Peluang Investasi Di Kedungsepur

by redaksi

Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi secara nasional. Untuk mendorong percepatan investasi masuk pemerintah berusaha melakukan revisi terhaddap Perpres RTR KSN Kedungsepur.

Wartapenilai.id—Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Revisi Peraturan Presiden (Perpres) Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, dan Purwodadi (Kedungsepur). Rapat itu dilakukan secara on-line  melalui video conference, 04 Juni 2020.

Rakor melalui video conference diikuti Kementerian Perindustrian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta beberapa Pemerintah Kota/Daerah yang mewakili.

Menteri ATR/BPN, Sofyan A Djalil, mengatakan revisi Perpres sangat mendesak dan harus segera diselesaikan dalam 2 (dua) bulan, karena potensi yang dimiliki Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah menginginkan Jawa Tengah menjadi tujuan investasi, sudah banyak investor yang menunggu. Juga diharapkan dapat memberikan efek pertumbuhan ekonomi bagi Jawa Tengah dan nasional,” terang Sofyan A Djalil.

Kawasan perkotaan Kedungsepur, terang Sofyan didorong dan diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi berskala internasional, berbasis perdagangan jasa, industri, dan pariwisata yang tetap memperhatikan lahan pertanian pangan berkelanjutan. “Jika memang masih ada hambatan, harus ada solusi yang lain yaitu dengan melakukan revisi dari tata ruang dari masing-masing Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Revisi Perpres Nomor 78 Tahun 2017 tentang RTR Kawasan Perkotaan Kedungsepur untuk mendukung percepatan pembangunan Provinsi Jawa Tengah, dilakukan untuk mendukung Perpres Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Salatiga Demak – Grobogan (Kedungsepur), Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung (Purwomanggung), dan Kawasan Brebes Tegal – Pemalang (Bergasmalang).

Terdapat kurang lebih 37 program atau kegiatan dalam Perpres nomor 79 tahun 2019 yang belum teridentifikasi lokasinya. Untuk itu, diperlukan dukungan data peta terkoordinat beserta data pendukungnya dari sektor dan daerah agar dapat diintegrasikan dalam PK dan revisi Perpres Nomor 78 Tahun 2017. Juga sangat dibutuhkan komitmen Kementerian/Lembaga serta Pemerintah Daerah dalam penyediaan data agar proses revisi Perpres RTR KSN Kedungsepur sesuai _time line_ yang disepakati.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang mengikuti rakor menjelaskan bahwa Provinsi Jawa Tengah sudah sangat siap untuk menyiapkan seluruh desain yang ada termasuk beberapa alternatifnya. Itu dilakukan untuk memenuhi komitmen percepatan ini. “Saya sangat setuju dengan Menteri ATR/Kepala BPN bahwa harus sudah selesai dalam 2 bulan ini. Jika memang dari pusat ada catatan yang harus segera dibereskan dalam minggu ini kami akan segera menyiapkan tim,” kata Ganjar Pranowo. (***/Toto)

0 0 votes
Article Rating

Baca Juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x