Airbnb Menurunkan Penilaian Internalnya

by redaksi

Semenjak virus corona (covid-19) melanda, banyak industry perjalanan menghentikan operasinya secara global, yang membuat bisnis Airbnb merugi besar. Bisnis ini dilaporakn, menurunkan penilaian internal menjadi $ 26 miliar, atau 16% dari penilaian perusahaan sebelumnya sebesar $ 31 miliar.

Wartapenilai.id—Finansial time melaporkan bisnis Airbnb mengalami penurunan luar biasa akibat pandemic virus corona (covid-19). Bisnisnya sangat terpukul, saat semua perjalanan global menghentikan operasinya. Dan itu membuat Airbnb kehilangan potensi pendapatan dari pemesanan yang sudah masuk.

Penilaian yang direvisi menambah berat rencana Airbnb untuk go public tahun ini, dimana menurut laporan rencana go publik itu mengalami menunda akibat ketakutan covid-19.

CEO Airbnb, Brian Chesky memperkirakan awal pekan ini bisnis perusahaan akan bangkit kembali setelah pandemi, meskipun pemilik property yang tergabung (tuan rumah) mengklaim respons Airbnb telah membuat mereka menanggung beban keuangan.

Airbnb menurunkan penilaian internalnya menjadi $ 26 miliar karena perusahaan rental jangka pendek mengalami penurunan tajam pemesanan akibat pandemi virus corona, seperti dilaporkan Financial Times, 9 Apri 2020.

Penurunan sebesar 16% dari penilaian $ 31 miliar diterima Airbnb pada putaran penggalangan dana terbarunya, menurut PitchBook.

CEO Brian Chesky, memberitahukan hasil penilian baru pada para karyawan pada sebuah pertemuan di seluruh perusahaan.

Ini semua akibat dari industry perjaanan yang terkena dampak langsung dari penyebaran covid-19, termasuk Airbnb.

Data firma riset pasar sewa liburan perusahaan AirDNA, menunjukkan pemesanan Airbnb di Beijing turun 96% dari Januari hingga Maret ketika virus menyebar ke seluruh Cina. Sementara pemesanan di Roma, Italia, dan Seoul, Korea Selatan, mengalami penurunan 41% dan 46% – dan kejatuhan ekonomi bisa berlanjut selama berbulan-bulan.

Airbnb juga telah berjuang bahkan sebelum wabah, dilaporkan kehilangan $ 322 juta dalam sembilan bulan pertama tahun 2019 dibandingkan dengan laba $ 200 juta selama periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pemesanan dikekhawatiran kalangan investor akan profitabilitas perusahaan telah meningkatkan kemungkinan Airbnb bisa menunda rencana go public tahun 2020.

Brian Chesky berjanji pada pemilik rumah awal pekan ini bahwa bisnis perusahaan akan bangkit kembali setelah pandemi coronavirus, dan dia mengatakan Airbnb telah mengalami krisis sebelumnya.

“Kita mengatasi badai ini,” kata Chesky dalam seperti di kutif dari businessinsider. “Kita akan melewati bersama. Akan ada banyak sekali bisnis di sisi lain.”

Komentar Brain Chesky datang saat pemilik rumah melihat bisnis ini menurun tajam dalam beberapa pekan terakhir, dan banyak yang mengkritik Airbnb karena meninggalkan mereka menanggung sebagian besar beban keuangan yang harus ditanggung.

Airbnb pun menyisihkan $ 260 juta mengganti pemilik rumah atas pemesanan yang dibatalkan, tetapi beberapa pemililk rumah kurang terkesan, dana tersebut hanya mencakup sebagian dari pendapatan yang hilang dan beberapa manajer properti mungkin tidak melihat manfaatnya sama sekali.

Airbnb juga melobi Kongres mengeluarkan keringanan pajak dan proposal pinjaman untuk pelanggan manajer properti, yang menurut perusahaan dapat membantu beberapa pemilik rumah yang menjadi mitra Airbnb. (***/HS)

0 0 votes
Article Rating
0
FacebookTwitterPinterestLinkedinWhatsappTelegramLINEEmail

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
  1. https://palembang-pos.com/
  2. https://dongengkopi.id/
  3. https://jabarqr.id/
  4. https://wartapenilai.id/
  5. https://isrymedia.id/
  6. https://onemoreindonesia.id/
  7. https://yoyic.id/
  8. https://beritaatpm.id/
  9. https://www.centre-luxembourg.com/
  10. https://jaknaker.id/