Tim sukses Balon DPN, Paket Sepakat kembali menggelar bimbingan belajar PDP-1. Ini Bimbingan yang kedua, materi yang diberikan penyegaran KEPI dan materi PDP-1 secara umum, terkait tata ruang dan perhitungan skala. Bimbingan belajar via on-line Zoom itu digelar Pukul 10.00 hingga 18.00
Wartapenilai.id—Mengingat pelaksanaan munas XII MAPPI digelar pada 16-19 September 2020, Tim Sukses Balon DPN Paket Sepakat menggenjot bimbingan belajar untuk meraih dukungan suara di kalangan penilai P. Tim sukses terus mendorong penilai yang belum tersertifikasi, untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui bimbingan gratis agar semakin banyak penilai ber-Sertifikasi MAPPI dan bisa ter-Register Menteri Keuangan (RMK), di PPPK.
Sulitnya lolos sertifikasi PDP-1 dan PDP-2 di MAPPI, menjadi perhatian tim sukses Balon DPN Paket Sepakat. Mereka mengulurkan tangan memberi bimbingan gratis via on-line bagi penilai yang ingin meningkatkan sertifikasi di MAPPI. Kali ini tim Sukses Balon DPN, Paket Sepakat menggelar bimbingan belajar penyegaran PDP-1, 16 Juli 2020, via Zoom.
Penyelenggaran bimbingan gratis via on-line ini, memakai Zoom berkapasitas 500 peserta. Dan pelaksanaan bimbingan kali ini diikuti sebanyak 234 peserta dari berbagai instansi (KJPP, Pemda, Perbankan, UGM). Selain memberikan bimbingan belajar, tim sukses Paket Sepakat juga membagikan masker penutup mulut.
Peserta bimbingan belajar, saat mengikuti jalannya bimbingan terlihat sangat antusias. Seperti pemaparan materi KEPI dibawahkan Juniadi Amral dan Firmansyah, disajikan dengan cara diskusi. Teknis penyampaian materi ini menjadi tidak kering dan membuat peserta cepat memahami materi yang diberikan.
Materi yang diajarkan mulai dari panduan prinsip dasar etika, ancaman dan pencegahan. itu disajikan dan dijelaskan tidak secara teks book, tetapi dikaitkan dengan case di lapangan. Seperti di penugasan penilaian untuk pemberian kredit, misalnya, bisa terjadi pelanggaran KEPI disisi yang mana, bagaimana ancaman terhadap profesi ini. seberapa besar tanggung jawab terhadap integritas pribadi penilai, seberapa besar tanggung jawab pada pemberi tugas, sesama penilai, dan terhadap masyarakat.
Semua penugasan penilai mengandung ancaman. Seperti terkait kepentingan pribadi, kaji ulang internal, pemberi tugas, pembelaan, terkait keakraban, hingga intimidasi. Dari sisi ancaman, Juniadi Amral banyak memberikan ilustrasi contoh. Seperti penilai yang tidak memiliki kompetensi terkait aset yang dinilai. Ada ancaman terkait prinsip etik yaitu kompetensi. Ini bisa dicegah dengan melibatkan ahli dari luar atau menolak penugasan,” terang Juniadi.
Banyak case yang diulas, mulai dari penugasan yang diperoleh dari mantan pacar, klien yang tidak memberikan informasi dengan benar, penilaian ulang, hasil penilaian untuk dua kepentingan dan lainnya. Bagaimana kaitannya nilai yang dikeluarkan penilai sebelumnya (hasil penilaian KJPP terdahulu) yang lebih rendah dari KJPP yang menilai saat ini. Intinya KEPI diberikan di barengi dengan case-case di lapangan yang membuat peserta cepat memahami. “Setelah itu baru di tes dengan soal, dan peserta lebih cepat memahami isi KEPI, dan langsung bisa menjawab soal tersebut” terang Juniadi Amral.
Pembahasan KEPI di kelas bimbingan belajar PDP-1 ini membuat peserta bersemangat melontarkan berbagai pertanyaan yang ingin diketahui. Pembahasan sesi pertama ini pun berakhir hingga pukul 13.30.
Setelah itu, dilanjutkan sesi kedua penyegaran materi secara umum PDP-1 terkait dengan tata ruang dan perhitungan skala. Pemateri dilakukan Taufan Setia Nysantara dan Juniadi Amral dengan menguraikan bagaimana penilai untuk melakukan penilaian harus mamahami aturan tata kota di suatu wilayah di mana objek itu berada. Taufan memberikan pemaparan mulai dari KDB (% luas tanah yang boleh didirikan bangunan atau lantai dasar), KDH (% luas tanah yang harus terbuka tanpa ada pengerasan), GSB dan KLB (luas bangunan maksimum yang diizinkan per meter tanah).
Setelah menjelaskan konsep KDB, KDH, KLB, GSB, Taufan memberikan pembahasan praktiknya di lapangan seperti apa. Menilai suatu bangunan, penilai harus memahami aturan tata kota di daerah tersebut. Berapa Garis Sempadan Bangunan, berapa luas bangunan dan ketinggian lantai yang diijinkan. “Semua mengacu pada aturan tata kota di wilayah dimana objek penilaian berada,” terang terang Taufan.
Setelah itu baru membahas penting memahami skala bagi peserta PDP-1. Biasanya peserta yang berasal dari luar teknik sangat minim pemahaman skala. Pemateri skala dibawahkan Hardinal. Dia menerangkan dengan membagi segitiga skala untuk memberikan penjelasan pada peserta. Segitiga diatas jarak pada gambar, di kanan skala sebenarnya, dan jarak sebenarnya.
Lebih lanjut Hardinal memberikan ilustrasi, kalau diketahui jarak di gambar adalah 15 cm, dengan skala 1:500 berapa panjang sebenarnya. Ini dapat diketahui dari jarak di gambar, dapat dihitung jarak sebenarnya. Satuan skala sentimeter, misal 1:500 artinya 1 cm di gambar sama dengan 500 cm jarak aktual, terang Hardinal.
Memang, menurut Hardinal pemahaman skala bangunan menjadi kendala bagi peserta yang tidak berlatar belakang tehnik. Sedangkan untuk memahami KDB, KLB tidak menjadi masalah bagi peserta. “Pemahaman KEPI, SPI dan perhitungan skala masih menjadi kendala, melalui bimbingan ini semua kita perkuat,” terang Hardinal.
Penyegaran melalui bimbingan belajar yang diberikan Tim Sukses Balon DPN Paket Sepakat ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya, Fitri Ekawati Sutari dari BPAD Provinsi DKI Jakarta. Apa yang diberikan pemateri, terang Fitri, meskipun cuma sehari yang dirasa sangat kurang, namun disampaikan dengan ringkas padat dan mengena membuat cepat memahami materi penyegaran PDP-1. “Sekiranya lebih banyak latihan soal untuk modul pelajaran yang diberikan, pastinya akan lebih bermanfaat,” terang Fitri.
Tak lupa Fitri mengucapkan banyak terima kasihtelah diberikan kesempatan mengikuti bimbingan penyegaran PDP-1 secara gratis via on-line ini. (***/HS)