Menunggu Surat Pengunduran Diri

by redaksi

DPD MAPPI Jawa Timur dikabarkan dalam waktu dekat bakal menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), untuk memilih Ketua DPD baru. Pasalnya, di tengah periode kepengurusan, Guntur Pramudiyanto sebagai ketua DPD 2018-2022, di Munas XII MAPPI, 19 September 2020 lalu, terpilih menjadi salah satu Ketua DPN MAPPI.

Wartapenilai.id—Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), memang mengatur larangan rangkap jabatan yang bersifat struktural (hierarki). Dimana seseorang pengurus dilarang merangkap jabatan yang memiliki hubungan secara integral dengan MAPPI, seperti ketua DPD merangkap menjadi Ketua DPN MAPPI.

Terkait terpilihnya Ketua DPD MAPPI Jawa Timur, Guntur Pramudiyanto menjadi salah satu Ketua DPN MAPPI harus mengakhiri masa jabatan sebagai Ketua DPD MAPPI Jawa Timur. Sesuai ART Pasal 13 ayat 5, jabatan DPD bisa diakhiri dengan yang bersangkutan mengundurkan diri secara tertulis.

Sekretaris DPD Jawa Timur, Mushofa, saat dikonfirmasi apakah dalam waktu dekat akan menggelar Musdalub untuk pergantian kepemimpinan, terkait terpilihnya Guntur Pramudiyanto menjadi salah satu Ketua DPN MAPPI. Mushofa mengatakan sedang menunggu surat pengunduran diri saudara Guntur Pramudiyanto Ketua DPD Jawa Timur. “Masih menunggu surat pengunduran diri Pak Guntur,” terang Mushofa.

Sementara, Ketua DPD MAPPI Jawa Timur, Guntur Pramudiyanto menyampaikan surat pengunduran dirinya akan disampaikan ke pengurus DPD dalam minggu ini. Sehingga minggu depan sudah bisa dilakukan undangan rapat pengurus DPD. “Minggu ini surat pengunduran diri, sudah saya sampaikan ke pengurus DPD, Minggu depan seharusnya sudah ada undangan rapat pengurus DPD,” terang Guntur.

Sesuai mekanisme AD/ART, Guntur menjelaskan setelah pengurus DPD menerima surat pengunduran dirinya, baru dilakukan rapat pengurus DPD untuk menunjuk pejabat sementara Ketua DPD. Ketua itu yang akan mempersiapkan pelaksanaan Musdalub, selain memilih ketua baru juga sebagai ajang laporan pertanggung jawaban ketua yang mengundurkan diri. “Kapan Musdalub DPD Jatim di gelar, tergantung hasil rapat pengurus DPD,” jelas Guntur.

Meski demikian Guntur Pramudiyanto memberikan kepastian Musdalub bisa dilakukan tahun ini bersamaan dengan Musda DPD lainnya. Sebab, proses untuk mempersiapkan Musdalub hanya butuh persiapan paling dua bulan. “Seharusnya bisa digelar tahun ini, Musdalub untuk pergantian kepemimpinan di DPD Jatim,” terangnya.

Musdalub DPD Jatim dilakukan tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan Musda DPD MAPPI lainnya, dilakukan di tengah pandemi Covid-19, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan bagi seluruh anggota penilai di Jawa Timur. Cara pelaksanaan Musdalub memakai model kesuksesan pelaksanaan Munas XII MAPPI 19 September 2020 lalu.

Guntur Pramudiyanto sejatinya masih memiliki sisa masa kepengurusan selama dua tahun lagi. Demi mengemban amanah organisasi lebih besar, Guntur harus rela melepas jabatan sebagai Ketua DPD MAPPI Jatim. Sebab, tenaga, pemikiran dan perhatiannya sangat di butuhkan untuk membawa MAPPI menjadi organisasi yang diperhitungkan, baik di tingkat nasional maupun internasional. (***/HS)

5 2 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x