Pendaftaran Paket Balon DPN MAPPI, DP, dan DPK, mulai dibuka 10-15 Februari 2020. Hingga tulisan ini diturunkan Paket Balon DPN MAPPI 2020 yang sudah mendaftar yaitu Paket Sepakat (Setiawan, Budi Prasodjo, Abdullah Fitriantoro) dan Paket AMG (Amin, Muttaqin, Guntur), disusul Paket YAD (Yufrizal, Asno, Dedi). Sedangkan DP diikuti 13 peserta dan DPK 2 peserta. Pendaftaran ditutup tepat 15 Februari 2020 pukul 00.00.
WartaPenilai.id—Munas XI dengan agenda pemilihan pengurus pusat (Paket DPN MAPPI, DP, dan DPK), yang bakal di gelar tahun 31 Maret 2020 terlihat berbeda dari sebelumnya. Balon Paket yang maju pemilihan DPN MAPPI 2020, dari Bulan Nopember 2019 sudah mulai melakukan kampanye tatap muka. Baik itu dilakukan secara kelompok, mendatangi satu per satu KJPP untuk bersilaturahmi mencari dukungan.
Sebelumnya, ajangsana ke KJPP tidak terlihat, sejak pemilihan Paket DPN MAPPI diberlakukan, sebagian calon mencoba mencari dukungan dengan mendatangi satu persatu KJPP. Atau kampanye tatap muka dalam satu tempat pun kerap digelar, sambil memaparkan program kerja dan menjaring program kerja untuk dijalankan saat terpilih nanti.
Itu sah dilakukan semua paket Balon DPN MAPPI yang bakal bersaing di Munas XII mendatang. Baru Munas XII ini ada perubahan yang mendasar, Paket Balon DPN turun ke anggota mencari dukungan. “Ini bagus yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Paket Balon DPN turun ke anggota mencari dukungan. Terima kasih telah mampir ke kantor saya, dan membuat saya semakin tahu program kerjanya untuk membersarkan MAPPI,” terang salah satu penilai yang enggan disebut namanya.
Sementara, anggota MAPPI yang sudah mendaftar sebagai peserta Munas XII per 12 Februari 2020 tercatat 1.241 peserta. Itu terdiri dari 39 MAPPI A, 532 MAPPI P, 319 MAPPI T, dan 351 MAPPI S.
Panitia Pemilihan (Panlih) Pengurus MAPPI, 6 Februari 2020, di website mappi.or.id mengumumkan persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta, baik paket DPN, DP, dan DPK. Persyaratan yang harus dipenuhi, penyataan dukungan DPN, DP dan DPK. Untuk Balon DPN didukung oleh 75 anggota MAPPI yang memiliki hak suara. Untuk calon peserta Dewan Penilai (DP) harus mendapat dukungan 25 anggota, begitu juga dengan persyaratan yang harus di penuhi oleh DPK juga sama harus di dukung 25 anggota.
Dokumen pendafataran yang harus diisi peserta diantaranya dokumen data diri, curriculum vitae (CV), kesediaan diusulkan menjadi bakal calon, pakta integritas, pernyataan dan dukungan dari anggota, pengunduran diri DPN dan pernyataan non aktif DPN. Semua dokumen itu harus masuk tepat, 15 Februari 2020 pukul 00.00.
Selebihnya, Panitia mulai melakukan seleksi dan verifikasi dokumen bakal calon (balon). Baik untuk klarifikasi dokumen, verifikasi dan masa perbaikan dan kelengkapan dokumen dilakukan dari 17 hingga 25 Februari 2020.
Hingga 14 Februari 2020, peserta Paket Balon DPN MAPPI yang sudah mendaftar Paket Sepakat (Setiawan, Budi Prasodjo dan Abdullah Fitriantoro) pada 11 Februari 2020. Mereka datang bertiga ke Panitia Pemilihan untuk menyerahkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan. Selain itu, Paket AMG (Muhammah Amin, Muhamad A. Muttaqin dan Guntur Pramudiyanto) mendaftar secara online dan menyerahkan dokumen kelengkapan secara fisik pada 14 Februari 2020. Begitu juga, Paket YAD (Yufrizal, Asno, Dedi) mendaftar 14 Februari tepat Pukul 21.30 dan menyerahkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan dan selesai pukul 22.30.
Sedangan Bakal Calon (Balon) Dewan Penilai (DP) yang sudah mendaftar sudah mencapai 13 peserta dan Balon DPK baru diikuti 2 peserta. Meski demikian, persyaratan balon ditunggu hingga tanggal 15 Februari, yang penting peserta sudah memasukan persyaratan, meski belum lengkap nanti ada waktu untuk perbaikan dan melengkapi.
Dengan masuknya pendaftaran paket Balon DPN MAPPI, Balon DP, dan balon DPK yang sudah mendaftar, Panitia juga masih menunggu hingga 15 Februari 2020 pukul 00.00. “Pendaftaran kalau memang belum lengkap tidak masalah, yang penting dokumen masuk tidak melampui batas waktu yang ditentukan. Nanti ada tambahan waktu untuk melengkapi dokumen yang kurang,” terang ,” terang anggota Panitia Pemilihan, Muhammad Syarif Parangin Angin.
Selanjutnya, Panitia Pemilihan akan melakukan klarifikasi keaslian dokumen. Pada tahap ini, 3-4 Maret 2020 peserta atau balon wajib hadir untuk mengikuti proses klarifikasi, penetapan Balon dan peserta yang memenuhi syarat maju pada pesta demokrasi di Munas XII, yang bakal digelar di Hotel Pullman, Jakarta mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana (Organizer Committee) Munas XII MAPPI 2020, Panuturi L Tobing, menambahkan munas kali ini dengan pemilihan Pengurus Pusat sistem paket baru kali ini terlihat istimewa. Sebelumnya, tidak seperti sekarang yang terlihat adem ayem, tidak ada sosialisasi paket balon ke anggota.
Lebih lanjut, Tobing menjelaskan khusus paket balon DPN MAPPI yang lolos verifikasi factual akan mengikuti pemaparan visi-misi dan program kerja. “Konsepnya seperti debat capres dan cawapres, namun bukan untuk saling menyerang hanya sebatas memaparkan program kerja masing-masing dan yang mendebat audiens yang datang,” terang Tobing.
Konsep pemaparan visi-misi dan program kerja Paket Balon DPN MAPPI, sengaja dilakukan untuk memberikan ruang bagi peserta Munas memilih pengurus sesuai harapannya. Siapapun Paket DPN yang terpilih bisa membawa profesi ini semakin maju.
Meski demikian, Tobing juga akan membatasi peserta yang ikut debat dari pendukung kubu paket masing-masing. “Ini yang sedang kami persiapkan terkait tempat dan kesediaan dana penyelenggaraan kegiatan itu,” terangnya.
Tobing memang mengakui, anggaran untuk pemaparan visi-misi dan program kerja sebelumnya tidak ada penganggaran secara khusus. Namun demi membuat anggota bisa memilih calon pilihan, kegiatan itu harus dilakukan. “Untuk sementara kami berpikir membatasi setiap pendukung paket hanya 25 peserta yang bisa terlibat, karena terbatasnya tempat,” tambah Tobing. Namun, untuk membuat semua pendukung paket bisa terlibat masih terus dicarikan jalan keluarnya. (HS)