Pembangunan IKN diharapkan membawa dampak ekonomi untuk masyarakat sekitar, juga kebanggaan bagi Indonesia. Wilayah calon IKN memiliki panorama alam yang indah dan kekayaan alam untuk mengoptimalkan wisata yang bisa menggerakan ekonomi.
Wartapenilai.id—Pembagunan Ibukota Negara (IKN) diharapkan mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar Sepaku, Balikpapan, Samarinda dan sekitarnya. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara usai meninjau area Calon IKN di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur, berama Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata, Direktur Barang Milik Negara Encep Sudarwan dan Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara Rahayu Puspasari. Kegiatan itu merupakan rangkaian Rapat Kerja Kementerian Keuangan Wilayah Kalimantan Timur dan Utara, 10 Februari 2020 lalu.
Kunjungan itu bertujuan untuk melihat potensi calon IKN baru dari sisi kekayaan alam, wisata, dan juga potensi secara ekonomi.
Saat meninjau lakosi IKN, Wamenkeu cukukp terkesima akan keindahan alam calon IKN itu dan berharap dibangunnya IKN bisa meningkatkan eknomi masyarakat wilayah sekitar. Juga menjadi kebanggan Indonesia di masa mendatang. “Kita melihat keindahan alam yang luar biasa daerah perbukitan, daerah pegunungan yang sangat cantik ini, bagian dari keindahan Indonesia” terangnya.
Pemindahan ibu kota negara diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dari berbagai sisi. Pembangunan konstruksi secara masif dengan membuka investasi infrastruktur, menciptakan lapangan kerja dengan serapan besar, serta meningkatkan konsumsi dan output lintas sektor.
Ibu kota negara baru juga akan membuka lebar jalur-jalur perdagangan antarwilayah di Indonesia yang mendukung upaya pemerataan dan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ancaman resesi global.
Dalam kunjungan tim Kemenkeu itu, didampingi Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara Tohar dan sejumlah melakukan diskusi santai. Masyarakat sekitar menyambut wilayahnya dijadikan calon IKN baru, yang diaharapkan bisa meningkatkan perekonomian baru di daerah tersebut. (djkn/***)