Mengurangi impor migas, meningkatkan SDM, permudah perizinan, dan menjadi peluang dari situasi ekonomi global.
WartaPenilai.id—Penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah pasar domestik, investasi, dan kebijakan fiskal, juga daya beli masyarakat dan mengembangkan lapangan pekerjaan baru. Termasuk program yang memberikan pengaruh pada perekeonomian nasional, seperti logistic, perizinan, hingga iklin berusaha.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan defisit neraca perdagangan juga menjadi perhatian Pemerintah. Itu salah satu penyebab terbesar dari defisit adanya ketergantungan terhadap impor sektor migas.
“Pemerintah terus mendorong pengurangan impor migas dengan merevitalisasi PT Tuban Petrochemical Industries (PT TPI). Program biodiesel yang saat ini B20, tentu kita bisa tingkatkan menjadi B30 atau bahkan B100 pada waktunya nanti,” terangnya.
Pemerintah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur fisik, Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi dan pendekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Program itu telah difasilitasi super deduction tax untuk mendorong dunia korporasi terlibat peningkatan SDM. “Ada 3 layer yaitu pelatihan keterampilan jangka pendek melalui balai-balai. Revitalisasi SMK dan link and match dengan DUDI. Dan melalui politeknik,” tambahnya.
Persoalan perizinan, terang Airlangga, dengan sistem Online Single Submission (OSS) mempermudah izin usaha, Pemerintah juga menyiapkan omnibus law. “Ekosistem perizinan lebih sederhana, memudahkan investor berinvestasi di Indonesia,” ungkapnya.
Terkait perang dagang, situasi ekonomi global, Airlangga menambahkan perlu melihatnya sebagai peluang. “bisa menjadi kesempatan dari segi perdagangan. Seperti komoditas tekstil, clothing garmen, elektroik, otomotif, furniture, jewelry, dan komoditas yang bisa di genjot untuk ekspor,” terangnya.
Indonesia tidak terdampak langsung dari perang dagang. Perang dagang China-Amerika itu dampaknya sifatnya secondary, investor lebih berhati-hati dengan situasi ekonomi yang penuh tantangan ini, termasuk perang dagang ini,” katanya.
Indonesia memilliki tantangan tersendiri dalam pembangunan berkelanjutan. Kemudahan untuk mendukung disediakan dan menngkatkan kehati-hatian untuk pembangunan keberlanjutan.relokasi barang modal dan bahan baku produk manufaktur diharapan bisa mengisi rantai pasokan industry dalam dan pasokan global supply chain. (Tim)