Wartapenilai.id—Pembangunan Bendungan Tiu Suntut, Brang Ene, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dilaksanakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bendungan seluas genangan 337 ha, berkapasitas 55,90 juta m3 jelas semakin menambah tampungan air di NTB untuk mengairi sawah, yang dicanangkan salah satu lumbung pangan nasional.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan bendungan dan irigasi akan terus dilanjutkan guna mendukung produksi pertanian berkelanjutan. Bendungan Tiu Suntuk salah satu Program Strategis Nasional (PSN), untuk menambah kontinuitas tampungan air irigasi ke sawah.
Pembangunan Bendungan Tiu Suntuk, dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, untuk menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 1.743 hektare yang mencakup wilayah Taliwang dan Brang Ene, Sumbawa Barat. Kedua wilayah itu dinilai memiliki lahan pertanian cukup luas, namun sebagian besar sudah mengalami penurunan kinerja karena kekurangan suplai air.
Bendungan Tiu Suntuk juga bakal menambah pasokan air untuk irigasi Bendung Kalimantong I yang berada di wilayah hilir, yang memiliki luas total 1.368 ha, dan 46 ha berasal dari Bendungan Tiu Suntuk. Pekerjaan Bendungan Tiu Suntuk terbagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket I konstruksi dimulai sejak 23 Januari 2020 yang dilakukan kontraktor PT Nindya Karya dan PT Bahagia Bangun Nusa (KSO). Sementara paket II mulai tahap lelang dan menunggu penetapan pemenang lelang.
Paket I, pekerjaannya meliputi persiapan, pekerjaan pengelak, bendungan utama, bangunan pengambil, pekerjaan hidromekanikal dan elektrikal serta pekerjaan pembangunan fasilitas lainnya. Saat ini tengah dikerjakan pembangunan kantor dan barak pekerja di lapangan, pekerjaan galian main dam, dan galian bangunan pengambil. Hingga akhir Juli 2020, secara keseluruhan progres konstruksinya mencapai 7%.
Anggaran pembangunan Bendungan Tiu Suntuk sebesar Rp 1,41 triliun dengan masa pelaksanaan selama 1.415 hari kalender dan ditargetkan selesai Desember 2023. Adapun tipe bendungan berupa urugan random batu dengan elevasi puncak sekitar 97 meter.
Selain untuk irigasi, Bendungan Tiu Suntuk sebagai pengendali banjir untuk wilayah yang dilintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Rea, khususnya Taliwang, Ibu Kota Kabupaten Sumbawa Barat. Tampungan air dari bendungan ini dirancang dapat mereduksi banjir sebesar 426 m3/detik. Selain itu memberikan manfaat penyediaan air baku sebesar 68 liter/detik di Sumbawa Barat dan potensi sumber tenaga listrik sebesar 0,81 MW. (***/Tri/HS)