Sistem Pencatatan Kontrak Pelanggan Berubah, Mengacu PSAK 72

by redaksi

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 72), berlaku dan diterapkan untuk seluruh kontrak pelanggan, kecuali kontrak sewa, asuransi, instrumen keuangan dan hak atau kewajiban kontraktual dan pertukaran non moneter untuk penjualan pelanggan potensial.

Wartapenilai.id—Pengaturan PSAK 72 tentang Pengakuan Pendapatan Kontrak Dengan Pelanggan, membuat kalangan developer yang mengerjakan proyek high rise mulai resah. Sebelumnya, mereka mengakui kontrak pembelian dengan pelanggan menjadi pendapatan, sebelum developer menyerahkan aset itu ke pelanggan. Sejak PSAK 72 berlaku, pengakuan pendapatan kontrak dengan pelanggan hanya bisa diakui bila barang dan jasa sudah diserah terimakan.

Perubahan sistem pencatatan yang diatur PSK 72, jelas berpengaruh terhadap hasil akhir operasional persuahaan—pendapatan berbasis kontrak. Penerapan PSAK ini sejatinya memberikan dampak positif, semua perusahaan memiliki basis yang sama, mencatat dan mengakui pendapatan dari kontrak. Dan membuat pencatatan keuangan lebih transparan.

Perusahaan properti yang bisanya mencatatkna pemasukan dari kotrak penjualan, meskipun saat unit properti belum diserahterimakan. Perusahaan itu jelas terdampak penerapan PSAK ini. Sebelumnya, perusahaan mengakui pendapatan dari penjualan unit, meskipun proyek dari unit yang dibeli masih dalam tahap pembangunan. PSAK 72, mengatur penjualan baru bisa catat dan masuk ke laporan keuangan setelah dilakukan serah terima aset.

Masalahnya pembangunan proyek-proyek dari emiten properti untuk seuah proyek tidak bisa langsung selesai. Tetapi bisa memakan waktu bertahun tahun. Pengembang properti banyak yang mulai meramba ke rumah setapak yang pembangunanan hanya butuh waktu dua empat bulan. Yang jelas proyek high rise developer properti seperti apartmen, edung perkantoran dan sebagaianya tetap memakan waktu cukup panjang. Kemungkinan besar pencatatan laporan keuangan emiten selama 1-2 tahun ke depan mengamalai fluktuatif dikarenakan penerapan PSAK 72 ini.

Implementassi PSAK 72

Bagaimana pengaturan PSAK72, mengidentifikasi kontrak, kewajiban, menentukan harga transaksi, alokasi harga ke setiap PO,  dan pengakuan pendapatannya.

Untuk mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, suatu kontrak bisa tertulis atau lisan. Kontrak itu ada bila bisa dipaksakan, para pihak telah menyetujui dan berkomitmen melaksanakan kewajiban, hak setiap pihak atas barang atau jasa yang akan dialihkan dan imbalan dapat diidentifikasi, memiliki substansi komersial, dan kemungkinan besar entitas bisa menagih imbalan.

Bila kontrak dengan pelanggan tidak memenuhi persyaratan di atas, dan entitas menerima imbalan dari pelanggan, maka entitas mengakui imbalan sebagai pendapatan jika; entitas tidak memiliki sisa kewajiban untuk dan seluruh imbalan telah diterima entitas dan tidak dapat dikembalikan  atau Kontrak telah berakhir dan imbalan yang diterima entitas tidak dapat dikembalikan.

Untuk kombinasi kontrak, entitas mengombinasikan dua atau lebih kontrak yang disepakati pada waktu yang sama atau berdekatan dengan pelanggan yang sama (atau pihak berelasi dari pelanggan) dan mencatat kontrak tersebut sebagai kontrak tunggal jika satu atau lebih kriteria berikut terpenuhi. Kontrak yang dinegosiasikan sebagai suatu paket dengan tujuan komersial tunggal; jumlah imbalan yang dibayarkan dalam satu kontrak bergantung pada harga atau pelaksanaan dari kontrak lain; atau barang atau jasa yang dijanjikan dalam kontrak (atau beberapa barang atau jasa yang dijanjikan dalam setiap kontrak) sebagai kewajiban pelaksanaan tunggal.

Modifikasi kontrak, entitas mencatat modifikasi kontrak sebagai kontrak terpisah jika terdapat kedua kondisi pertama, ruang lingkup kontrak meningkat karena penambahan barang atau jasa yang dijanjikan bersifat dapat dibedakan (distinct) (paragraf 26-30) dan harga kontrak meningkat oleh sejumlah imbalan yang mencerminkan harga jual berdiri sendiri (stand-alone selling prices) entitas atas penambahan barang atau jasa yang dijanjikan dan penyesuaian yang tepat terhadap harga yang mencerminkan keadaan kontrak tertentu

Mengindentifikasi kewajiban pelaksanaan yang terdapat pada kontrak. Pada awal kontrak, entitas menilai barang atau jasa yang dijanjikan dalam kontrak dengan pelanggan dan mengidentifikasi sebagai kewajiban pelaksanaan setiap janji untuk mengalihkan kepada pelanggan baik. Dimana suatu barang atau jasa (atau sepaket barang atau jasa) yang bersifat dapat dibedakan (distinct). Atau serangkaian barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan dan memiliki pola pengalihan yang sama kepada pelanggan.

Barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan (distinct). Yaitu barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan bersifat dapat dibedakan jika kedua kriteria berikut terpenuhi. Pelanggan memperoleh manfaat dari barang atau jasa baik barang atau jasa itu sendiri atau bersama dengan sumber daya lain yang siap tersedia kepada pelanggan (yaitu barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan). Dan dan janji entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan dapat diidentifikasi secara terpisah dari janji lain dalam kontrak (yaitu janji untuk mengalihkan barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan dalam konteks kontrak tersebut).

Menentukan harga transaksi

Ketika menentukan harga transaksi, entitas mempertimbangkan dampak dari seluruh hal berikut: (1) imbalan variabel (variable consideration) paragraf 50-55 dan 59; pembatasan estimasi imbalan variabel (constraining estimates of variable consideration) – paragraf 56-58. (2) keberadaan komponen pendanaan signifikan dalam kontrak (the exitance of significant financing component) – paragraf 60-65. (3) imbalan nonkas(non cash consideration) – paragraf 66-69). Dan (4) utang imbalan kepada pelanggan (consideration payable to customer) – paragraf 70-72.

Alokasi Harga terpenuhi. Mengalokasikan harga transaksi ke kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Mengalokasikan harga transaksi kepada kewajiban pelaksanaan secara terpisah berdasarkan relative stand alone selling price (harga jual berdiri sendiri relatif). Jika harga jual berdiri sendiri tidak secara langsung dapat diobservasi, maka entitas mengestimasi harga jual berdiri sendiri pada jumlah yang. Akan menghasilkan alokasi harga transaksi yang memenuhi tujuan alokasi dalam paragraf 73. Diskon (Paragraf 82) dan imbalan variabel (Pargaraf 85) dialokasikan sepenuhnya untuk masing-masing kewajiban pelaksanaan jika kriteria yang ditentukan telah terpenuhi.

Pengakuan pendapatan.

Mengakui pendapatan, ketika atau selama, entitas menyelesaikan kwajiban pelaksanaannya. entitas mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas memenuhi kewajiban kinerja dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (aset) kepada pelanggan. aset dialihkan ketika (atau selama) pelanggan memperoleh pengendalian atas aset. Dari situ perusahaan baru bisa mengakui pendapatan pada waktu tertentu saat barang dan jasa sudah diserahkan. dan pendapatan itu duaki sepajang waktu (over time). jika tidak memenuhi kriteria over time pendapatan diakui pada saat pengalihan pengendalian.

Kriteria Pendapatan Diakui Secara Over Time.

Pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh kinerja entitas saat entitas melaksanakan kewajiban pelaksanaannya tersebut (lihat paragraf PP03-PP04); kinerja entitas menciptakan atau meningkatkan aset (sebagai contoh, pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan sebagai aset yang diciptakan atau ditingkatkan (lihat paragraf PP05). Atau kinerja entitas tidak menciptakan suatu aset dengan penggunaan alternatif terhadap entitas (lihat paragraf 36) dan entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan untuk pembayaran kinerja yang diselesaikan sampai suatu tanggal tertentu (lihat paragraf 37). (***/HS)

0 0 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x