E-learning penyusunan rencana detail tata ruang (RDTR), kali ini diikuti 879 peserta. Peserta pelatihan dari ATR BPN dibekali proses penyusunan RDTR. Sebab, hingga saat ini di Indonesia baru terdapat 65 RDTR yang seharusnya ada 2000 RDTR.
Wartapenilai.id—Di tengah pandemic virus corona, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang penataan ruang. Kementerian ini menggelar Pelatihan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Tingkat Dasar Melalui Metode e-Learning—pelatihan di lakukan dari rumah masing masing.
Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Abdul Kamarzuki melalui video conference membuka pelatihan jarak jauh penyusunan RDTD tingkat Dasar. Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Deni Santo sebagai moderator pelatihan itu, 14 April 2020.
Work from home dan social distancing di Kementerian ini diisi dengan pelatihan yang memberikan manfaat untuk meningkatkan mutu layanan.
Hingga saat ini, terang Abdul Kamarzuki, menyampaikan RDTR yang telah ditetapkan sebanyak 65 RDTR dari total kebutuhan kurang lebih 2.000 RDTR. Masih besarnya gap itu berpengaruh terhadap proses proses pengajuan perizinan berusaha. Pelatihan ini untuk membekali SDM dan mempercepat penyelesaian RDTR. “Percepatan RDTR sejalan kebijakan Kementerian ATR/BPN, Penataan Ruang berbasis RDTR mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” terang Abdul Kamarzuki.
Ini sejalan dengan penjabaran pelaksanaan arah strategi, percepatan penyelesaian RDTR dijabarkan dalam draft Rencana Strategis Direktorat Jenderal Tata Ruang Tahun 2020 – 2024 dimana target penyelesaian RDTR sejumlah 2.000 RDTR, salah satu terobosan yang diusung terobosan meningkatkan standar kompetensi SDM di bidang Tata Ruang. “Peningkatan standar kompetensi SDM ini mencakup kualitas dan kuantitas, dimana untuk mencapai target penyelesaian RDTR dibutuhkan kurang lebih 8.000 SDM yang mumpuni penyusunan RDTR sendiri,” terang Abdul Kamarzuki.
“Jika 2.000 RDTR sudah terwujud, bisa mengoptimalkan layanan informasi pertanahan dan tata ruang sebagai basis penerimaan negara dalam rangka self financing sesuai target Kementerian ATR/BPN di tahun 2025,” tambahnya.
Pelatihan kali ini diikuti 879 peserta akan dilatih untuk memahami produk-produk RDTR dan memahami proses penyusunan RDTR sehingga dapat menjadi acuan penataan ruang di daerahnya masing-masing. “Setelah mengikuti pelatihan ini saya berharap semua memiliki persepsi atau pemahaman sama dalam menyusun penataan ruang, mampu memahami muatan dan prosedur penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi (PZ) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Peserta harus tetap semangat mengikuti pelatihan dan semangat belajar dari rumah,” tutur Dirjen Tata Ruang.
Sebagaimana disyaratkan regulasi tim teknis penyusun RDTR dan PZ peserta wajib menempuh dua tingkat pelatihan—dasar dan menengah. Pelatihan tingkat dasar, peserta akan dilatih memahami muatan dan prosedur penyusunan RDTR dan PZ sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan tingkat menengah, peserta dilatih untuk mampu menyusun konsep RDTR dan PZ dengan baik dan benar. (LS/***)