makro seperti krisis keuangan 2009 atau gangguan baru-baru ini di pasar Inggris karena Brexit, atau ekonomi mikro misalnya yang tidak terduga perubahan hukum atau bencana alam yang mengganggu sektor pasar atau menyebabkan gangguan pada rantai pasokan industri.

Sehubungan dengan coronavirus, gangguan pasar bisa dilihat sebagai ganguan ekonomi mikro, dan di masa mendatang bisa berimplikasi pada beberapa makro ekonomi. Jika tanggal penilaian bertepatan dengan itu, ketidakpastian penilaian timbul karena input yang tersedia untuk penilaian kemungkinan berhubungan dengan pasar sebelum terjadi.

Karenanya memiliki relevansi terbatas untuk situasi pada tanggal penilaian. Oleh karena harga tidak akan diketahui secara pasti. Ketidakpastian disebabkan gangguan pasar yang jarang bisa diukur dengan wajar. Gangguan dapat memanifestasikan dirinya dalam ketersediaan input data pasar. (***/HS)

 

0 0 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x