Pemerintah Keluarkan 10 Proyek dari PSN

by redaksi

Wartapenilai.id—Di tengah Pandemi virus Corona, Pemerintah mengevaluasi rencana pembangunan 10 proyek Infrastruktur yang bakal dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) 2019-2024.

Wacana itu terungkap, sebelumnya di bahas pada Rapat Koordinasi (Rakor) Finalisasi Daftar Usulan PSN antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja, 15 April 2020.

Evaluasi pelaksanaan PSN, terang Arilangga Hartarto, terdapat 9 PSN dan 1 Program yang dikeluarkan dari daftar PSN sebab penyelesaiannya melebihi tahun 2024. “Saat ini terdapat 232 usulan proyek baru, 84 proyek dari usulan 5 kementerian, 123 proyek berasal dari usulan 13 pemerintah daerah, 17 proyek berasal dari usulan 4 BUMN/D dan 8 proyek usulan swasta, ternag Airlangga, 16 April 2020.

Hingga Desember 2019, Airlangga menegaskan 88% PSN memasuki tahap persiapan, termasuk ketenagalistrikan 35 ribu MW, program pemerataan ekonomi. Dan 12 % masih tahap penyiapan, program industri pesaawat.

Pemerintah juga akan mengevaluasi proyek mana yang bisa di biayai swasta sehingga tidak memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara, Luhut Binsar Panjaitan berharap dengan adanya status PSN, proyek investasi swasta yang selama ini menghadapi kendala bisa segera diselesaikan, bisa menyerap tenaga kerja dan menghasilan pendapatan. Luhut berharap meski dalam situasi yang di tengah pandemic virus corona, bisa lebih cepat.

Jodi Mahardi, Juru Bicara Menko Marves menjelaskan pengeluaran 10 proyek dari daftar PSN terkait perhitungan bahwa proyek itu diperkirakan tidak selesai dibangun hingga 2024 mendatang. Beberapa proyek yang sudah dilakukan evaluasi, baik dari segi pendanaan, kemampuan investor dan dampak terhadap ekonomi serta aspek tata ruang yang sudah memenuhi syarat PSN.

Diantaranya Kawasan Industri Pulau Obi dengan jumlah tenaga kerja asal Indonesia sebesar 1.978 orang. Saat ini telah memiliki desain smelter RKEF tahap 2 dengan estimasi investasi sekitar US$ 800 juta. Weda Bay Industrial Park, sedianya dioperasikan April 2020, karena pandemic virus corona. Total investasi sekitar US$ 4 miliar hingga US$ 5 miliar. Dua kawasan industri itu masuk kategori dipertimbangkan di PSN.

Selain itu ada 9 usulan proyek yang dievaluasu untuk memastikan investor memiliki kemampuan keuangan dan melakukan eksekusi terhadap proyek. Proyek itu terdiri dari 6 proyek smelter, satu proyek pengelolahan batu bara menjadi methanol di Kaltim, Kawasan Industri Methanol, dan jalan tol Kediri-Tulungagung, Jawa Timur. (***/Atur Toto)

0 0 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x