Minimnya alokasi APBN untuk membiayai pembangunan jalan tol, pemerintah terus mendorong swasta terlibat. Tahun ini terdapat 4 ruas jalan tol sepanjang 424 km yang bisa dikerjakan swasta, sebelum ditawarkan ke BUMN.
WartaPenilai.id—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai menjajaki dan menawarkan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), menangangi empat ruas jalan tol sepanjang 424,27 km. Empat ruas tol yang ditawarkan, ruas Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo (93,14 km), nilai investasi mencapai Rp 28,58 triliun; Tol Yogyakarta-Bawen (76,36 km) senilai Rp 17,38 triliun, Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap (206,65 km) dengan biaya sebesar Rp 57,594 triliun dan Jalan Tol Makasar-Maros-Sungguminasa-Takalar (Mamminasata) sepanjang 48,12 km, nilai investasi Rp 9,41 triliun.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan pembangunan jalan tol untuk mengkonektivitaskan antar wilayah, yang akan membuat efisiensi biaya logistik di Indonesia. Penawaran skema kerjasama KPBU menjadi penting guna mendukung pengembangan jalan tol di Indonesia. “Dengan ketersediaan konektivitas yang baik, investasi dan penciptaan lapangan kerja menjadi lebih baik,” terang Menteri Basuki saat acara market sounding jalan tol di Auditorium Kementerian PUPR, 21 Nopember 2019.
Pemerintah terus mendorong ketersediaan infrastruktur konektivitas untuk mengurangi biaya logistik, memperlancar mobilitas serta meningkatkan daya saing bangsa. Untuk 5 tahun kedepan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 3.000 km dan jalan tol sepanjang 2.500 km.
Keempat ruas tol yang ditawarkan, terang Basuki mendapat sambutan positif investor, sebab sudah ditunggu masyarakat. Seperti Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo akan tersambung dengan jalur Trans Jawa Semarang–Solo.
“Dulu perjalanan Yogyakarta ke Solo, menggunakan motor Yamaha 50 cc dapat ditempuh dalam waktu satu jam, tetapi sekarang harus ditempuh dalam waktu 3 jam karena kepadatan lalu lintas. Nanti dengan adanya tol ini hanya memerlukan waktu 1 jam,” tutur Basuki.
Untuk ruas Yogyakarta-Bawen sekarang kondisinya sering terjadi kemacetan akibat banyaknya angkutan logistik. Nanti dengan adanya Tol Yogyakarta-Bawen maka ruas Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar) sebagai kawasan segitiga pertumbuhan di Jawa Tengah-DIY akan tersambung.
“Juga dibangunnya Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap nantinya akan membuka akses bagian selatan Jawa Barat sehingga akan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru, terutama dari sektor pariwisata,” terang Menteri Basuki.
Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan serta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, bakal mengundang pemrakarsa menyusun studi kelayakan (feasibility study). Prioritas pertama diberikan ke perusahaan swasta nasional sebelum ditawarkan ke BUMN. “Saya ingin prosesnya dibalik, diberi dulu hak pemrakarsa baru dilakukan studi kelayakan. Dengan begitu ada kepastian melakukan studi adalah pemrakarsa,” kata Menteri.
Tantangan terbesar pembangunan jalan tol adalah dari segi pembiayaan. Sementara kemampuan APBN 2020 – 2024, hanya mampu memenuhi 30 persen atau sekitar Rp 623 triliun dari total kebutuhan anggaran untuk penyediaan infrastruktur sebesar Rp 2.058 triliun.
Untuk menutupi gap pembiayaan, sebesar 70 persen atau Rp 1.435 triliun, dilakukan dengan skema KPBU yang didorong Kementerian PUPR. Keterlibatan swasta membiayai infrastruktur, seiring komitmen pembiayaan APBN, digunakan untuk persiapan, pengadaan tanah, pengembalian ke badan usaha jika dilakukan dengan availability payment. Dengan begitu, kapasitas pembangunan infrastruktur bisa meningkat. (Tim)