Perintis Profesi Penilai Di Sulamapua Telah Pergi

by redaksi

Innalillahi wa innalillahi rooji’un, telah berpulang ke rahmatullah, rekan penilai W. Supriyono tutup umur di usia 54 tahun. Supriyono sekitar tahun 2012 lalu mempelopori berdirinya DPD MAPPI Sulamapua. Itu untuk mendekatkan layanan ke anggota memudahkan menjalani praktik bisnis penilai di sana.

Wartapenilai.id—Kabar duka itu menyelimuti kalangan profesi penilai di Sulamapua, termasuk rekan penilai di Indonesia lainnya. Anggota MAPPI 07-S-02139 itu pada Selasa, 10 Nopember 2020, pukul 10.00 WIT, menghembuskan nafas terakhirnya, akibat penyakit liver yang dideritanya. Sekitar dua bulan lalu Supriyono masih terlihat sibuk, sebagai Settering Commiittee (SC) Musda DPD Sulamapua menghantarkan profesi, menapaki suksesi kepemimpinan di sana.

Pria kelahiran Blitar, 18 Nopember 1966 lalu ini tergolong perintis terbentuknya Dewan Pengurus Daerah (DPD) MAPPI di Sulamapua. Terbentuknya DPD MAPPI Sulamapua, jelas semakin  mempermudah layanan penilai menjalankan praktik bisnis jasa penilaian di sana. Bahkan berkat kerja kerasnya penilai di Sulamapua tumbuh berkembang cukup pesat, baik secara kompetensi maupun jumlah. Namun, itu diakui almarhum masih kurang dan perlu dikembangkan DPD di Papau dan Maluku. Semua itu untuk menyambut perkembangan ekonomi di bagian timur Indonesia.

Rencananya, jenazah Almarhum akan dibawa ke Sidoardjo (rumah Duka) dan di makamkan di tempat pemakaman akhir (TPA) disamping makam orang tuanya (Bapaknya) di Daerah Blitar Jawa Timur. Memang, saat ini diakuinya agak sulit membawa jenazah, semoga nanti malam bisa diterbangkan dan bisa dimakamkan di Blitar. “Itu permintaan ibunya, yang tinggal di daerah Lawang, Malang, agar jenazah almarhum bisa dimakamkan disamping makam bapaknya di TPA daerah Blitar,” terang Guntur Pramudiyanto, Managing Partner KJPP GEAR dimana almarhum Supriyono menjadi salah satu partner-nya.

Sebagai rekan, Guntur Pramudiyanto sangat kehilangan partner yang bisa diandalkan. Supriyono sebagai partner juga kakak diakuinya banyak memberikan kontribusi pengembangan bisnis jasa penilaian. Dimana pasar jasa penilai KJPP GEAR di Sulamapua sangat berkembang pesat di bawah kendali almarhum. Dia termasuk perintis dan pendobrak penilai masuk ke wilayah Sulamapua. “Saat itu penilai belum dikenal di sana, almarhum termasuk perintis dan pelopor memperkenalkan profesi penilai di sana,” terang Guntur.

Almarhum masuk di profesi penilai sekitar tahun 1999 melalui PT Jasagraha Pratista Penilai. Di perusahaan ini almarhum mendapatkan banyak pengalaman dan bimbingan ilmu penilaian. Tahun 2003, almarhum pindah ke PT Binamitra Consulindatama dan sekitar tahun 2007 almahum masuk ke Makassar membuka cabang perusahaan penilai di sana. Satu tahun setelah itu, Almarhum W. Suprioyono, baru menyelesaikan S1 Teknik Sipil, Universitas Sunan Giri Surabaya tahun 2008.

Almarhum W. Supriyono, saat mengikuti PPL.

Sekitar tahun 2011, almarhum bergabung dengan KJPP Guntur Eki Andri & Rekan (GEAR) sebagai kepala cabang Makassar hingga sekarang. Sekitar tahun 2012, almarhum bersama rekan se-profesi di Sulamapu mempelopori berdirinya DPD Sulamapau. Beliau didaulat menjadi Ketua DPD Sulamapua periode 2013-2016. Setelah itu menjabat sebagai Ketua IKJPP 2016-2020.

Almarhum tergolong tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman, terus sibuknya memperjuangkan kepentingan penilai di Sulamapua, memeperkenalkan keberadaan penilai di Makassar dan Manado termasuk di Papua. Almarhum hampir tidak sempat memikirkan dirinya sendiri, hingga sekarang masih memegang sertifikasi penilai publik properti sederhana (PS).

Saat ini sudah banyak yuniornya yang membuka KJPP, almarhum termasuk enjoy dengan keadaan di sana hingga lupa melengkapi diri dengan sertifikasi penilai publik secara penuh. “Tipikal perintis ini mendasari banyak kantor KJPP tumbuh di Makassar dan Manado. Jika ada orang ingin membuka bisnis jasa penilai di sana pasti mendapat support. Almarhum sangat enjoy dan tidak ingin pindah ke daerah yang sudah tertata, dia lebih suka dengan tantangan,” kenang Guntur lagi. “Bisa dikatakan penilai di sana hampir semua anak buah pak Supriyono,” terang Guntur.

Almarhum, di mata Guntur sebagai kakak yang ngayomi tidak pernah membiarkan yuniornya atau adik-adiknya bertengkar. Misalnya bila ada yang ingin buka kantor dia selalu men-support, kalau ada masalah pasti dia berada di tengah untuk menyelesaikan, kenang Guntur lagi.

Almarhum suka tantangan, seorang perintis dan pendobrak perkembangan profesi penilai di wilayah Sulamapau. “Almarhum lebih suka diberikan tantangan baru, dibanding nupang di tempat yang besar,” kenangnya lagi.

Almarhum W Supriyono, di Sulamapua sebagai senior penilai dan selalu menjadi rujukan berbagai persoalan dan masalah penilaian. Hasil kerja kerasnya Penilai di Sulamapua mampu menggelar berbagai pendidikan dan mendorong penilai tumbuh pesat di sana. Bahkan alamrhum dari tahun 2014 hingga sekarang mengikuti pendidikan internal MAPPI, untuk selalu memberikan contoh bagi anggota yang lainnya.

Apa keinginan almarhum yang belum terealisasi? Mantan Ketua DPD Sulamapau 2016-2020, Ahmad Syawal, menjelaskan wilayah Sulamapua yang memiliki 11 provinsi jelas kurang efektif untuk melayani anggota yang tersebar di sana. DPD Sulamapau jelas harus dimekarka, untuk mempermudah layanan dan pengembangan jasa penilaian di wilayah Sulamapua. “Itu keinginan almarhum yang terus di dengungkan,” terang Ahmad Syawal.

Ahmad Syawal mengakui  memang layanan yang diberikan DPD Sulamapua belum mampu mengcover semua penilai yang tersebar di Papua maupun Maluku. Untuk membuka DPD baru harus memenuhi persyaratan di daerah itu minimal memiliki 25 anggota. “Tempo hari hampir terbentuk DPD Manado namun karena ada KJPP yang tutup akhirnya batal terbentuk. Dan akhirnya yang menjadi prioritas mendorong terbentuknya DPD di Papua dan Maluku,” terang Syawal.

Bukan hanya kalangan penilai, tetapi regulator pun mengakui bahwa perkembangan bisnis jasa penilaian di Sulamapau berkat tangan dinginnya Almarhum, W. Supriyono. “Saya kaget mendengar berita duka ini, Almarhum punya banyak jasa dan aktif di penilaian khususnya di Makassar dan Indonesia Timur. Semoha khusnus khotimah,” terang Dadan Kuswardi dari WA yang disampaikan pada penilai.

Selamat jalan rekan penilai W. Supriyono, terasa baru kemarin ngopi bareng denganmu. Dan kabar duka hari ini membuat kita semua tutur berduka. Semoga amal ibadahmu membesarkan penilai di Sulamapua, menjadi amal pembuka Pintu Surga-mu. Amin. (***/Hari Suharto)

4.2 5 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x