Teknologi modern yang digunakan industri penilaian membuat proses lebih mudah dan lebih efisien, namun mereka masih banyak menggunakan model penilaian lama. Gelombang teknologi berikutnya akan benar-benar mengubah banyak hal dan membawa industri ke masa depan.
Penilaian.id—Ketika Polaroid menemukan kamera instan pertama 1948—mengambil foto yang dicetak diruang gelap, beralih menjadi dokumentasi keluarga. Namun sekarang kemampuan kamera mungil yang bersembunyi di balik saku baju memilliki kemampuan merekam video dengan definisi tinggi. Itulah perubahan yang dialami dunia foto dan kamera yang mempu menyediakan kemajuan.
Hal serupa juga dialami profesi penilai. Penilaian properti menghadapi persimpangan teknologi yang serupa. Industry penilaian yang sangat bergantung pada metode kurikulum usang, banyak kertas dan pengalaman lalu yang tidak diadaptasikan dengan kekinian, tidak bisa berharap untuk berkembang di era modern. Namun masih ada peluang, bahwa industri telah menunjukkan kesediaan beradaptasi dengan teknologi baru.
Di US maupun di Indonesia, untuk menekuni profesi ini mensyaratkan seseorang memiliki lisensi professional. Disetiap negara persyaratan berbeda, namun syarat utama menyandang sarjana, baru mengikuti pelatihan mangang sekitar 2.000 jam dan lulus ujian sertifikasi.
Penilaian diperlukan untuk semua pinjaman yang didukung regulasi pemerintah, yang hampir setiap properti. penilaian diperlukan sebagai dasar melakukan pembelian rumah, menjual, mendapatkan kredit atau mendapatkan pinjaman. Laporan terperinci dari nilai properti didasarkan pada properti itu sendiri dan karakteristik daerah sekitarnya.
Metode penilaian dasar mengikuti standar. Penilai mengevaluasi interior atau eksterior properti, termasuk foto, pengukuran, penilaian kerusakan, penjualan terkini yang sebanding, usia dan ukuran lot. Lalu memanfaatkan desktop. Penilai menggunakan data yang tersedia dari catatan publik dan sumber-sumber lain yang sekarang jauh lebih mudah tersedia melalui alat online. Dan hibrida, kombinasi standar dan desktop.
Survey yang dilakukan computershareloanservices.com terhadap 2.000 penilai yang mencari wawasan unik tantangan saat ini dan solusi masa depan. Survey itu mampu mengumpulkan 450 tanggapan. Seperti berlaku di indstri lain, terutama penggunaan teknologi baru, penilaian properti memiliki tantangan yaitu penawaran dan permintaan serta beban pengaturan dan lisensi.
Penawaran dan permintaan
Seperti di US, Tahun 2017 terdapat lebih enam juta rumah dijual, terdapat lebih 2 juta agen real estat berlisensi. Namun hanya terdapat sekitar 80 ribu penilai. Bisa dikatakan 25 banding 1 dengan agen real estat.
Seperti untuk melakukan penilaian di negara bagian Washington membutuhkan waktu hampir satu minggu dengan biaya $ 1.800. Sedangkan untuk menilai rumah seukuran di pinggiran kota Illionis membutuhkan waktu kurang dari seminggu dan biaya hanya $ 450. Kekurangan penilai yang tersedia membuat fee dan jadwal penilaian menjadi naik.
Masalah itu semakin bruk jika kondisinya tidak berubah, hampir dua pertiga dari semua penilai lebih tua dari 50 tahun. Sehingga selama dekade berikutnya rasio 25-ke-1 makelar-ke-penilai bisa menjadi lebih miring.
Menurut sebuah studi tahun 2017 yang dilakukan Appraisal Institute, penurunan diperkirakan akan terus berlanjut karena pensiun, peserta baru yang memasuki dunia profesi lebih sedikit, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah. Sedangkan generasi berikutknya sekitar 20 % masih terlibat pelatihan dan pemagangan.
Sekitar 400 penilai menanggapi survey yang dilakukan computershareloanservices, sekitar 65 persen lebih tua dari 50, dan tidak satu pun responden yang berusia lebih muda dari 30 tahun. Dan ada alasan tambahan yang memprihatinkan karena penilai tampaknya tidak melihat masalah – hanya 25 persen dari responden yang sama percaya bahwa kekurangan penilai menjadi masalah.
Beban Regulasi (Pengaturan dan Lisensi)
Mengingat persyaratan menjadi penilai (pendidikan, pelatihan dan sertifikasi), masuk baru ke industri bisa lambat – dan pengurangan 21 persen tenaga kerja selama 10 tahun terakhir tampaknya mendukung hal ini. Dan seperti industri mana pun sangat diatur, perubahan umumnya bergerak lambat.
Tantangan regulatory dan supply and demand bergabung dalam lingkungan berbunga rendah saat ini di AS Federal Reserve terus mempertahankan suku bunga rendah, yang menghasilkan peningkatan penjualan rumah, tetapi tidak ada cukup penilai di luar sana untuk mempertahankan dengan permintaan.
Pendidikan berkelanjutan yang ditawarkan di Industri Penilai tidak berubah dalam 15 tahun.
Meskipun hanya sekitar 40 persen responden survei yang mendukung pelonggaran standar perizinan untuk menarik lebih banyak penilai baru masuk ke industri ini, ada lebih dari 60 persen dukungan untuk mengurangi kriteria pengalaman minimum dan memperluas peluang pendidikan berkelanjutan untuk pendekatan baru dalam penilaian.
Untuk memenuhi permintaan dan menarik generasi baru, teknologi dan metode baru harus diterapkan menjadi sebuah norma. Studi 2017 Appraisal Institute menemukan dua pendorong sebagai daya tarik dan retensi di lapangan adalah memiliki banyak sumber daya yang bisa masuk ke industry penilaian dan bisa melakukan penilaian dengan benar. Keduanya dibantu dengan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi.
Penilaian Smart menjadi dibutuhkan, lebih dari 50 persen responden percaya bahwa hingga setengah dari penilaian mereka akan dilakukan melalui desktop dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Catatan properti yang sekarang tersedia melalui internet membuat pendekatan desktop atau hybrid jauh lebih menarik. Satu orang bisa mengelola beberapa penilaian, mereka melakukan analisis pada computer, yang bisa dilakukan dimana saja. Ketika alat dan sumber daya terus meningkat, jumlah pekerjaan penilaian yang dilakukan dari desktop kemungkinan akan terus meningkat. Hasil survei menunjukan 65 persen penilai sekarang mengatakan bahwa “hampir tidak ada” penilaian yang menggunaan desktop atau hybrid. Ketika diminta untuk melihat beberapa tahun ke depan, mereka percaya angka akan berkurang hingga di atas 30 persen. (***)