SEPAKAT Peduli Pengembangan Personal Properti

by redaksi

Balon DPN SEPAKAT bertekad memperjuangkan kepentingan pengembangan penilai personal properti di Indonesia. Personal properti yang minim perhatian, bakal ditingkatkan baik melalui pendidikan maupun pembekalan mengikuti USP Personal Properti. Termasuk meng-update kompetensi penilai properti, yang memiliki hak menilai personal properti.

Wartapenilai.id—Program SEPAKAT Bimbingan Belajar (Bimbel), Ujian Sertifikasi Penilai (USP) Properti, kali ini mengusung tema “Konsep Penilaian Mesin Kapal dan latihan soal”. Bimbel itu diikuti penilai anggota MAPPI, baik peserta yang sedang mempersiapkan diri menempuh USP maupun peserta yang mendalami materi personal properti. Selain itu peserta juga diajak untuk menyelesaikan case penilaian mesin, bimbel digelar via Zoom dan diikuti 126 peserta, 30 Agustus 2020.

Bimbel pemahaman konsep penilaian mesin kapal itu, merupakan bentuk kepedulian Balon DPN SEPAKAT, mengembangkan kompetensi penilai personal properti di Indonesia. Diakui atau tidak, selama ini personal properti, memang masih minim perhatian oleh MAPPI. Bila SEPAKAT diberikan amanah memimpin MAPPI, penilaian personal properti bakal dikembangkan lebih maju, guna mengejar ketertinggalan kompetensi dengan penilai properti dan penilai bisnis.

Bimbel kali ini menghadirkan Endro Dwi Tjahjono (pengajar penilaian personal properi di MAPPI) dengan membawakan materi “Pengantar Teknik Inspeksi Dalam Rangka Penilaian Personal Properti Kapal dan Mesin”. Sedianya Bimbel USP itu, usai pembahasan kapal dilanjutkan pembahasan soal USP, yang sedianya dibawakan Juniadi Amral dan Hardinal. Namun, pembahasan teknik inspeksi kapal dan mesin sangat menarik, akhirnya pembahasan USP urung dilakukan. Semua waktu dihabiskan untuk membahas teknik inspeksi kapal dan mesin.

Bimbel kali ini dibuka Setiawan, salah satu Balon DPN SEPAKAT, dan menjelaskan personal properti bakal dikembangkan untuk mengejar ketertinggalan dalam pengembangan kompetensi penilai di Indonesia. Sebagaimana diketahui, personal properti seperti mesin cakupannya sangat luas. Seperti mesin yang melengkapi Gedung (mesin pedingin, Lift, Escalator, Genset dan lainnya), mesin perbengkelan, mesin utilitas (genset pabrik, kompresor), mesin alat berat, mesin industry (mesin tekstil, farmasi, rokok, makanan dan minuman, rumah sakit, perakitan mobil, pabrik ban, karoseri, kereta api, container, dan lainnya).

Belum lagi dok perkapalan, kapal laut, pesawat terbang, maintenance repair and overhaul (MRO), satelit, pengeboran minyak lepas pantai (RIG), dan lainnya. Penilai Personal Properti, bidang permesinan, yang selama ini menjadi kelas dua akan dintingkatkan terus kompetensinya agar mampu mengejar ketertinggalnnya atau mampu setara dengan penilai properti dan penilai bisnis.

Semua itu, Setiawan menjelaskan dilakukan dengan menyediakan sarana pendidikan yang memadai untuk pengembanngan pendidikan maupun sertifikasi personal properti. “Baik penilai personal properti dan penilai properti yang memiliki hak melakukan penilaian personal, akan terus di tingkatkan kompetensinya,” terang setiawan.

Apa yang dijelaskan Setiawan memang beralasan, sebab selama ini Pendidikan Personal properti masih dilakukan secara parsial. Penyelenggaraan pendidikan personal properti secepatnya akan terus digelar, baik pendidikan dan pelatihan terkait penilaian kapal, pesawat terbang, mesin pabrik, dan bidang-bidang lainnya yang memerlukan pendalaman. Termasuk membentuk kompartemen penilai personal properti, agar bisa cepat berkembang.

Intensitas pendidikan dan pelatihan, Setiawan berjanji akan digenjot, untuk mendukung personal properti di MAPPI semakin maju. Komitmen yang ditawarkan Balon DPN SEPAKAT, jelas bakal mensejajarkan personal properti  dengan penilai properti dan penilai bisnis untuk mendapatkan hak pengembangan pendidikan. “Ini semua tidak lepas dari personal properti di Indonesia potensinya cukup besar, banyak industri dan pabrik. Itu akan dikembangkan secara masif,” terang Setiawan.

Inspeksi Kapal

Dalam memaparkan inspeksi penilaian kapal, Endro Dwi Tjahjono, menyampaikan memperkenalkan konsep apa saja yang harus dipahami saat melakukan penilaian kapal. Dia menjelaskan konsep dasar menilai kapal, ada beberapa type secara umum (perspekstif desain), mulai dari commercial, industrial, hingga service vessel. Bagian penting yang harus dipahami penilai saat inspeksi lapangan, seperti length over all, length between the for an aft perpendicular, length on the water line, breadth over all, depth, draught, freeboard, dan air draught. Termasuk memahami ship displacement, lightweight, deadweight, dan cargo capacity dan menghitung lambung kapal. Termasuk menjelaskan dan memberikan pemahaman terkait prinsip dasar teori propulsi dan sistem penggerak kapal, teranng Endro.

Konsep pengenalan Kapal, Endro melanjutkan dari sisi regulasi dan operasi kapal. Seperti apa interaksi pengoperasian kapal (hubungan regulator, dengan financier, ship owner, ship operator, insurance. Regulator dengan administrator, class, port, ship manager dan on board organization. Bagaimana pola pengoperasian kapal, regulasi di atas kapal berbendera Indonesia, yang diatur konvensional internasional, hingga cakupan operasi kapal yang tidak masuk konvensi.

Endro juga menjelaskan status hukum kapal, yang bisa ditentukan setelah melalui proses, pengukuran, pendaftaran kapal dan penetapan kebangsaan kapal. Regulasi pengukuran kapal berbendera Indonesia, yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan No. PM8/2013. “Bisa menggunakan metode pengukuran dalam negeri maupun metode internasional,” jelas Endro lagi.

Lebih lanjut Endro juga memaparkan, prinsip dasar perhitungan tonnage kapal, dimensi kapal untuk mengukur (sesuai TMC1969), pendaftaran kapal, kebangsaan kapal, kapal sebagai jaminan utang. Kapal juga harus layak melaut atau kelaiklautan kapal dan bagaimana perawatan pengedokan kapal. “Kapal yang telah didaftarkan dalam daftar kapal Indonesia bisa dijadikan jaminan utang dengan pembebanan hipotek atas kapal,” terang Endro.

Endro juga menjelaskan secara ringkas teknik inspeksi untuk penilaian kapal. Sesuai SPI Edisi VII-2018, Inspeksi HARUS dilakukan untuk menghasilkan Penilaian yang profesional dengan memperhatikan tujuan penilaian. Sebelum melakukan inspeksi, Penilai harus mengajukan permintaan data dan informasi terkait objek penilaian antara lain data, yang terkait dengan legalitas, perizinan dan fisik properti.

Endro Dwi Tjahjono menegaskan prinsip melakukan inspeksi secara umum harus memenuhi integritas, fair presentation, professional, confidentiality, independence, evidence based approach. “Seorang yang melakukan inspeksi untuk penilaian harus memiliki kompetensi,” terang Endro.

Teknik inspeksi seperti memperoleh informasi yang relevan (review dokumen, sertifikat dan surat kapal, gambar dan ship manual) juga melalui wawancara. Sedangan inspeksi untuk memeriksa fisik dilakukan dengan record (log book), observasi fisik, dan testing. Sementara, objek inspeksi (sertifikat dan surat kapal, kondisi fisik kapal), lalu hasil inspeksi berupa legalitas kapal kondisi kapal (adjusment to cost based and market based value), informasi lain (inpu to income based value).

Apa yang disampaikan Endro Dwi Tjahjono membuat peserta mudah memahami dan mencerna materi yang diberikan. Teknik inspeksi penilaian kapal dan mesin itu sangat bermanfaat dan dibutuhkan anggota untuk melengkapi teknik inspeksi yang dilakukan selama ini. Peserta sangat puas dan berkomentar “Materinya bagus untuk pendalaman dan tidak hanya sekedar untuk ujian USP, terang Syahril Hamdi.

Begitu juga, peserta sangat kagum dengan energi Endro Dwi Tjahjono mampu membawakan materi mulai dari awal hingga akhir terlihat penuh semangat tidak ada lelahnya. “Jamu dan makannya pak endro apa ya, kok energinya luar biasa, mampu membawakan materi tanpa lelah dan menjelaskan secara gamblang,” terang Rusli Chaspuri.

Bahkan peserta merasa materi pelatihan gratis ini banyak memberikan pemahaman yang baru dan luar biasa inspeksi penilaian kapal dan mesin ini. Peserta puas dan sangat antusias mengikuti jalannya pemaparan yang dibawakan Endro Dwi Tjahjono hingga akhir sesi pukul 17.00. “Terima kasih pak, SEPAKAT benar-benar memberikan manfaat dan berkualitas dalam memilah dan memilih materi,” terang Yusuf Aldianto. (***/HS)

0 0 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x