NGO Anti Narkoba Se-Asean, Ikuti Workshop Di Jakarta

by redaksi

Pegiat anti Narkoba se-Asean, berkumpul di Jakarta, mereka mencari solusi bersama mengatasi bahaya narkoba. Melalui Workshop IFNGO ke 24, pegiat anti Narkoba se-Asean meningkatkan kesadaran akan bahaya Narkoba. Di forum ini juga dilakukan syaring pengalaman dari negara lain.

Wartapenilai.id—Narkoba menjadi persoalan serius di semua negara, termasuk di Indonesia karena daya rusaknya pada generasi muda sangat luar biasa. Menurut data BNN, penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai 6,4 juta orang, per minggu kebutuhan narkoba mencapai 6 ton, dengan nilai Rp 250 triliun.

Para pegiat Anti Narkoba, se-Asean, berkumpul dan menggelar pertemuan melalui worshop IFNGO 24th Workshop ASEAN. Tema yang diusung “Meminimalkan Permintaan Akan Narkoba” dengan subtema ‘Penyalahguna Narkoba di Antara Generasi Milenial-Menuju International Standard on Drug Use Prevention’, yang digelar digelar 27-29 November 2019 di Jakarta.

The 24 IFNGO ASEAN NGO WORKSHOP secara resmi dibuka Mayjend Pol Purn, Drs Putera Astaman, yang dihadiri sekitar ratusan peserta baik dalam dan luar negeri. Termasuk peserta dari berbagai komponen masyarakat hadir diacara ini, diantara Praja IPDN Kampus Cilandak dipimpin sek Prodi Drs Asri Hadi MA, mahasiswa kampus Bayangkara dipimpin Rektornya Irjend pol Purn Bambang Karseno, mahasiswa universitas Mustopo dengan Rektornya Prof Paiman Rahardjo, yang berlangsung di hotel Kartika Chandra Jakarta, 27 Nopember 2019.

Untuk mengatasi persoalan Narkoba, Putera Astaman menambahkan pemerintah harus dibantu untuk melakukan pemberantasan narkoba. “Bagi masyarakat peduli terhadap persoalan Narkoba sudah merambah sampai ke desa,” terangnya.

Putera Astaman yang juga menjabat sebagai Presiden Badan Kerjasama Sosial Utama Pembinaan Warga Tama (BERSAMA), menceritakan organisasi ini berdiri sejak 1978. Organisasi yang dipimpinnya itu menjadi satu dari tujuh organisasi internasional pendiri Federasi Internasional Organisasi Non Pemerintah (IFNGO), yang didirikan di Jakarta tahun 1979 dan dinyatakan secara resmi di Kuala Lumpur pada 1981.

Ketua Panitia IFNGO 24th, Poppy Hayono Isman saat komperensi press mengatakan untuk mengatasi persoalan narkoba harus dilakukan secara bersamaan, tidak bisa hanya dilakukan badan, lembaga pemerintah saja. ” NGO memiliki peran dan tanggung jawab bersama-sama memberantas narkoba,” kata Poppy.

Sementara Wakil Ketua Panitia, Asri Hadi menjelaskan kegiatan ini menjadi ajang bagi para NGO di negara-negara ASEAN untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam mencegah dan memerangi bahaya narkoba. “Kami berharap dari hasil Workshop ini akan menghasilkan banyak rekomendasi mengenai pentingnya mencegah dan menangani masalah narkoba,” papar Asri.

Asri Hadi menambahkan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan NGO anti-narkoba akan menampilkan pembicara seperti Kepala BNN Komjen Pol Heru Wijanarko dan mantan Kepala BNN pertama Komjen Pol (Purn) Ahwil Loethan yang memiliki pengalaman panjang dalam menganatomi beberapa faktor penyebab seseorang mengalami kecanduan narkoba dan jaringan narkoba yang bertumbuh di kantong-kantong daerah rawan narkoba

Selain itu, juga hadir sebagai pembicara hari pertama, Irjend Pol Drs Puji Sarwono Deputi Hukum dan kerjasama BNN. Mantan MENPORA Hayono Isman dan Mantan Ketua umum BERSAMA Irjend pol purn Prof Dr Hadiman SH. bersama Brigjend Pol purn Dr Victor juga hadir diantara tamu undangan VIP lainnya baik itu dari Philcadsa Philipina, SANA  Singapura, BASMIDA Brunei dan PEMADAM Malaysia.

Juga tampak hadir pendiri organisasi BERSAMA Ibu Nursyah Kartakusuma dan politisi partai Nasdem Okky Asokawati

Kegiatan Workshop, terang Asri Hadi akan merumuskan pola peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalagunaan narkoba, membangun kerjasama dan berbagi pengalaman antar NGOs lokal, nasional dan NGO Asean terkait pencegahan penyalagunaan narkoba.

Acara IFNGO ke 24, hari pertama dilakukan IFNGO Gathering. Sedangkan hari kedua, diisi workshop, juga dilakukan sidang pleno 1, sidang pleno 2, dan sidanng pleno 3. Pada hari kertiga diisi dengan diskusi secara pararel yang dibagi dalam tiga kelompok diskusi.

Para praktisi dan pegiat gerakan anti-narkoba terus berusaha membangun kebersamaan antar negara di Asean untuk terus mempersempit ruang gerak para bandar narkoba dan mafia narkoba,” ujar Asri Hadi yang juga  Wakil Sekjen BERSAMA ini. (Tim)

 

0 0 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x