Perbedaannya terlepak pada siapa yang menentukannya, nilai pasar ditentukan oleh pembeli dan penjual dan nilai penilaian ditentukan penilai publik.
Wartpenilai.id—Ketika ingin membeli atau menjual rumah, sering menemukan istilah nilai pasar dan nilai yang dinilai (nilai penilaian). Meski terkesan mirip, perbedaan bisa memiliki konsekuensi luas. Apa perbedaan dan bagaimana itu bisa mempengaruhi kesepatan real estat.
Misalnya, jika anda memiliki rumah, memunculkan nilai yang tepat di atas membuat kesulitan tersendiri bagi anda. Dimana rumah itu memiliki banyak kenangan suka duka, menghadapi masa-masa sulit, atau mungkin itu rumah pertama sebagai tempat membesarkan ana-anak. Tidak peduli apa hubungan pribadi anda dengan rumah itu, ada sesuatu yang tak ternilai harganya di rumah itu, yang sulit ditentukan nilainya.
Ternyata sulit menempatkan nilai di objek yang memiliki hubungan emosional, meskipun saat semua faktor pribadi dikeluarkan dari persamaan. Nilai rumah selalu bergerak, pembeli dan penjual dapat menyepakati satu nilai, namun pemberi pinjaman lain lagi melihatnya.
Jadi, ketika tiba saatnya menjual rumah atau membeli yang baru, bagaimana seseorang bisa memahami semuanya. Ada dua penilaian yang perlu diketahui: nilai pasar rumah dan nilai penilaian rumah. Perbedaan antara keduanya agak halus, namun setelah memahami nilai penilaian dengan nilai pasar menjadi jelas. Bahwa nilai penilaian mendasarkan diri pada nilai pasar. Namun sebaliknya, nilai penilaian tidak bisa mempengaruhi nilai pasar.
Nilai pasar vs nilai penilaian. Perbedaan utama antara nilai pasar rumah dan nilai penilaian adalah siapa yang menentukannya: nilai pasar ditentukan oleh pembeli dan penjual, sedangkan nilai penilaian dihitung penilai publik.
Saat memikirkan nilai pasar rumah, penting menyadari bahwa pasar real estat adalah pasar. Sama seperti di pasar tradisional atau pasar, pembeli dan penjual saling berhadapan, mengeluarkan harga dan menegosiasikan kesepakatan. Nilai pasar merupakan harga berapa pun yang disepakati oleh pembeli dan penjual.
Bayangkan rumah ingin dijual Rp 4, 2 miliar, tetapi pembeli hanya ingin membayar Rp 2,8 miliar. Setelah bernegosiasi, pembeli setuju membayar Rp 3,5 miliar dan penjual setuju menerima pembayaran itu. Pada titik ini, ditentukan bahwa nilai pasar rumah adalah Rp 3,5 miliar.
Sampai kesepakatan benar-benar ditutup, nilai pasar sebenarnya dari rumah dalam bentuk paling murni tetap tidak diketahui. Namun, itu tidak berarti bahwa Penilai tidak dapat memperkirakannya – agen real estat biasanya melakukan ini pada awal proses penjualan.
Untuk sebagian besar, ketika orang berbicara tentang nilai pasar rumah, inilah yang mereka maksudkan: harga yang bisa diharapkan penjual rumah untuk membeli rumah mereka. Agen real estat akan menilai ini dengan melakukan analisis pasar komparatif, dan pemilik rumah juga bisa mendapatkan ide yang baik dengan menggunakan berbagai alat penilaian online.
Dalam analisis pasar komparatif, penilai akan membandingkan rumah dengan rumah lain yang baru saja dijual atau terdaftar di daerah tersebut untuk mendapatkan harga yang kompetitif. Penaksir nilai pasar online biasanya akan melakukan hal yang serupa, tetapi akan sering menjalankan angka-angka ini melalui algoritma untuk menghasilkan angka akhir.
Nilai pasar secara teknis apa pun yang disepakati pembeli dan penjual bahwa properti itu bernilai, tetapi ketika kebanyakan orang berbicara tentang nilai pasar, mereka cenderung merujuk pada perkiraan nilai ini yang akan dibuat oleh agen real estat atau alat penduga.
Nilai yang dinilai (nilai penilaian). Nilai penilaian rumah ditentukan penilai publik. Ketika pembeli mencoba untuk mendapatkan kredit, mereka harus memiliki properti yang dinilai. Pemberi pinjaman akan menggunakan nilai ini untuk memutuskan berapa banyak akan mengucurkan pinjaman.
Proses menilai rumah mirip menganalisis pasar komparatif: penilai akan melihat rumah-rumah lain yang serupa menuju pada kesimpulan nilai. Juga memasukkan sejumlah poin relevan lainnya seperti perbaikan rumah yang dilakukan, daya tarik trotoar dan lingkungan sekitar, dan kondisi pasar umum di wilayah itu. Hampir semua pihak bisa melakukan analisis pasar komparatif, namun untuk nilai penilaian hanya bisa dilakukan penilai publik.
Pemilik rumah bisa menggunakan jasa penilai publik kapan saja untuk ide lebih baik akan nilai rumahnya, penilaian biasanya diprakarsai perbankan ketika pembeli berusaha untuk mendapatkan pinjaman. Bank ingin memiliki rumah yang dinilai untuk memastikan bahwa jumlah yang mereka pinjamkan masuk akal.
Nilai penilaian suatu rumah ditentukan penilai publik. Itu tidak cocok untuk bernegosiasi seperti nilai pasar. Penilai yang berbeda mungkin muncul dengan angka yang sedikit berbeda, namun perbedaannya biasanya tidak terlalu jauh.
Dalam beberapa kasus, nilai pasar rumah dan nilai penilaian akan berbeda. Ini karena pasar dapat menjadi tidak efisien: pembeli dan penjual menyepakati harga yang tidak selalu sejalan dengan nilai sebenarnya dari barang yang dimaksud.
Mengapa itu terjadi, bisa saja pemilik rumah menilai rumah mereka seharga Rp 4,2 miliar, tetapi pemilik saat ini menghadapi situasi yang mengharuskan menjual rumah dengan cepat. Dalam skenario itu, pemilik rumah, mungkin, bersedia menurunkan harga secara signifikan di bawah nilainya, untuk segera bisa menjual rumahnya dengan segera.
Pada kasus lain, penjual mungkin hebat melakukan negosiasi dan akan bisa membuat pembeli menyetujui harga yang jauh lebih tinggi daripada harga rumah sebenarnya. Padahal, ketika ini terjadi, pembeli sering kali mengalami kesulitan mendapatkan kredit: jika penilai menganggap rumah bernilai Rp 4,2 miliar, tetapi pembeli setuju untuk membelinya dengan Rp 3,5 miliar, bank mungkin menolak untuk meminjamkan sejumlah itu pada pembeli. Itu karena rumah tidak bisa berfungsi sebagai jaminan yang mencukupi untuk sejumlah pinjaman bank.
Pada situasi seperti ini, kesepakatan bisa gagal bila pembeli tidak mampu atau tidak mau membayar selisihnya. Namun, pembeli dan penjual, juga bebas menegosiasikan harga lebih rendah, sesuai dengan jumlah kredit yang akan diterima.
Secara keseluruhan, nilai pasar dan nilai yang dinilai, dua cara berbeda untuk menentukan nilai sebuah rumah. Rumah mungkin tak ternilai harganya, tetapi rumah itu sendiri memiliki nilai tertentu. (***/HS)