Nilai Pasar Kaitannya Dengan Nilai Properti

by redaksi

Wartapenilai.id—Siapapun yang pernah membeli atau menjual rumah akan mengetahui pentingnya fair market value (FMV) atau nilai pasar wajar. FMV merupakan harga yang akan dijual oleh properti di pasar terbuka. Jadi, FMV penting bagi mereka yang memiliki properti dan menjadi dasar pengenaan pajak atas properti itu.

Istilah ini banyak digunakan di pasar investasi real estat. Sayangnya, tidak ada cara yang mudah menentukan nilai pasar real estat. Namun, hampir setiap penilaian pendepakatn pasar bermuara pada dua faktor yaitu penilaian real estat dan penjualan yang sebanding yang baru terjadi.

Nilai ekonomi di pasar sangat menentukan nilai setiap barang yang didasarkan pada proses penemuan. Produsen dan pengecer mengusulkan nilai hipotetis dan berharap menemukan pembeli dengan penilaian serupa. Sebaliknya, konsumen menawar atau menekan harga berdasarkan interpretasinya, yang berubah terhadap nilai barang. Proses ini tidak sempurna, selalu berubah dan dinamis, yang mengikuti hukum penawaran dan permintaan.

Untuk pasar real estat, pembeli harus menilai properti lebih tinggi daripada jumlah yang ingin mereka perdagangkan untuk properti itu. Pada saat yang sama, penjual harus menilai properti dengan harga di bawah harga yang ditawarkan.

Penilaian hanyalah pendapat profesional tentang nilai. Selama penjualan rumah, bank yang memberi pinjaman rumah biasanya memilih penilai untuk memberikan pendapat tentang nilai real estat pada tanggal tertentu atau tanggal penilaian. Penjualan yang sebanding, juga dikenal sebagai pendekatan data pasar, cara paling umum mencapai nilai pasar. Di sini, penjualan properti yang baru terjadi menjadi dasar penilaian properti itu yang untuk menginformasikan hasil penilaian.

Hasil penilaian yang dilakukan penilai professional dibutuhkan untuk menentukan penilaian yang tepat. Biasanya menggunakan tiga pendekatan yang dianggap bisa diterima oleh penilai, pendekatan penjualan yang sebanding, pendekatan kapitalisasi pendapatan, atau metode biaya penggantian baru.

Seperti pendekatan penjualan yang sebanding, ini membandingkan properti objek dengan properti lain dengan karakteristik serupa yang baru terjual. Metode ini memperhitungkan semua fitur properti, mulai ukurannya, jumlah kamar tidur, dan pengaruh fitur individual terhadap nilai properti secara keseluruhan.

Untuk pendekatan kapitalisasi pendapatan, untuk menilai investasi berdasarkan harapan manfaat di masa depan. Metode ini menghubungkan nilai properti dengan pendapatan dari sewa yang diharapkan diperoleh dan dengan nilai jual kembali.

Sedangkan, pendekatan nilai penggantian baru, menentukan biaya saat ini untuk membangun properti dengan utilitas yang sama menggunakan bahan bangunan saat ini dan mengikuti standar desain dan tata letak saat ini. (***/Toto)

0 0 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x