Ekonomi Nasional Segera Pulih

by redaksi

Pemerintah meluncurkan penjamian kredit modal kerja untuk UMKM. Program ini untuk mendorong pemulihan ekonomi secara nasional, dengan memberikan penjaminan kredit terhadap 60 juta UMKM yang ada. Di kuartal ketiga tahun ini ekonomi Indonesia bisa bangkit kembali.

Wartapenilai.id—Pemerintah meluncurkan penjaminan kredit modal kerja Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional. Peluncuran penjaminan kredit modal kerja itu dilakuan Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dengan Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (BRI Agro), Bank BJB, Bank Jatim, Bank Centra Asia (BCA), Bank Permata, Bank Jateng, Nobu Bank dan Maybank. Secara simbolis pemberian kredit modal kerja dari bank kepada UMKM dengan jaminan dari Jamkrindo dan Askrindo diwakili oleh PT Cahaya Gasdom, Dewi Katmujiwati, PT Subaresta Teknik Indoensia, Gading Toys, dan Aminah, yang dilakukan di Jakarta, 7 Juli 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan jaminan kredit modal kerja ini dilakukan Pemerintah untuk mendukung dunia usaha terutama UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Menkeu menyebutkan bahwa Pemerintah menganggarkan Rp 123,46 triliun untuk mendukung sektor UMKM untuk pemulihan ekonomi nasional. “Hari ini penjaminan kredit modal kerja pemerintah memberikan Rp 5 triliun, UMKM bisa meminjam sampai Rp 10 miliar, premi penjaminan kredit macetnya dibayar pemerintah, dijamin Jamkrindo dan Askrindo,” ujarnya.

Di dua perusahaan penjamin itu, Sri Mulyani menambahkan ada Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 6 triliun, sehingga keduanya memiliki kemampuan modal untuk meng-cover risiko penjaminannya terhadap UMKM (debitur). “Artinya, UMKM kita harapkan bisa bangkit kembali, diberikan restructuring, untuk pinjamannya tidak membayar 6 bulan dari sisi pokoknya, bunganya disubsidi Pemerintah. Semakin kecil pinjamannya, subsidi bunganya semakin penuh, semakin agak tinggi sampai menjelang Rp 10 miliar, subsidi bunganya lebih kecil yaitu 2-3%,” ungkapnya. Setidaknya dengan dorongan pemulihan dari pemerintah, sebanyak 60 juta UMKM segera bisa bangkit dan lebih produktif.

Selain UMKM yang berada di perbankan, Pemerintah juga mendukung UMKM yang berada di bawah lembaga pembiayaan. “Semuanya diberikan juga dukungan dalam bentuk restructuring dan subsidi. Kita juga memberikan UMKM yang ada di pegadaian, yang ada di PMN Mekar, atau yang ada di ultra mikro koperasi, dan bahkan di dalam Bank Wakaf pun kita cover semuanya,” jelas Menkeu.

Ini menunjukkan Pemerintah telah memberikan seluruh alokasi resources, mendukung dengan policy, memberikan jaminan, memberikan sumber dana yang murah agar ekonomi bergerak. Dengan egitu di kuartal ketiga, ekonomi Indonesia bisa bangkit sehingga Negara tidak lagi dalam zona kontraksi.

Dimulainya penjaminan kredit modal kerja hari ini, ada kepercayaan dimana sektor UMKM hingga korporasi dan sektor perbankan semuanya bisa bergerak. Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat belanja-belanja yang ada di dalam APBN sehingga hal itu juga bisa menambah kebangkitan ekonomi Indonesia agar dapat meningkat di kuarta ketiga dan keempat.

“Kementerian Keuangan siap bekerjasama dengan semua institusi, dalam hal ini apakah perbankan, OJK, dan juga dengan seluruh dunia usaha. Sekarang mungkin fokusnya di UMKM, tapi kami akan terus mendukung agar seluruh sektor usaha bisa segera bangkit dan kembali menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (***/es)

0 0 vote
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x