Hasil Penilaian Tersandung Hukum, Bagaimana Solusinya

by redaksi

Sejatinya banyak kasus hukum yang singgah di pekerjaan penilaian. Namun sayang, selama ini banyak pelaku profesi yang enggan membicarakan dan akhirnya kasus serupa tertutup hingga sulit dijadikan pembelajaran bersama. Padahal, pengguna jasa banyak yang memiliki niat jahat pada hasil penilaian, seperti yang menguntungkan dirinya. Lagi-lagi penilai menjadi korban atas jasa profesional yang diberikan. 

Wartapenilai.id—Tidak ingin hal itu terjadi dan terulang secara terus-menerus di tengah profesi penilai, Balon DPN MAPPI Paket Sepakat (Setiawan, Prasodjo, Kak Toyo)—melalui Warung Kopi Sepakat (WKS)—menggelar diskusi santai bertema “Ngobrol Bareng Soal Hukum Penilaian dan Strategi Bisnis Penilaian di Masa Pandemic”. Diskusi itu digelar via Zoom, 25 Juli 2020, pukul 13.30 hingga 17.00.

Ngobrol bareng masalah hukum terkait hasil penilaian itu disajikan dan dibahas secara santai, agar peserta mampu menyampaikan uneg-uneg hukum terkait pekerjaan penilaian. Bagi penilai peserta juga boleh menyampaikan case hasil penilaian yang menyerempet hukum—semua disajikan secara santai seperti obrolan di warung kopi. Diskusi itu bakal menghadirkan Ketua Dewan Penilai, Setiawan, Sekretaris I merangkap Anggota DP, Abdullah Fitriantoro dan Biro Hukum dan Advokasi MAPPI, Safrinal Firdaus. Selain itu Obrolan santai ala Warung Kopi Sepakat, juga dihadiri Budi Prasodjo yang membawakan tema  “Strategis Bisnis Penilai di Tengah Pandemic”

Jelas diskusi santai di “Warung Kopi Sepakat” ini sangat menarik untuk diikuti semua penilai anggota MAPPI (mulai dari MAPPI-P, T hingga S). Jika penilai anggota MAPPI tidak terlibat akan sangat merugi. Sebab, dalam diskusi itu akan menghadirkan testimoni hasil penilaian pengadaan tanah di Sampit, Kotawaringin Timur. Mulai proses penilaian pengadaan tanah, hasil penilaian yang tersandung hukum, lalu lepas dari jerat hukum baik di tingkat Pengadilan Negeri di Sampit, hingga menang di Mahkamah Agung. Semua disajikan secara gamblang, karena si empu-nya penilai yang melakukan penilai akan memberikan kesaksian, termasuk review akan membagi pengalaman yang sangat berharga itu.

Setiawan, salah satu Paket Sepakat saat dikonformasi mengatakan pada diskusi dan obrolan santai di Warung Kopi Sepakat akan dihadirkan si empu-nya penilai untuk testimoni dari pengadaan tanah di Sampit. Ini dihadirkan agar bisa menjadi pembelajaran bersama, termasuk peserta diskusi bisa mengkaji, belajar bareng bagaimana seandainya, hasil penilaiannya yang tersandung hukum. Apa saja yang harus diupayakan, judgement professional  yang bisa menyakinkan Aparat Penegak Hukum dan menyakinkan pekerjaan penilaian sesuai praktik yang berlaku umum. “Peserta yang hadir bisa berbagi pengalaman case hasil penilaian yang tersandung hukum lainnya, agar bisa menjadi pembalajaran bersama,” terang Setiawan.

Lebih lanjut, Setiawan menjelaskan testimoni itu akan dibawahkan penilai dan review pengadaan tanah di Sampit. Dia mengakui bila membicarakan case hasil penilaian memang tidak akan cukup satu kali pertemuan. Diskusi ala “Warung Kopi Sepakat” akan digelar lagi untuk case-case penilaian lain agar bisa menjadi pembelajaran bersama.

Dari case itu bagaimana hasil pekerjaan penilaian masuk ke pengadilan, lalu Dewan Penilai melakukan kaji ulang terhadap hasil penilaian pengadaan tanah di Sampit. Dan hasilnya bisa membebaskan penilai pengadaan tanah yang tersandung hukum itu.

Setiawan menambahkan apa yang dibahas di Warung Kopi Sepakat, menjadi bagian dari program kerjanya, yaitu pada pilar pertama, perlindungan, keamanan dan kepastian hukum bagi profesi penilai. Melalui diskusi itu, Paket Sepakat menjaring dan mengajak diskusi, mendengarkan aspirasi anggota, tantangan profesi penilai di lapangan.

Dari diskusi santai ini, Setiawan berharap bagaimana keamanan dan kenyamanan menjalani profesi ini bisa di wujudkan dengan memahami dan menyerap aspirasi seluruh penilai terkait case penilaian yang tersandung hukum.

Itu akan di petakan bagaimana KEPI dan SPI apakah sudah bisa melindungi pekerjaan penilai, bagaimana hubungan kerjasama dengan APH, hingga assurance indemnity untuk melindungi penilai dari risiko hukum. “Semua akan dibahas pada obrolan di Warung Kopi Sepakat. Silahkan semua penilai mendaftar agar bisa update informasi terkini,” terangnya.

Sementara, Budi Prasodjo dapat dipastikan pekerjaan penilaian yang dilakukan KJPP pernah bersentuhan dengan hukum. Penilaian yang dilakukan profesi ini, memang tidak seratus persen benar, tetap mengandung kesalahan entah itu disengaja atau tidak. Itu sangat manusia, asal tidak fatal masih bisa disiati bila berhadapan dengan APH. Ketika hasil pekerjaan penilaian menjadi alat bukti hukum, penilai jelas merasakan dirinya gelisah, perut mules, susah tidur. “Cara menghadapi hasil penilaian yang tersandung hukum dan bagaimana menyiasati bakal di kupas habis di Warung Kopi Sepakat,” terang Budi.

Agar penilai percaya diri ketika berhadapan dengan APH terkait hasil penilaiannya, diskusi Warung Kopi Sepakat untuk saling sharing pengalaman terkait case penilaian yang menjadi alat bukti hukum.  Penilai sedianya percaya diri, asal pekerjaan dilakukan sesusi KEPI, SPI dan aturan yang berlaku, penilai tidak perlu takut berlebihan. Hadapi semua dengan lapang dada, berikan informasi yang benar pada APH.

Bila pekerjaan penilaian menyerempet hukum, kertas kerja penilaian memang akan periksa APH. Sebagai professional jelas memiliki judgement yang kuat bagaimana supaya terhindar dari masalah hukum. Sebab, profesi penilai salah satu profesi yang menyokong pertumbuhan ekonomi nasional. “Dengan diskusi ini akan dicari benang merahnya, sebab masih banyak APH yang kurang memahami pekerjaan penilai, sebab pekerjaan penilaian banyak ikuti aturan teknis dan sulit dipahami APH, terang Budi.

Tidak hanya itu, di Tim Sukses Balon DPN Paket Sepakat, Kamis, 23 Juli 2020, juga menggelar kembali Program Sepakat Penyegaran Materi PDP-2 Properti. Bacth-2 persiapan ujian Her PDP-2 Properti itu di gelar via Zoom berkapasitas 500 peserta dan tatap muka dilakukan di bilangan Kebayoran Lama.

Penyegaran Materi PDP-2 Properti siap HER PDP-2, bakal dibawakan Juniadi Amral, Hardinal, Firmansyah, dan Taufan Setia Nusantara. Tentunya penyegaran ini bakal diperkaya dengan pemabahasan soal-soal yang tersulit. Bahkan Juniadi Amral meminta pada calon peserta Bacth-2 penyegaran untuk membawa soal yang paling sulit akan dibahas bersama.

Baik peserta yang akan mengikuti Bacth-2 Penyegaran Materi PDP-2 properti maupun diskusi obrolan santai di “Warung Kopi Sepakat” bisa mendaftar secara on-line https://bit.ly/WarungKopiSepakat-WKS-S1 atau hubungi Firmansyah (0812 6762 823)

Satu hal yang bakal diperjuangkan Paket Sepakat, bila dipercaya memimpin MAPPI, memprotek hasil penilaian agar tidak diobok-obok APH. Penting memasukan pasal …sebelum melalui kaji ulang Dewan Penilai MAPPI, hasil penilaian tidak bisa disalahkan. “Pasal itu yang akan kami perjuangkan di RUU Penilai ke depan, agar hasil pekerjaan profesi ini terlindungi,” jelas Setiawan. (***/HS)

4.7 3 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x