Palapa Ring menyatukan bangsa Indonesia dalam bingkai kebinekaan. Internet kecepatan tinggi mengurangi kesenjangan digital antar wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal yang secara komersial tidak feasible dibangun penyelenggara telekomunikasi.
Wartapenilai.id—Proyek Palapa Ring atau Tol Langit, sepanjang 12.128 km telah diresmikan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 15 Okotber 2019. Paket Palapa Ring terbagi paket barat (5 Kabupaten Kota), tengah 27 kabupaten kota dan timur 35 51 kabupaten kota. Dengan beroperasinya Palapa Ring bisa menjangkau 514 kabupaten kota se-Indonesia.
Presiden Joko Widodo saat sambutan Peresmian Palapa Ring mengatakan beberapa tahun lalu pemerintah menyadari adanya ketimpangan tajam antar daerah terkait konektivitas. “Kami berkomitmen menuntaskan infrastruktur ‘tol langit’. Tidak hanya memajukan sektor ekonomi, tapi juga sosial, budaya dan politik,” terangnya.
Sementara Menteri Kominfo Rudiantara menjelaskan Palapa Ring Paket Timur ini rencana awal selesainya yaitu pada akhir kuartal kedua 2019, namun kondisi geografis Papua tidak memungkinkan pembangunannya selesai tepat waktu. “Jadi, baru selesai Agustus kemarin,” terang Rudiantara.
Konsep pembangunan Palapa Ring, tambah Rudiantara sudah direncanakan sejak 2005, namun ide baru bisa dieksekusi mulai 2015. “Palapa Ring ini seperti jalan tol untuk internet kecepatan tinggi. Dari pintu tol tadi, dibangun akses ke dalamnya oleh teman-teman operator telekomunikasi. Jadi mulai saat ini, Agustus kemarin, tidak ada yang tidak dihubungkan dengan jalan tol tadi,” katanya.
Kesempatan itu juga dilakukan uji coba videoconference dari Istana Negara dengan para pejabat pemerintah daerah di Sorong (Papua Barat), Merauke (Papua), Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur), Sabang (Nanggroe Aceh Darussalam), dan Penajam Paser Utara (Kalimantan Timur). Kegiatan ini menggunakan infrastruktur Palapa Ring yang telah selesai dibangun dan beroperasi, sehingga dapat menunjukkan hadirnya pemerataan infrastruktur telekomunikasi di seluruh Indonesia.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi, menyapa Presiden Joko Widodo melalui videoconference dari Kabupaten Rote Ndao. “Kepada Bapak Presiden terima kasih, bapak sudah kasih kami tol laut, bendungan begitu banyak, dan jalan. Sekarang kami dikasih lagi ‘tol langit’. Jadi sebentar lagi kami di NTT, kami kenal lagi satu bayar. Dulu kami kenal pra bayar, pasca bayar, dan sekarang ada lagi free bayar,” kata
Sementara, Wakil Bupati Merauke Sularso mengapresiasi dan menyampaikan syukur kepada Presiden Jokowi. “Kami menyampaikan terima kasih peresmian Palapa Ring membuat Kabupaten Merauke dan wilayah selatan Papua bisa berkomunikasi lebih baik, bertukar informasi, bahkan yang terpenting yang disampaikan Bapak Presiden, dapat memberikan informasi perkembangan tentang potensi daerah,” tutur Sularso.
Palapa Ring sebagai wujud dari kebijakan afirmatif pemerintah untuk menyediakan internet cepat dan mengurangi kesenjangan digital, khususnya di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) yang secara komersial tidak feasible untuk dibangun oleh penyelenggara telekomunikasi.
Proyek Palapa Ring dilaksanakan dengan dua skema, yaitu Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Skema Non KPBU. PT Telkom telah mengintegrasikan backbone serat optik di 457 Kabupaten/Kota melalui skema Non KPBU. Sementara, Palapa Ring dengan skema KPBU dibangun oleh pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, dan ini menghubungkan jaringan sepanjang 12.128 kilometer di 57 kabupaten/kota dan 11 provinsi.
Palapa Ring juga merupakan proyek KPBU pertama dalam sektor telekomunikasi yang menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau Availability Payment (AP). Skema AP diprakarsai oleh Kementerian Keuangan yang sumber dananya berasal dari Dana Kontribusi Universal Service Obligation (USO) sebesar 1,25% pendapatan penyelenggara telekomunikasi di Indonesia yang dikelola oleh Badan Layanan Umum. (Erwin)